Pimpinan DPR Dorong APH Dalami Penyebab Anak SD di NTT Bunuh Diri
Wakil Ketua (Waka) DPR Cucun Sjamsurijal di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (KOMPAS.com/Rahel)
16:32
4 Februari 2026

Pimpinan DPR Dorong APH Dalami Penyebab Anak SD di NTT Bunuh Diri

- Wakil Ketua (Waka) DPR Cucun Sjamsurijal menilai aparat penegak hukum (APH) perlu mendalami penyebab YBS (10), bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, pendalaman ini perlu dilakukan agar penyebab peristiwa tersebut jelas.

"Yang jelas kalau misalkan ya mau ada apa, pendalaman dari aparat penegak hukum bagus, biar terang benderang juga ya permasalahannya," ujar Cucun di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ia berpandangan jangan sampai kasus tersebut disudutkan terkait masalah ketidakmampuan membeli alat tulis, yakni buku dan pena.

Baca juga: Tragedi Siswa SD di NTT, Anggota DPR: Sedih dan Menyakitkan

"Jangan sampai misalkan tadi hanya disudutkan terkait hanya pensil, (tapi) ternyata ada permasalahan lain yang menunjukkan ke sana. Ini penting gitu," ucap dia.

Cucun mengaku sangat prihatin dan menyayangkan kejadian tersebut. Waketum PKB ini mengatakan, hal ini harus menjadi perhatian semua pihak.

"Ini kan pukulan berat, kita sangat prihatin juga. Masih ada di negara kita hanya karena permasalahan kecil," tutur Cucun.

Ia pun meminta agar persoalan interaksi guru dengan murid dapat diakomodir dalam Undang-Undang Sisdiknas guna mencegah hal serupa terjadi.

Baca juga: Kapolda NTT Sebut Kasus Anak SD Bunuh Diri Jadi Atensi hingga Istana

"Apalagi fenomena sekarang di tengah-tengah ya mungkin kondisi ekonomi ataupun juga dia karena tadi, bisa jadi bukan karena hal tentang masalah pensil, karena bulian dan segala macam. Ini yang menjadi problem besar bagi kita yang harus diselesaikan," ucapnya.

Cucun pun akan meminta Komisi X DPR untuk ikut mendalami dan menyiapkan antisipasi terkait kasus ini bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Apakah Kementerian Dikdasmen ini juga sudah tahu? Ini kan baru hanya satu kasus. Bisa saja terjadi beberapa, makanya kita inginkan harus ada antisipasi ya, preventif dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah," tuturnya.

Diketahui, seorang anak berusia 10 tahun dengan inisial YBS tewas dan diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Kamis (29/1/2026) siang.

Sebelum kejadian, siswa yang baru duduk di bangku kelas IV tersebut sempat meminta uang kepada sang ibu untuk membeli buku dan pulpen, sebagaimana dilaporkan Kompas.id pada Senin (2/2/2026).

Tapi, permintaan itu tak bisa dikabulkan karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Kasus ini menyedot perhatian publik secara meluas, bahkan ada anggota DPR yang mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk usut tuntas.

Tag:  #pimpinan #dorong #dalami #penyebab #anak #bunuh #diri

KOMENTAR