Konglomerat Indonesia dan Sri Mulyani Disebut-sebut di Epstein Files? Begini Penjelasannya
Ilustrasi Sri Mulyani. Mantan Menkeu RI disebut pada Epstein Files. (YouTube)
18:24
4 Februari 2026

Konglomerat Indonesia dan Sri Mulyani Disebut-sebut di Epstein Files? Begini Penjelasannya

Baca 10 detik
  • Nama Sri Mulyani muncul terkait kapasitas profesional di World Bank Group.
  • Hary Tanoe dan Keluarga Widjaja disebut dalam konteks relasi bisnis global.
  • Penyebutan tokoh Indonesia di Epstein Files tidak terkait dengan tindakan kriminal.

Masyarakat Indonesia dan netizen internasional ramai membahas mengenai Epstein Files. Perlu diketahui, Epstein Files yang memuat 3 juta halaman ternyata menyebut nama Sri Mulyani dan konglomerat Indonesia.

Dua nama pengusaha atau konglomerat Tanah Air yang tercantum pada Epstein Files adalah Hary Tanoesoedibjo dan Eka Tjipta Widjaja.

Menurut Forbes, Hary Tanoesoedibjo sempat masuk ke dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada 2025.

Jumlah kekayaan pengusaha media tersebut ditaksir menyentuh 1 miliar dolar AS atau Rp16,8 triliun pada 4 Februari 2026.

Eka Tjipta Widjaja sendiri dikenal sebagai pengusaha Indonesia yang mendirikan Grup Sinar Mas.

Jumlah kekayaan Keluarga Widjaja ditaksir mencapai 11,9 miliar dolar AS atau Rp170 triliun.

Apa Itu Epstein Files?

Nama Sri Mulyani ada di Epstein File. (ist) PerbesarNama Sri Mulyani ada di Epstein Files. (ist)

Terbitnya jutaan dokumen dalam Epstein Files menjadi titik skandal Jeffrey Epstein, sebuah pengungkapan masif hasil investigasi selama dua dekade yang dimungkinkan oleh Epstein Files Transparency Act 2025.

Meskipun Epstein ditemukan tewas secara misterius sebelum sempat menghadapi persidangan federal, berkas-berkas ini secara gamblang membedah jaringan perdagangan seks anak pada jaringan kejahatan global.

Dokumen juga memuat koneksi Epstein dengan tokoh-tokoh global, mulai dari Bill Clinton, Donald Trump, dan Elon Musk, hingga anggota keluarga kerajaan.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice alias DOJ) telah merilis Epstein Files pada akhir Januari 2026.

Dokumen tersebut memuat 3 juta halaman, 180 ribu file foto, dan 2.000 buah video. Tak hanya bukti kejahatan, sejumlah dokumen memuat kegiatan bisnis Jeffrey Epstein yang terkait saham, Bitcoin, properti, hingga investasi startup.

Mengapa Konglomerat Indonesia dan Sri Mulyani Ada di Epstein Files?

Sejumlah tokoh Indonesia termasuk Sri Mulyani dan Jokowi diketahui muncul pada Epstein Files. Epstein Files ternyata memuat pembahasan atau topik Indonesia sebanyak 902 kali.

Jokowi muncul pada dokumen 'EFTA01978403' tepatnya pada "JP Morgan 'Global Asset Allocation'" tanggal 25 Juli 2014.

"Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Minggu ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar. Meskipun calon presiden Prabowo kemungkinan akan menggugat hasil ini, para ahli strategi kami menolak intervensi konstitusional apa pun (ASEAN Equity Strategy, A. Srinath dkk., 13 Juli). Kami tetap optimistis terhadap prospek peningkatan tata kelola pemerintahan dan reformasi struktural yang seharusnya memberikan dorongan siklus bagi pasar saham Indonesia setelah pemerintah terbentuk (lihat Indonesia, Sin Beng Ong, 22 Juli)," bunyi dokumen Epstein.

Sri Mulyani sendiri muncul pada dokumen yang membahas kapasitasnya sebagai pejabat World Bank Group.

Mantan Menkeu Indonesia itu dibahas sebagai pelengkap untuk menentukan Corporate Scorecard World Bank.

Dalam "JP Morgan Global Asset Allocation" di Epstein File, dokumen memuat keterangan tentang FOMC, US Bond, hingga perkiraan (Forecast) mengenai saham apakah Bearish atau Bullish pada suatu negara.

JPMorgan Chase & Co sendiri merupakan perusahaan jasa keuangan dan bank investasi yang sempat mengelola dana Esptein senilai belasan triliun rupiah.

Hary Tanoesoedibjo disebut pada dokumen FBI Epstein Files berlabel 'Unclassified'.

Nama Joko Widodo ada di Epstein File. (ist) PerbesarNama Joko Widodo ada di Epstein File. (ist)

Dokumen dengan judul 'Federal Bureau of Investigation CHS Reporting' memuat nama Hary Tanoesoedibjo serta mengaitkannya dengan bisnis Donald Trump.

Hary Tanoe disebut berhubungan dengan Trump Residence Indonesia yang direncanakan di Bali.

Dalam dokumen, Hary Tanoe pernah mengenalkan Donald Trump dengan 'CIA-nya Indonesia', meski identitas orang tersebut belum jelas.

Pengusaha Eka Tjipta Widjaja juga ada pada dokumen yang Epstein File. Dokumen membahas transaksi properti mewah Donald Trump sekitar 6 tahun lalu.

Keluarga Widjaja diketahui berhubungan dengan penjualan rumah 9,5 juta dolar AS (Rp159 miliar) yang belokasi di Swiss.

Nama konglomerat dan Sri Mulyani nampak tidak berhubungan dengan kejahatan Epstein Files.

Beberapa dokumen memang memuat bukti kejahatan, namun sebagian dokumen hanya membahas bisnis universal.

Epstein sendiri mempunyai harta fantastis dan banyak koneksi. Ia diprediksi memperhatikan beberapa aspek serta indikator sebelum memutuskan investasi di wilayah atau sektor tertentu.

Editor: Cesar Uji Tawakal

Tag:  #konglomerat #indonesia #mulyani #disebut #sebut #epstein #files #begini #penjelasannya

KOMENTAR