13 Calon Petugas Haji Dicopot Saat Diklat, Wamenhaj: Tidak Ada yang Diistimewakan!
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak ketika ditemui dalam penutupan pembekalan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara 1, Halim Perdanakusuma, Jumat (30/1/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
18:34
30 Januari 2026

13 Calon Petugas Haji Dicopot Saat Diklat, Wamenhaj: Tidak Ada yang Diistimewakan!

- Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pihaknya tidak memberikan perlakuan istimewa kepada siapa pun yang mengikuti Pembekalan Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026.

Hal ini dibuktikan dengan adanya pencopotan 13 calon petugas haji saat diklat karena berbagai pelanggaran, mulai dari indisipliner, pemalsuan absensi, hingga sakit kronis.

"Ada yang sakit, ada yang indisipliner, ada yang mau distimewakan, karena ini tempatnya sama. Jadi, tidak ada yang distimewakan, maka kemudian kami copot," kata Dahnil, usai penutupan pembekalan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara 1, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Dahnil mengungkap, ada calon petugas yang memalsukan absensi hingga tidak mau mengakui dirinya sakit, padahal hasil Medical Check Up (MCU) menunjukkan penyakit tuberkulosis (TBC).

Baca juga: Wamenhaj: Ada 13 Calon Petugas Haji yang Dicopot dari Proses Diklat

Dahnil menegaskan, tidak ada toleransi bagi calon petugas haji yang melanggar aturan selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.

"Itu langsung dicopot, juga ada yang sakit, sakit tapi tidak ngaku sakit padahal kemudian temukan ternyata yang bersangkutan itu sakit yang kronis, misal TBC," ucap dia.

Dahnil mengingatkan, ketika sudah berangkat ke Tanah Suci, seluruh petugas haji harus disiplin dan menjalankan tugas serta fungsinya masing-masing.

Petugas haji diminta untuk meluruskan niat untuk fokus melayani, bukan justru meminta untuk dilayani selayaknya jemaah haji.

Baca juga: Prajurit TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Jualan Pakai Spons Resmi Ditahan

"Kalimat pertama yang selalu kami ingatkan itu niatkan dulu jadi petugas. Karena banyak yang terjadi sebelum-sebelumnya petugas haji itu malah minta dilayani malah, bahkan ngilang pada saat ada di Mekkah, di Madinah dan sebagainya," kata dia.

Oleh sebab itu, diklat semi-militer PPIH Arab Saudi digelar untuk membangun kekompakan dan kedisiplinan para petugas haji.

"Kami harapkan dengan pola ini kita bisa menjawab kritik publik selama ini untuk menghindari ada orang-orang yang nebeng naik haji," kata Dahnil.

Tag:  #calon #petugas #haji #dicopot #saat #diklat #wamenhaj #tidak #yang #diistimewakan

KOMENTAR