Update Banjir Jakarta: 90 RT dan 9 Ruas Jalan Masih Tergenang hingga Sabtu Pagi
- Banjir terjadi di Jakarta sejak Kamis (22/1/2026) akibat hujan deras serta luapan tiga sungai besar.
- Hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 06.00 WIB, 90 RT dan 9 ruas jalan tergenang di empat wilayah kota.
- BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk menyedot genangan dan menargetkan banjir segera surut dalam waktu cepat.
Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1/2026) menyebabkan genangan banjir di sejumlah kawasan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 06.00 WIB, banjir masih merendam 90 RT dan 9 ruas jalan di empat wilayah kota.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan genangan terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai luapan sejumlah sungai, seperti Kali Angke, Kali Pesanggrahan, dan Kali Ciliwung.
“Sebaran genangan masih terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara,” kata Yohan kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).
Di Jakarta Barat, banjir paling luas dengan total 51 RT terdampak.
Genangan terjadi antara lain di Kelurahan Duri Kosambi, Rawa Buaya, Kedaung Kali Angke, Kapuk, hingga Kedoya dan Kembangan.
Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga 120 sentimeter, dipicu hujan deras dan luapan Kali Angke serta Kali Pesanggrahan.
Sementara di Jakarta Timur, tercatat 25 RT tergenang. Banjir terparah terjadi di wilayah bantaran Kali Ciliwung, seperti Cawang, Kampung Melayu, Bidara Cina, dan Cililitan, dengan ketinggian air mencapai 250 sentimeter di beberapa titik.
Di Jakarta Selatan, banjir merendam 7 RT di Rawajati, Pejaten Timur, dan Kebon Baru. Genangan tertinggi terjadi di Pejaten Timur dengan ketinggian air mencapai 210 sentimeter akibat luapan Kali Ciliwung.
Adapun di Jakarta Utara, banjir terjadi di 7 RT Kelurahan Kapuk Muara dengan ketinggian air hingga 75 sentimeter.
Selain permukiman warga, BPBD juga mencatat 9 ruas jalan masih tergenang, seluruhnya berada di wilayah Jakarta Barat, di antaranya Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Kapuk Bongkaran, Jalan Strategi Raya Joglo, dan Jalan Prepedan Raya Kamal. Ketinggian genangan berkisar 10 hingga 30 sentimeter, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.
BPBD juga melaporkan ribuan warga terdampak banjir terpaksa mengungsi.
PerbesarWarga berada di rumah saat banjir merendam perkampungan di Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta, Jumat (23/1/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc]Lokasi pengungsian tersebar di masjid, musholla, aula kelurahan, RPTRA, hingga rusunawa di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Jumlah pengungsi mencapai ratusan kepala keluarga dengan ribuan jiwa, termasuk kelompok rentan.
Di sisi lain, BPBD menyatakan sejumlah wilayah sudah mulai surut, antara lain di Kelurahan Sukabumi Utara, Tanjung Barat, Cipulir, Duren Tiga, dan Cipinang Muara.
Beberapa ruas jalan di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara juga dilaporkan telah kembali normal.
“BPBD DKI Jakarta terus mengerahkan personel untuk memonitor genangan dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan dan memastikan sistem drainase berfungsi optimal,” ujar Yohan.
BPBD menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat seiring berjalannya upaya penanganan di lapangan.
Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera menghubungi layanan darurat 112 apabila membutuhkan bantuan.
Tag: #update #banjir #jakarta #ruas #jalan #masih #tergenang #hingga #sabtu #pagi