Pimpinan MPR Sebut Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Sejalan dengan Prinsip Bebas Aktif
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dengan Dewan Perdamaian besutan Presiden AS Donald Trump sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.
Eddy mengatakan, prinsip politik luar negeri bebas aktif memberi ruang bagi Indonesia untuk terlibat dalam berbagai inisiatif perdamaian, tanpa terikat pada blok atau kubu tertentu.
“Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif memberikan ruang bagi Indonesia untuk terlibat dalam berbagai upaya perdamaian tanpa terikat pada blok atau kubu tertentu,” ujar Eddy dalam keterangan resminya, Jumat (23/1/2026).
“Keputusan ini adalah bentuk nyata dari penerapan politik luar negeri Indonesia yang independen dan aktif dalam mencari solusi perdamaian dunia,” imbuh dia.
Menurut Eddy, keputusan tersebut juga sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945 yang menegaskan peran aktif Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Oleh karena itu, ia mendukung pernyataan Prabowo yang menyatakan bahwa keterlibatan di Dewan Perdamaian justru memberikan jalan bagi Indonesia untuk terlibat aktif mewujudkan perdamaian dunia.
Poltikus Partai Amanat Nasional ini menambahkan, partisipasi Indonesia dalam Board of Peace juga menunjukkan konsistensi pemerintah dalam memainkan peran proaktif di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
“Melalui BOP ini, Indonesia dapat berperan lebih aktif dalam implementasi keberpihakan terhadap Palestina dengan mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, dan memperluas akses bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang berada di Gaza,” kata Eddy.
Dia juga mengingatkan, Indonesia punya tanggung jawab moral untuk terlibat dalam setiap inisiatif perdamaian.
“Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dan berperan aktif dalam diplomasi internasional, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung setiap inisiatif yang bertujuan mengurangi ketegangan dan memastikan perdamaian bagi rakyat Palestina,” kata Eddy.
Indonesia gabung Dewan Perdamaian
Diberitakan sebelumnya, Indonesia resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa Indonesia dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah menyambut baik undangan tersebut.
“Menteri Luar Negeri Republik Turkiye, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian,” tulis Kementerian Luar Negeri melalui unggahan di media sosial X, Kamis (22/1/2026).
Setelah itu, Indonesia dan negara-negara terkait akan menandatangani dokumen keanggotaan sesuai dengan prosedur hukum masing-masing negara.
Para menteri dari negara-negara tersebut juga menegaskan kembali dukungan terhadap pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagaimana tercantum dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza yang didukung Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
Tag: #pimpinan #sebut #indonesia #gabung #dewan #perdamaian #sejalan #dengan #prinsip #bebas #aktif