Rahayu Saraswati Cerita 10.000 Konstituen Tolak Ia Mundur dari DPR
Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menggunakan wastra Nusantara saat masih menduduki kursi tersebut.(dok. Instagram @rahayusaraswati)
15:26
22 Januari 2026

Rahayu Saraswati Cerita 10.000 Konstituen Tolak Ia Mundur dari DPR

- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati mengungkapkan bahwa 10.000 orang konstituen yang meneken petisi menolak pengunduran dirinya dari DPR.

Sara, sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa petisi itu menjadi salah satu alasan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR menolak pengunduran dirinya.

"Dalam hal ini sebagai anggota DPR RI terpilih dari Dapil Jakarta III, mendapatkan kabar bahwa MKD itu mengambil keputusan justru berdasarkan petisi yang telah ditandatangani oleh 10.000 rakyat di Dapil," kata Sara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

Politikus Partai Gerindra ini menuturkan, konstituen memang punya hak untuk memecat dirinya dari jabatan wakil rakyat.

Namun, dalam hal ini, konstituen dari daerah pemilihan DKI Jakarta III itu justru meminta Sara untuk tetap menjadi anggota DPR.

"(Konstituen) memang punya hak sebenarnya kalau ada yang ingin untuk memecat saya, ya konstituen yang sebenarnya punya hak. Tapi ini justru kebalikannya karena mereka menyatakan penolakan terhadap pengunduran diri saya," kata Sara.

Oleh karena itu, Sara mengaku bersyukur masih diberi kepercayaan oleh konstituen untuk tetap berada mewakili di parlemen.

Sara memahami, terlepas dari dinamika yang terjadi, ia perlu melanjutkan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

"Terlepas dari dinamika yang terjadi di bulan Agustus dan September, saya punya tanggung jawab bagi mereka. Sehingga kalau misalkan nanti dari pihak kembali lagi konstituen meminta untuk saya berhenti ya tentunya saya harus minimal mencobalah untuk bisa membuat mereka bangga dan melakukan tugas saya dengan baik," kata Sara.

Ia juga tidak memungkiri bahwa ada putusan MKD yang membuatnya tetap bertahan menjadi anggota DPR meski sempat mengajukan pengunduran diri.

"Bahwa ada keputusan yang telah dikeluarkan oleh MKD kemarin, sehingga saya sebagai warga negara Indonesia tentunya harus taat hukum," kata Sara.

Sara mundur dari DPR, tetapi batal

Sara sebelumnya sempat menyatakan mundur dari jabatan anggota DPR pada 10 September 2025 lalu.

Keputusan ini diambil karena ucapannya di sebuah siniar dikritik publik.

Pernyataan yang dimaksud itu merupakan bagian dari wawancara eksklusif di Antara TV Indonesia dengan judul ”Rahayu Saraswati Kupas Isu Perempuan hingga Kolaborasi Ekonomi Kreatif”.

Rekaman itu tayang dengan durasi 42 menit, tetapi video tersebut dipotong dan hanya diambil pada menit ke-25 hingga menit ke-27.

Sara memandang, ini merupakan upaya pihak-pihak tertentu yang ingin memantik amarah masyarakat.

"Cukup panjang sebenarnya. Dua menit lebih yang dijadikan beberapa kalimat oleh pihak-pihak yang ingin menyulutkan api amarah masyarakat,” ujar Sara.

Pernyataan Rahayu yang dipenggal itu membicarakan isu seputar lapangan kerja. P

Pada pokoknya, ia terkesan sedang mendorong para kawula muda untuk tidak bergantung pada pemerintah, melainkan mencoba peruntungannya sendiri.

Dalam pernyataannya, Rahayu menyatakan, dirinya merupakan bagian generasi milenial yang memiliki pandangan untuk tidak bersandar pada sektor pekerjaan yang sudah melalui masa otomasi.

Ia lalu mengajak anak muda menjadi pengusaha baik di bidang kuliner, fashion, multimedia, dan lainnya.

“Menurut saya, anak-anak muda, ayo kalian kalau punya kreativitas jadilah pengusaha, jadilah entrepreneur, daripada ngomel enggak ada kerjaan, bikin kerjaan buat teman-teman lu,” kata Sara dalam video itu.

“Jangan hanya bersandar, karena kalau masih bersandar kepada sektor-sektor padat karya dan bersandar kepada pemerintah untuk provide the jobs, kita masih di zaman kolonial berarti, yang di mana kita bersandar kepada si raja, dan si ratu, dan si priayi untuk kasih kita kerjaan. No, kita sudah move on dari situ,” ujar Sara melanjutkan.

Sara mengatakan, dalam siniar itu, ia tidak berniat menyakiti atau merendahkan masyarakat, terutama kaum muda.

Meski demikian, keponakan Presiden Prabowo Subianto itu menyatakan memohon maaf dan mengajukan pengunduran diri.

“Tidak ada maksud maupun tujuan dari saya sama sekali untuk meremehkan bahkan merendahkan upaya dan usaha yang dilakukan oleh masyarakat, terutama anak-anak muda yang ingin berusaha, tetapi menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan,” kata Sara.

Namun, pengunduran diri Sara rupanya ditolak oleh MKD DPR.

Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan, Sara menyatakan mundur karena tekanan yang muncul akibat ucapannya yang dipotong.

Namun, pernyataan pengunduran diri itu hany disampaikan secara lisan.

“Karena tekanan, menurut ini, itu Sara ini mengundurkan diri secara lisan. Kemudian, secara administrasinya, tidak ada surat tertulis pengunduran diri,” ujar Dasco saat dihubungi, Kamis (30/10/2025).

Tag:  #rahayu #saraswati #cerita #10000 #konstituen #tolak #mundur #dari

KOMENTAR