Sekarang Sertifikat Juara Lomba Bidang Seni Bisa Jadi Nilai Tambah Saat Pendaftaran Murid Baru
Kemendikdasmen mengintegrasikan nilai TKA dan prestasi non akademik dalam SPMB 2026/2027 untuk seleksi yang lebih objektif dan adil. (Istimewa)
09:08
21 Januari 2026

Sekarang Sertifikat Juara Lomba Bidang Seni Bisa Jadi Nilai Tambah Saat Pendaftaran Murid Baru

- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengeluarkan surat edaran yang mengatur integrasi nilai dari tes kemampuan akademik (TKA) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Dengan kebijakan ini, nilai TKA akan digunakan dalam jalur prestasi akademik sebagai salah satu kriteria dalam proses seleksi penerimaan murid baru.

Tujuan dari ketentuan ini adalah untuk menciptakan mekanisme seleksi yang lebih objektif, terstandar, dan adil, serta mengurangi ketergantungan pada berbagai penilaian yang berbeda di setiap satuan pendidikan. Surat edaran ini diharapkan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam melaksanakan seluruh tahapan SPMB dengan cara yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Selain itu, Minhajul Ngabidin, Pembina Tim Kerja Peserta Didik Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, menjelaskan bahwa prestasi non-akademik siswa juga dapat menjadi nilai tambah dalam jalur prestasi SPMB. Misalnya, sertifikat juara di bidang seni seperti menggambar dan mewarnai.

“Jadi seperti lomba Creative Family Award ini bisa didaftarkan ke Puspresnas (pusat prestasi nasional, red) untuk mendapat pengakuan ajang yang sudah dikurasi Kemendikdasmen. Sertifikatnya bisa untuk daftar SPMB,” ujarnya saat menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba Creative Family Award (CFA) -Art Alive Faber-Castell periode 2024/2025, di Jakarta, Selasa (20/1).

Minhajul juga menekankan bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh nilai Matematika yang tinggi, seperti 8, 9, atau 10, atau nilai IPA dengan angka yang sama. Dia menyatakan bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu khawatir jika anak-anak mereka tidak unggul di bidang akademik.

“Tidak usah khawatir, mungkin anak-anak ini punya potensi lain yang bisa dikembangkan. Seperti misalnya melalui bakat, minat di bidang seni, kepemimpinan, atau lainnya,” tambahnya.

Dia juga membahas tentang teori yang menunjukkan bahwa hal-hal yang dapat membawa seseorang menuju kesuksesan di masa depan tidak hanya bergantung pada kemampuan akademik. Menurutnya, kontribusi kemampuan akademik hanya sekitar 20 persen.

“Apa 80 persennya? 80 persennya adalah bagaimana anak-anak mempunyai karakter, keberanian, dan jiwa kerja sama, di samping kemampuan akademik tadi,” jelasnya.

Dengan demikian, Minhajul menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terus berupaya menyelenggarakan kegiatan yang mendukung peningkatan dan pengembangan soft skill serta karakter peserta didik, termasuk ajang Creative Family Award (CFA).

Sebagai informasi, CFA 2024/2025 telah berlangsung dengan tema Art Alive. Setelah melalui proses yang panjang, Faber-Castell mengumumkan lima pemenang nasional dari lomba yang menawarkan hadiah utama berupa wisata ke Malaysia. Kelima anak tersebut berasal dari berbagai latar belakang sekolah dan kota, termasuk Hafiza Khaira Nuril Huda dari SDN Jember Kidul 04, Jember, Jawa Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Richard Panelewen, Product Manager Faber-Castell International Indonesia, menjelaskan bahwa seni memiliki peran penting dalam perkembangan anak. Seni dapat merangsang kecerdasan anak, contohnya dalam seni menggambar doodle yang dapat merangsang otak kanan anak.

“Jadi doodling itu bisa merangsang otak kanan bekerja. Selain itu, melatih anak untuk memecahkan masalah atau problem solving, mencari jalan keluar dari gambar yang dibuat,” paparnya. Dia menambahkan, dengan melatih otak kanan, hal ini juga akan berpengaruh pada kreativitas dan emosi anak.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #sekarang #sertifikat #juara #lomba #bidang #seni #bisa #jadi #nilai #tambah #saat #pendaftaran #murid #baru

KOMENTAR