Melihat Dapur MBG yang Tak Pernah Tidur, Menyiapkan Ribuan Porsi Setiap Hari...
Udara dingin dini hari menyelimuti di Cianjur, Jawa Barat. Kabut menggantung rendah dan warga masih terlelap dalam tidurnya.
Namun, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cianjur sudah sibuk dengan aktivitasnya.
Panci-panci besar mengepul, tangan-tangan petugas sibuk bergerak, dan aroma masakan perlahan mengisi ruangan, menembus dinginnya pagi.
Sebelum memasuki ruang dapur, setiap orang wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, sandal, dan penutup rambut.
Tujuannya, agar bakteri dari luar tak masuk ke dalam makanan.
Di ruang produksi, sudah tersusun 10 food pan berisi spageti yang menjadi menu pilihan Makanan Bergizi Gratis (MGB) pada Senin (19/1/2026).
Selain spageti, mereka juga menyiapkan beef bolognese, keripik tempe, tumis wortel dan buncis, dan stroberi.
Kemudian di sebelah meja terdapat ratusan keripik tempe yang sudah dibungkus plastik di dalam wadah besar.
Sementara kompor masih menyala dan beberapa koki sedang memasak beef bolognese. Menu MBG ini dibuat untuk 2.735 porsi.
Tenaga Ahli Investigasi BGN, Herman Susilo sempat berbincang dengan para petugas yang bekerja di dapur SPPG.
“Senang enggak kerja di sini?” tanya Herman.
“Senang, Pak, senang kerja di sini,” jawab para petugas serentak.
Salah satu Petugas SPPG mengatakan, proses memasak bahan makanan sudah terjadwal dari sore sampai dini hari.
“Kita sudah persiapan itu dari sore, jadi jam 12 malam bahan diproses untuk segera dimasak,” kata dia.
Lantai hingga dinding dapur juga diatur
Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke empat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (19/1/2026) dini hari.
Herman Susilo juga memberikan beberapa catatan untuk perbaikan dapur, salah satunya, meminta seluruh lantai di dapur SPPG harus epoxy agar tidak licin.
“Lantai di-epoxy agar enggak licin sehingga menjamin keamanan kerja agar tidak ada potensi bakteri dan mudah dibersihkan,” kata Herman.
Herman juga meminta dinding harus menggunakan cat biru dan putih serta tidak mudah mengelupas sehingga tak terkontaminasi terhadap makanan.
“Warnanya biru minimal dua meter atasnya putih,” ujarnya.
Kemudian Herman melihat atap dapur, dia meminta atap dapur untuk dilakukan pemeriksaan guna memastikan tidak ada yang bolong.
“Atap harus tertutup karena harus menghindari hama tikus serangga kalau masih ada lubang harus ditutup,” tuturnya.
Evaluasi dapur terus berlanjut
BGN mengakui sejumlah SPPG belum sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan program MBG.
Herman mengatakan, ini terjadi karena ada fase percepatan pembangunan dapur pada awal tahun 2025.
“Ini dapur yang berdiri di awal-awal tahun ya, yang bulan Januari 2025 itu dapur percepatan. Kalau sekarang (dapur SPPG) harus sesuai SOP,” kata Herman.
Herman mengingatkan keempat dapur SPPG untuk melakukan memperbaiki lantai dan tata pengelolaan ruang penyimpanan selama dua pekan.
“Itu dalam 2 pekan harus selesai kalau belum selesai, kita akan keluarkan surat penutupan sementara,” ucap dia.
Tag: #melihat #dapur #yang #pernah #tidur #menyiapkan #ribuan #porsi #setiap #hari