36.609 Rumah Rusak Berat dan 22.020 Rusak Sedang akibat Banjir Sumatera
- Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Amran, mengatakan, pihaknya mencatat sebanyak 36.609 rumah rusak berat akibat banjir Sumatera.
"Saat ini sudah divalidasi sebanyak 104.622 rumah. Rusak ringan 37.552, rusak sedang 22.020, rusak berat 36.609. Jadi ini data yang sudah divalidasi Badan Pusat Statistik," tutur Amran saat konferensi pers, di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Amran menjelaskan bahwa data yang sudah divalidasi BPS itu digunakan sebagai data terakhir yang telah disampaikan ke BNPB dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
"Jadi ini data yang sudah divalidasi oleh BPS. Kita bersumber kepada data yang validasi BPS. Ada beberapa data yang memang sudah disampaikan baik ke BNPB maupun ke Kementerian Perumahan, nah ini tentunya terakhir divalidasi oleh BPS," tutur dia.
Uang kompensasi untuk rumah rusak
Amran juga menjelaskan, kategori rusak ringan akan mendapatkan uang kompensasi Rp 15 juta per orang per kepala keluarga.
Sementara itu, Rp 30 juta untuk rusak sedang, Rp 60 juta untuk rumah rusak berat, ditambah bantuan perabotan serta dukungan ekonomi dari Kementerian Sosial Rp 3 juta.
Uang kompensasi akan diberikan setelah data tervalidasi. Pemerintah menargetkan proses validasi data rampung paling lambat tanggal 31 Januari 2026.
"Maka dari itu sebelum 31 (Januari) ini akan kita validasi. Nanti data tersebut akan digunakan oleh BNPB untuk membayarkan sesuai dengan tingkatan rumah yang rusak," ujar dia.
Validasi juga akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri untuk memastikan kesesuaian nomor induk kependudukan (NIK) yang terdaftar.
"Memang ada beberapa proses validasi data yang sudah masuk, termasuk validasi untuk NIK dan sesuai nomor NIK-nya dan penggantian akan dilakukan setelah data sudah valid keseluruhan," kata Amran.
Tag: #36609 #rumah #rusak #berat #22020 #rusak #sedang #akibat #banjir #sumatera