Tim Penyelamat Kesulitan Cari Korban Pesawat ATR 42-500: Medan Terjal, Pagi-Sore Hujan
Tim SAR Gabungan membawa kantong berisi serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk. ANTARA FOTO/Muchtamir/Lmo/tom.(Muchtamir)
15:38
20 Januari 2026

Tim Penyelamat Kesulitan Cari Korban Pesawat ATR 42-500: Medan Terjal, Pagi-Sore Hujan

- Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan tim penyelamat kesulitan dalam mencari korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros, Sulawesi Selatan.

Dudy mengatakan, ketika berkunjung ke lokasi pada Senin (19/1/2026), awan di sana tebal, dan bahkan hujan mengguyur terus.

"Pada saat kunjungan dilakukan hari Senin kemarin, bahwa terlihat memang kondisi cuaca di lokasi cukup tebal awannya. Jadi, dari pagi hingga sore cuacanya hujan, dan itu sangat menyulitkan bagi tim penyelamat atau rescuer untuk melaksanakan pekerjaannya," kata Dudy, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Dudy mendapati medan yang dihadapi cukup terjal, dengan kemiringan 70-80 derajat.

Akibat hujan yang terus menerus, medan yang terjal itu pun menjadi licin.

"Medan yang kami lihat cukup terjal, dengan kemiringan kurang lebih hampir sampai 70-80 derajat, dengan kondisi licin dan hujan. Sehingga menyulitkan. Mungkin nanti dari Basarnas detailnya," ujar dia.

Menurut Dudy, hingga saat ini, tercatat ada 1.200 petugas yang berusaha mengevakuasi korban pesawat ATR 42-500.

Dia turut menekankan bahwa black box dari pesawat ATR 42-500 belum ditemukan.

"Sebab dari kejadian tersebut tentu kami masih menunggu hasil penyelidikan KNKT, dan bisa kami sampaikan kami belum dilaporkan apakah sudah ditemukan atau tidak black box-nya," imbuh Dudy.

Kronologi pesawat ATR jatuh

Pesawat turboprop ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat melintas di kawasan pegunungan Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Pesawat itu tengah menjalankan penerbangan dari Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Putusnya komunikasi terjadi di wilayah dengan kontur pegunungan terjal dan akses terbatas.

Kondisi medan tersebut langsung memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan awak dan penumpang, sekaligus potensi hambatan pencarian serta evakuasi.

Data awal menyebut pesawat mengangkut 11 orang dan menjalankan penerbangan sewaan untuk Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Pesawat dijadwalkan mendarat di Makassar, pada Sabtu siang.

Namun, sebelum mencapai bandara tujuan, kontak dengan pesawat mendadak terputus.

AirNav Makassar melaporkan, pesawat ATR 42-500 itu menghilang dari pantauan radar saat berada di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan.

Hingga kini, telah ditemukan 2 korban dalam kondisi meninggal dunia.

Tag:  #penyelamat #kesulitan #cari #korban #pesawat #medan #terjal #pagi #sore #hujan

KOMENTAR