Profil Sahrin Hamid, Ketum Gerakan Rakyat yang Deklarasikan Jadi Parpol dan Dukung Anies
- Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat kini mendeklarasikan dirinya sebagai partai politik.
Gerakan Rakyat akan dipimpin oleh Sahrin Hamid selaku ketua umum, yang menargetkan resmi terdaftar sebagai parta politik pada Februari 2026.
"Kita harus menargetkan pada Februari, partai ini telah terdaftar di Kementerian Hukum Republik Indonesia," ujar Sahrin dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 Gerakan Rakyat di Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Kendati demikian, Sahrin mengakui bahwa syarat agar terdaftar sebagai partai politik di Kementerian Hukum (Kemenkum tidaklah mudah.
Pertama adalah memiliki kepengurusan di tingkat pusat dan daerah yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Kedua, setidaknya memiliki 75 persen kepengurusan tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
"Ketiga, kita harus memiliki struktur di 50 persen kecamatan se-Indonesia dari 7.000-an kecamatan. Maka, kita harus punya DPC, yakni 3.069 DPC di seluruh Indonesia," ujar Sahrin.
Dukung Anies Jadi Presiden
Salah satu harapan Gerakan Rakyat usai mendeklarasikan diri sebagai partai politik adalah mendukung Anies Baswedan menjadi presiden.
"Satu hal kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti insyaallah adalah Anies Rasyid Baswedan," ujar Sahrin.
Sahrin menegaskan, deklarasi Partai Gerakan Rakyat adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan alat perjuangan politik yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Menurut dia, Partai Gerakan Rakyat lahir dari semangat kolektif para anggota yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan satu tekad yang sama.
"Ini tentunya adalah hari yang sangat bersejarah buat kita. Sebuah hari di mana kerinduan terhadap sebuah kekuatan politik alternatif, sebuah kekuatan partai politik alternatif, sebuah alat perjuangan alternatif yang lahir dari orang-orang kecil, yang lahir dari orang-orang biasa,” kata Sahrin.
Mantan Gubernur DKI Jakarta sekaligus Anggota Kehormatan Ormas Gerakan Rakyat, Anies Baswedan saat memberikan keterangan usai pembukaan Rakernas I Gerakan Rakyat di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Profil Sahrin Hamid
Sahrin Hamid sendiri merupakan politikus kelahiran Tobelo, Maluku Utara, pada 4 Desember 1974.
Ia berkuliah lulusan S1 Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung pada 2000. Setelah itu, Sahrin juga mengenyam pendidikan S1 Fakultas Hukum Universitas Jakarta dan lulus pada 2004.
Kemudian, Sahrin mengambil Magister Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Nasional dan lulus pada 2024.
Nama Sahrin Hamid di dunia politik pernah menjadi Ketua Umum Barisan Muda Partai Amanat Nasional (PAN) pada 2003-2006.
Ia juga pernah menduduki posisi Ketua DPW PAN Maluku Utara (2010-2015) dan Ketua DPP PAN (2010-2015).
Sahrin Hamid juga pernah menjabat sebagai anggota DPR periode 2004-2009 lewat mekanisme penggantian antar waktu (PAW) dari Cecep Rukmana.
Sahrin Hamid juga pernah maju sebagai calon wakil gubernur Maluku Utara pada 2013, tetapi gagal ketika mendampingi Muhajir Albaar. Ia juga gagal dalam pemilihan anggota legislatif (pileg) DPR dari PAN pada 2014.
Singkat cerita, Sahrin Hamid menjadi salah satu juru bicara Anies Baswedan ketika mengikuti pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Pada tahun yang sama, ia juga mendirikan ormas Gerakan Rakyat yang mendukung pasangan calon nomor urut 1 itu.
Selain di dunia politik, nama Sahrin Hamid juga tercatat pernah menjadi Presiden Direktur PT Jakabeka Morotai.
Kini, Sahrin Hamid ditunjuk sebagai Komisaris PT Jakarta Propertindo (JAKPRO) oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Agustus 2025.
Tag: #profil #sahrin #hamid #ketum #gerakan #rakyat #yang #deklarasikan #jadi #parpol #dukung #anies