Usul Pribadi Ketua DPD: Sebaiknya Pilkada Langsung Ditinjau Ulang
Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin(KOMPAS.COM/FIRMANSYAH)
14:54
14 Januari 2026

Usul Pribadi Ketua DPD: Sebaiknya Pilkada Langsung Ditinjau Ulang

- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin menilai, Pilkada langsung yang saat ini berlaku sebaiknya ditinjau ulang.

Pandangannya itu dituliskan dalam sebuah buku berdasarkan pengalaman politik yang ia alami.

Hal ini disampaikan Sultan, menanggapi usulan kepala daerah dipilih oleh DPRD.

"Atas dasar pengalaman empiris berkali-kali ikut Pemilu, memang saya membuat buku waktu itu sebaiknya memang Pilkada langsung atau demokrasi langsung, itu ditinjau ulang," kata Sultan, di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).

Sultan mengungkapkan, berdasarkan pengalaman pribadinya itu, biaya politik di Indonesia cenderung mahal dengan Pilkada langsung.

Mahalnya biaya politik itu terjadi di semua pemilihan, mulai dari pemilihan DPRD, bupati, wali kota, gubernur, hingga presiden.

Ia bahkan mengeklaim, biaya politik di Indonesia menjadi yang termahal di dunia.

"Mungkin termahal di dunia. Kalau saya secara pribadi dengan mahalnya biaya politik, mahalnya negara mengeluarkan anggaran untuk hanya perhelatan sebuah Pilkada dan Pilpres, mahalnya biaya yang dikeluarkan oleh calon itu sendiri, maka saya pribadi melihat ini harus ditinjau ulang," ucap dia.

Kendati demikian ia menyatakan, usulannya tidak serta merta menghilangkan Pilkada langsung.

Ia menilai, Pilkada langsung masih dapat dilakukan di level yang lebih kecil, ketika pemilihan Gubernur di level provinsi diambil alih oleh DPRD.

"Secara pribadi saya pernah mengatakan bahwa kalau mau titik tengahnya itu mungkin provinsi. Kalau provinsi itu tidak langsung rasionalisasinya masih bisa dimungkinkan, lebih gampang. Karena apa? Karena sebagai wakil pemerintah pusat di daerah itu adalah provinsi," beber dia.

Kendati demikian, sikapnya ini tidak mewakili sikap lembaga.

Ia tengah menunggu hasil kajian internal mengenai hal itu.

Ia menyebut, kajian diperlukan agar demokrasi tidak serta-merta kehilangan makna, kalaupun ada pergeseran bentuk pemilihan.

"Tinggal kita tunggu nanti hasil kajian kita DPD, mana yang terbaik. DPD akan mengkaji itu secara dalam sehingga kajian kita juga tidak serta-merta nanti membuat demokrasi kita kehilangan makna, kehilangan kualitas. Tapi juga poinnya adalah bagaimana memastikan demokrasi kita lebih efisien dan efektif," ujar Sultan.

Tag:  #usul #pribadi #ketua #sebaiknya #pilkada #langsung #ditinjau #ulang

KOMENTAR