Penjelasan KSAD soal Biaya Pengeboran Sumur di Lokasi Bencana Sumatera Capai Rp 150 Juta
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan alasan biaya pengeboran sumur di lokasi bencana Sumatera membutuhkan anggaran Rp 150 juta.
Eks Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) tersebut menekankan, pengeboran untuk satu rumah sangat berbeda dengan pengeboran yang diperuntukkan bagi satu desa.
“Kalau hanya untuk satu rumah, mungkin bisa saja yang kayak di rumah-rumah kita. Rumah saya di Bandung, mungkin enggak sampai Rp 10 juta, jadi tuh air, hanya untuk kepentingan satu keluarga,” jelas dia di Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (6/1/2026).
Namun, pengeboran air untuk satu desa memiliki kepentingan yang jauh lebih luas.
Karena diperuntukkan bagi satu desa, pengeboran harus menggunakan sumur dalam dengan kedalaman puluhan hingga ratusan meter untuk menjangkau lapisan air tanah.
“Prosesnya ya cukup rumit, tidak seperti membuat sumur-sumur yang di rumah-rumah yang hanya mungkin 20 meter. Beberapa daerah di Indonesia ini, banyak daerah-daerah yang sumber airnya sulit. Kalau gampang, dari dulu sudah ada airnya di sana,” tegas dia.
Terlebih, saat pengeboran sumur dalam, kerap muncul kendala.
Mata bor bisa patah, atau setelah dibor ternyata tidak ditemukan air sehingga harus berpindah lokasi.
“Nah yang seperti-seperti ini ya, teman-teman media saya sudah sampaikan, marilah kita bersama-sama. Jangan semua merasa mengoreksi terus,” ucap dia.
“Ya enggak apa-apa, kritik bagus supaya kami juga mengevaluasi, tapi memberi kesan bahwa dia mengerti, kita buat salahnya banyak, ya enggak gitu-gitu juga,” tambah dia.
Rapat Terbatas di Aceh Tamiang
Diberitakan sebelumnya, menurut siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026).
Dalam rapat terbatas, Prabowo bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membahas soal pengeboran sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Suharyanto menjelaskan, biaya pengeboran sumur dengan kedalaman 100–200 meter berkisar Rp 100 juta hingga Rp 150 juta.
Pernyataan itu dibenarkan oleh Maruli.
Prabowo menilai, biaya pengeboran sumur dengan kedalaman tersebut masih tergolong terjangkau, terutama karena air yang dihasilkan dapat langsung diminum dan dimanfaatkan masyarakat terdampak bencana.
”Maaf ya kalau satu (sumur bor 100-200 meter) Rp 150 juta itu saya anggap relatif murah itu,” kata dia.
Prabowo menyampaikan hal tersebut karena ia juga pernah membangun sumur bor dengan biaya lebih dari Rp 100–150 juta.
Oleh sebab itu, ia menilai laporan biaya yang disampaikan Maruli dan Suharyanto tergolong murah, mengingat kedalaman sumur mencapai 100–200 meter serta sudah mencakup instalasi pendukung seperti tangki air.
”Lengkap, bapak.
Dengan instalasi airnya, kemudian juga ada tangki airnya dan bisa langsung diambil oleh masyarakat,” ucap Suharyanto.
Dua Jenis Sumur Bor
Dalam dialog tersebut disampaikan bahwa BNPB bersama TNI-Polri dan instansi terkait membangun dua jenis sumur bor.
Pertama, sumur bor dengan kedalaman 20–30 meter yang menghasilkan air bersih untuk kebutuhan nonkonsumsi.
Kedua, sumur bor dengan kedalaman 100–200 meter yang diperuntukkan bagi kebutuhan konsumsi.
”Untuk yang dibangun Polri itu kedalamannya 20-30 meter, airnya hanya untuk membersihkan.
Kemudian yang dibangun oleh Pusterad, kami yang membiayai, itu kedalamannya 100-200 meter, itu yang untuk minum.
Jadi, semuanya sudah dilaksanakan,” jelasnya.
Sementara itu, Maruli menyatakan aparat telah membangun 129 titik sumur bor.
Jumlah tersebut belum termasuk sumur bor yang dibangun oleh Polri dan BNPB.
Jika digabungkan, total sumur bor di luar yang dibangun TNI AD mencapai lebih dari 129 titik.
Sumur-sumur tersebut dibangun di lokasi pengungsian dan titik lain sesuai kebutuhan masyarakat.
”Pengungsian yang kita bor, terus sekolah-sekolah, masjid-masjid, kecamatan.
Jadi, berkoordinasi dengan wilayah itu tempat mana yang diperlukan, pak,” ucap dia.
“Jadi, kami bekerja simultan. Dari Kemhan juga kami mengirim 10 pemadam kebakaran, makanya jalan cepat selesai di sini, pak,” tambah Maruli.
Tag: #penjelasan #ksad #soal #biaya #pengeboran #sumur #lokasi #bencana #sumatera #capai #juta