Ada Konflik AS vs Venezuela, Airlangga Sebut Harga Minyak Masih Rendah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai meninjau persiapan Work From Anywhere (WFA) di Pondok Indah Mall 1, Jakarta, Jumat (26/12/2025)(DBR)
17:18
5 Januari 2026

Ada Konflik AS vs Venezuela, Airlangga Sebut Harga Minyak Masih Rendah

- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, harga minyak dunia masih relatif rendah sekitar Rp 63 dolar AS per barrel usai meletusnya konflik Amerika Serikat (AS) versus Venezuela.

"Itu masih dimonitor karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak. Tetapi harga minyak kita monitor kalau satu dua hari ini pun tidak ada perubahan," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

"Tidak ada gejolak yang tinggi. Dan harga minyak relatif masih rendah kan masih sekitar Rp 63 dolar per barrel," imbuhnya.

Ia pun menyatakan akan terus memonitor perkembangan itu.

Adapun terkait konflik AS dan Venezuela, hubungan kedua negara itu memang telah mengalami pasang surut eskalasi cukup panjang sejak.

Ketidakpercayaan AS kemudian meningkat pasca naiknya mantan Presiden sayap kiri Venezuela, Hugo Chavez pada tahun 1999.

"Jadi memang pada waktu itu kan aset-aset Amerika dinasionalisasi. Nah, ini kemudian berikutnya kan sekarang dengan situasi seperti ini ya kita monitor aja seperti apa," ucap Airlangga.

Dampak ke RI terbatas

Terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, konflik tersebut hanya berdampak terbatas bagi Indonesia, mengingat letak geografis antar dua negara yang cukup jauh.

Terlebih, Venezuela tidak terlalu aktif dalam pasar minyak dunia karena keterbatasan kapasitas produksi.

"Itu kan jauh dari negara kita, Anda maunya apa? apa yang dipersiapin? Jadi gini, artinya kita mesti selalu menjaga kekuatan kita, gitu aja. (Dampaknya) terbatas, dari kita terlalu jauh," ucap Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Purbaya menjelaskan, konflik tersebut pun tidak berpengaruh pada penurunan suplai minyak dunia.

"Kan Amerika sudah izinkan (pengeboran) Alaska jadi nggak ngaruh ke suplai. Dan ke depan kalau dijalankan peningkatan produksinya, ya akan bagus juga untuk harga minyak dan suplai minyak dunia," jelas Purbaya.

Maduro dan istrinya diculik pasukan Delta Force AS di kediamannya pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

Penangkapan diawali dengan serangan oleh pasukan AS. AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah.

Setelah itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke AS.

Trump telah mendesak Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dan menuduhnya mendukung kartel narkoba.

Trump menuduh Maduro dan kartel narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal.

Tag:  #konflik #venezuela #airlangga #sebut #harga #minyak #masih #rendah

KOMENTAR