7 Panduan Puasa Aman untuk Penderita Maag dan GERD dari Para Dokter
Ilustrasi puasa. Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga membantu menata ulang emosi, stres, dan pola pikir menurut penjelasan psikiater.(Freepik)
04:05
21 Februari 2026

7 Panduan Puasa Aman untuk Penderita Maag dan GERD dari Para Dokter

- Menjalankan ibadah puasa bagi pengidap maag dan asam lambung, alias GERD (gastroesophageal reflux disease), sering kali menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Kondisi perut yang kosong dalam durasi lama sering dianggap sebagai pemicu utama meningkatnya rasa perih, mual, hingga nyeri ulu hati yang mengganggu aktivitas.

Namun, apakah sebenarnya pengidap asam lambung dan maag boleh berpuasa?

"Boleh tidaknya berpuasa pada seseorang yang menderita sakit lambung adalah tergantung dari keparahan sakitnya," kata Kepala Klinik Pratama Universitas Negeri Malang (UNM), dr. Ifa Mufida, MMRS, dalam tulisannya di situs web resmi UNM, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: 7 Kebiasaan dan Pola Makan yang Bisa Picu Sakit Maag

Berpuasa bagi pengidap asam lambung dan maag

Menurut dr. Ifa, sebelum berpuasa, dokter dapat melihat riwayat sakit lambung pada tiga bulan terakhir.

Akan tetapi, bagi para penderita yang telah disiplin dalam mengatur asupan makanan serta rutin menjalani terapi pengobatan, sekalipun memiliki riwayat penyakit maag, ada kemungkinan kondisi kesehatan mereka sebenarnya telah pulih.

Oleh karena itu, individu dengan kondisi tersebut sudah dinyatakan aman dan diperkenankan untuk menjalankan ibadah puasa.

Sementara untuk pengidap asam lambung, mereka juga boleh berpuasa menurut Dr. dr. Lianda Siregar, Sp. P.D, Subsp. G.E.H. (K), FACG, FINASIM.

"Tapi perlu berhahti-hati. Disarankan berbuka dengan makanan ringan dan menghindari makanan pedas, asam, serta berlemak. Hindari langsung tidur setelah sahur atau berbuka," kata dia dalam artikelnya di situs web resmi jaringan RS Pondok Indah.

Lebih lanjut, dr. Lianda mengungkapkan, ada beberapa alasan mengapa keluhan asam lambung membaik ketika pengidapnya menjalani puasa.

"Salah satunya adalah karena pola makan menjadi teratur, yaitu hanya pada saat sahur dan berbuka," ujar dia.

Ditambah lagi, asupan camilan tidak sehat yang mungkin sering dikonsumsi pada siang hari di luar bulan Ramadhan, berkurang. Begitu pula dengan terhentinya kebiasaan merokok, yang bisa memicu asam lambung naik.

"Pada bulan Ramadan, umat Muslim juga dianjurkan untuk menjaga emosi dan mengendalikan diri, sehingga dapat mengelola stres lebih baik," kata dr. Lianda.

Baca juga: Kiat-kiat yang Bisa Dilakukan untuk Mengelola Penyakit Maag

Tips berpuasa bagi pengidap asam lambung dan maag

Kata dr. Ifa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi mereka yang menjalani puasa agar penyakit lambungnya tidak mengalami kekambuhan.

1. Ubah pola pikir

Pertama, ia menyarankan agar pengidap asam lambung dan maag mengubah pola pikir bahwa puasa bukanlah penyebab penyakit mereka.

"Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa berpuasa justru menyebabkan pencernaan kita menjadi sehat," tutur dr. Ifa.

"Hal ini dikarenakan ketika berpuasa, organ pencernaan kita ada fase untuk beristirahat dan kadar hormon gastrin dalam tubuh akan membantu menurunkan asam lambung, sehingga penderita sakit maag bisa jadi akan sembuh dengan berpuasa," lanjut dia.

2. Jangan melewatkan sahur

Ada beberapa orang yang melewatkan sahur karena bangun kesiangan, atau terlalu mepet dengan waktu imsak, sehingga merasa tidak perlu sahur.

"Jangan pernah melewatkan sahur. Sahur akan memberikan tenaga yang dibutuhkan ketika berpuasa," tutur dr. Lianda.

3. Jangan makan berlebihan

Hindari makan berlebihan saat sahur dan berbuka puasa. Sebab, makan terlalu banyak pada satu waktu bisa menyebabkan lambung bekerja sangat keras, terutama setelah seharian lambung dikosongkan.

Jika makan terlalu banyak, dr. Ifa menjelaskan bahwa perut bisa terasa penuh dan begah karena asam lambung akan diproduksi secara berlebihan sebagai respon dari jumlah makanan yang terlalu banyak.

"Oleh karena itu, ketika makan dan sahur, disarankan untuk makan dengan perlahan dan jumlah secukupnya. Misalnya, saat berbuka diawali dengan minum air putih, makanan ringan misal kurma baru kemudian dilanjutkan makan besar dengan jumlah cukup," imbau dr. Ifa.

"Saat sahur dan berbuka puasa, konsumsi makanan secara perlahan, mulai dari makanan yang lembut," tutur dr. Lianda.

Baca juga: 7 Tips Puasa Lancar bagi Penderita Maag dan GERD

4. Hindari makanan pemicu asam lambung dan maag

Ada beberapa makanan yang sebaiknya jangan dikosumsi saat sahur dan berbuka puasa karena bisa memicu produksi asam lambung.

Di antaranya adalah makanan yang terlalu berlemak, terlalu pedas, terlalu asam, atau makanan siap saji seperti sosis, dan piza. Sementara minuman mencakup minuman yang mengandung kafein dan soda.

Selanjutnya adalah buah-buahan yang asam, seperti jeruk, lemon, tomat, nanas, dan grapefruit.

"Buah-buahan ini dapat memicu naiknya asam lambung dan memperburuk gejala GERD. Pilih buah yang tidak asam, seperti pisang, apel, atau melon," kata dr. Lianda.

Ia melanjutkan, makanan yang dikonsumsi sebaiknya yang mudah dicerna, seperti buah-buahan non-asam, sayuran rebus, oatmeal, dan roti gandum.

"Pilih juga sumber protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit dan ikan panggang, serta minum air putih yang cukup," tutur dr. Lianda.

5. Jangan tidur sesudah makan

"Tidur sesudah makan akan menyebabkan asam lambung kembali ke kerongkongan dan memicu produksi asam lambung berlebih penyebab kekambuhan dari maag," ujar dr. Ifa.

Oleh karena itu, saat berpuasa, akan lebih baik jika kamu mengambil waktu istirahat pada siang hari, daripada setelah sahur atau buka puasa.

6. Hindari menunda buka puasa

Salah satu kondisi yang sering membuat seseorang menunda buka puasa adalah karena terjebak macet di jalan sepulang kerja, dan tidak sempat membeli takjil.

Namun, dr. Lianda menyarankan agar buka puasa dilakukan tepata waktu.

"Berbuka puasa adalah waktu untuk memulihkan energi dan mengisi kembali semua nutrisi dan vitamin yang telah hilang sepanjang hari atau yang tidak diperoleh selama sahur," kata dia.

7. Kelola stres dengan baik

Kata dr. Lianda, mengelola stres dengan baik sepanjang bulan Ramadhan juga perlu dilakukan agar asam lambung tidak kambuh.

Baca juga: Tips untuk Penderita GERD, Posisi Tidur agar Asam Lambung Tak Naik

"Stres merupakan salah satu faktor risiko pemicu GERD, karenanya, beristirahatlah yang cukup selama berpuasa, dan lakukan teknik-teknik relaksasi jika diperlukan," pungkas dia.

Tag:  #panduan #puasa #aman #untuk #penderita #maag #gerd #dari #para #dokter

KOMENTAR