Wakil Panglima TNI Ditunjuk Pimpin Satgas Kuala, Urus Pendangkalan Sungai akibat Bencana Sumatera
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) dan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita saat rapat koordinasi (rakor) Satuan Tugas (Satgas) Kuala di Kantor Desa Tangsi Lama, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (4/12/2026). (DOK. Tim Media Sjafrie Sjamsoeddin )
11:22
5 Januari 2026

Wakil Panglima TNI Ditunjuk Pimpin Satgas Kuala, Urus Pendangkalan Sungai akibat Bencana Sumatera

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita ditunjuk sebagai Komandan Satuan Tugas (Satgas) Kuala, unit khusus dalam upaya pendangkalan sungai dan muara di wilayah terdampak akibat bencana Sumatera.

Satgas Kuala melibatkan sekitar 200 personel, dipimpin oleh Wakil Panglima TNI sebagai Komandan Satgas,” kata Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (5/1/2026).

Sjafrie sempat memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama Wakil Panglima TNI, Staf Khusus Presiden Bidang Infrastruktur, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, Bupati Aceh Tamiang, serta unsur terkait lainnya di Aceh Tamiang pada Minggu (4/1/2026).

Rapat tersebut menetapkan pembagian tugas Satgas Kuala ke dalam dua gugus tugas utama, yakni Gugus Tugas Pendalaman Kuala Tamiang dan Gugus Tugas Normalisasi Kuala.

Dengan kesepakatan tersebut, pergeseran kapal dan peralatan akan dilaksanakan secara bertahap hingga minggu kedua Januari 2026, dengan muara Sungai Tamiang sebagai titik kumpul utama.

Selanjutnya, awal pelaksanaan tugas Satgas Kuala direncanakan dimulai awal Februari 2026, seiring dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah berjalan.

“Dukungan logistik disiapkan oleh Kementerian Pertahanan, termasuk pemanfaatan fasilitas pendukung yang diperlukan seperti speed boat dan hovercraft,” kata Sjafrie.

“Gugus Tugas Normalisasi juga akan dilengkapi dengan peralatan penjernih air, guna membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat di sepanjang bantaran sungai dan kawasan muara,” imbuh dia.

Aspek pendukung lainnya berupa pengurusan administrasi lingkungan yang dikoordinasikan Mabes TNI serta penyelenggaraan layanan kesehatan mandiri bagi personel Satgas Kuala selama bertugas di lapangan.

“Kendali operasi Satgas Kuala akan dilaksanakan dari Kapal Markas Kementerian Pertahanan yang dikawal oleh KRI, dengan koordinasi erat bersama pemerintah daerah kabupaten serta instansi terkait lainnya,” kata Sjafrie.

Sementara, setiap gugus tugas diwajibkan menyusun rencana kegiatan pelaksanaan secara perinci, sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Pembentukan Satgas Kuala

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kuala dalam upaya pendangkalan sungai dan muara di wilayah terdampak akibat bencana Sumatera, Kamis (1/1/2026).

Satgas ini disiapkan sebagai langkah teknis untuk mempercepat pengerukan kuala (muara dan pertemuan sungai) sekaligus memanfaatkan sumber air di kawasan muara.

Pengumuman tersebut sempat disampaikan Sjafrie dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian/Lembaga terkait di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.

“Sudah kita bentuk Satgas Kuala,” ujar Sjafrie dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (2/1/2026).

Sjafrie mengatakan, pembentukan Satgas Kuala telah diputuskan setelah koordinasi dengan pimpinan TNI.

Tag:  #wakil #panglima #ditunjuk #pimpin #satgas #kuala #urus #pendangkalan #sungai #akibat #bencana #sumatera

KOMENTAR