TNI AD: Senior Terduga Penganiaya Pratu Farkhan Telah Diamankan
Zakaria Marpaung, ayah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, saat diwawancarai di rumahnya di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada Sabtu (3/1/2025).(Dok warga )
13:06
4 Januari 2026

TNI AD: Senior Terduga Penganiaya Pratu Farkhan Telah Diamankan

- TNI Angkatan Darat (AD) memastikan prajurit senior yang diduga terlibat penganiayaan terhadap Pratu Farkhan Syauqi Marpaung telah diamankan untuk proses penyelidikan.

"Dugaan keterlibatan oknum prajurit senior telah ditindaklanjuti dengan mengamankan yang bersangkutan,” kata Kepala Dinas Angkatan Darat (Kadispenad) TNI (Inf) Brigjen Donny Pramono saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).

Saat ini, proses investigasi terhadap pelaku tengah berlangsung oleh unsur komando terkait.

Lebih lanjut, Donny menegaskan bahwa TNI AD tidak menoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan. Dia pun memastikan jika ada pelanggaran maka akan diproses secara hukum. 

“Terlebih yang mengakibatkan hilangnya nyawa prajurit. Apabila dari hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, maka proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas dia.

Setelah peristiwa ini, TNI Angkatan Darat melakukan pembinaan terhadap prajurit di satuan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Pimpinan TNI AD berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, adil, dan bertanggung jawab, demi menjaga keadilan bagi almarhum, keluarganya, serta kehormatan institusi TNI Angkatan Darat,” ucap dia.

Pratu Farkhan tewas

Seorang prajurit TNI bernama Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, diduga tewas akibat dianiaya seniornya saat bertugas di Papua.

Pria asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara itu diketahui meninggal pada 31 Desember 2025.

Zakaria Marpaung, ayah Farkhan, mengatakan bahwa mulanya anaknya itu bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti Aceh.

Seiring berjalannya waktu, Pratu Farkhan ditugaskan untuk masuk ke Papua.

Tetapi, Zakaria tak menyangka hal buruk menimpa anaknya.

"Kabar itu disampaikan sepupunya. Awalnya dia sakit, lalu menghangatkan badan di perapian, di Papua," kata Zakaria saat diwawancarai di Desa Hassan Air Genting pada Sabtu (3/1/2026).

Selanjutnya, menurut dia, prajurit berpangkat Sersan menghampiri Pratu Farkhan untuk menanyakan kondisi.

Zakaria mengatakan, saat itu Pratu Farkhan mengaku sakit.

"Terus si Sersan ini memijiti. Lalu, datang yang berpangkat Kopral dan memanggil anak saya. Diajaknya ke samping, lalu disuruh tunduk, dipukul pakai ranting punggungnya," ungkap Zakaria.

"Disuruh, kalau istilah di tentara itu, peluk tobat, ditendang. Dia tersungkur, jatuh. Lalu, dia bangkit terjadi pembelaan," katanya lagi.

Zakaria pun menyayangkan insiden tersebut. Meski begitu, dia bangga anaknya berani melawan senior untuk membela nyawanya.

“Yang kukecewakan anakku mati bukan di ujung senjata GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). Anakku mati sesama TNI dan di bawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI," ujar Zakaria.

“Mereka menyambung nyawa di sana. Yang harusnya saling menguatkan, saling melindungi, kenapa saling membunuh. Belum kering makam Prada lucky sekarang datang lagi makam Pratu Farkhan," katanya lagi.

Jenazah Pratu Farkhan telah dimakamkan di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan pada Sabtu siang.

Tag:  #senior #terduga #penganiaya #pratu #farkhan #telah #diamankan

KOMENTAR