Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
Warga berjalan melintasi sungai dengan jembatan darurat di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). Warga terpaksa melintasi jembatan darurat dari batang kayu akibat jalan dan jembatan penghubung antara Kabupaten Tapanuli Selatan menuju Tapanuli Tengah-Sibolga serta Medan putus diterjang banjir bandang pada Selasa (29/11).(ANTARA FOTO/Yudi Mana)
18:36
29 November 2025

Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi

Baca 10 detik
  • Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyoroti banjir dan longsor di Sumatera yang membawa banyak kayu gelondongan.
  • Daniel mendesak pemerintah segera membentuk tim investigasi untuk menelusuri asal usul material kayu tersebut.
  • Komisi IV DPR akan memanggil Kementerian Kehutanan untuk menjadi sektor utama dalam investigasi penegakan hukum.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Johan, menyoroti fenomena banjir dan longsor di wilayah Sumatera yang membawa material kayu gelondongan dalam jumlah besar.

Merespons hal tersebut, Daniel mendesak pemerintah untuk segera membentuk tim investigasi guna mengungkap asal-usul kayu-kayu tersebut.

Daniel menyebut, pembentukan tim ini penting untuk menjawab keheranan masyarakat sekaligus membuktikan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana ekologis.

"Itu sudah sangat viral ya, seluruh warga melihat dan terheran-heran bagaimana bencana banjir bukan hanya air, tetapi bahkan dipenuhi oleh begitu banyak kayu," ujar Daniel ditemui di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (29/11/2025).

"Untuk menjawab keheranan tersebut dan menunjukkan keseriusan, kita mendorong pemerintah segera membentuk tim investigasi," katanya menambahkan.

Legislator yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, dan kehutanan ini menegaskan, investigasi harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan apakah ada unsur pidana di balik bencana ini.

"Tim harus menelusuri dari mana kayu-kayu itu sampai bisa hanyut segitu banyaknya. Apakah ada penebangan illegal logging? Siapa yang pelakunya? Seberapa besar hutan alam yang dirusak? Dan segera lakukan tindakan tegas terhadap pelanggar yang ada," tegasnya.

Akan Panggil Kementerian Kehutanan

Sebagai langkah konkret dari parlemen, Daniel memastikan Komisi IV DPR RI akan segera memanggil kementerian terkait, khususnya Kementerian Kehutanan, dalam Rapat Kerja (Raker) mendatang.

Warga melihat dua unit mobil yang terseret banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc] PerbesarWarga melihat dua unit mobil yang terseret banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc]

Ia meminta Kementerian Kehutanan menjadi leading sector dalam investigasi ini dengan menggandeng aparat penegak hukum.

"Tentu kita akan mendorong nanti di raker secepatnya, kita akan pertanyakan itu kepada Kementerian Kehutanan. Pemerintah harus merespons cepat, sehingga masyarakat merasa tenang dan trust (percaya) terhadap pemerintah," katanya.

Lebih lanjut, Daniel mengingatkan bahwa investigasi ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga upaya mitigasi bencana di masa depan.

Jika pembalakan liar atau kerusakan hutan dibiarkan, ia khawatir dampak anomali cuaca akan semakin ekstrem dan meluas ke pulau-pulau lain di luar Sumatera.

"Yang paling penting tim investigasi ini adalah untuk mencegah tidak terulangnya kejadian serupa. Karena kalau terulang, anomali cuaca akan semakin kuat dan cepat. Enggak hanya di Sumatera, nanti seluruh pulau akan terlanda bencana," pungkasnya.

Editor: Dwi Bowo Raharjo

Tag:  #viral #banjir #sumatera #bawa #ribuan #kayu #gelondongan #desak #pemerintah #bentuk #investigasi

KOMENTAR