Prihatin atas Konflik PBNU, Cak Imin: Semua Warga NU Merasa Sedih
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) Abdul Muhaimin Iskandar mengaku prihatin atas konflik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
"Kami prihatin ya ada peristiwa semacam ini. Kami prihatin," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut usai pembukaan acara Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman 2025 di Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (29/11/2025).
Menurut Cak Imin, konflik yang terjadi di internal PBNU tersebut bahkan telah membuat sejumlah warga NU merasa sedih.
"Saya yakin warga NU semuanya merasa sedih. Warga NU merasa kok begini?" ucap dia.
Cak Imin meminta warga NU dan semua pihak untuk menunggu penyelesaian konflik ini.
"Jadi kita tunggu saja. Nanti kita tunggu (penyelesaiannya)," tuturnya.
Adapun konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga Kamis (27/11/2025) belum menemukan titik temu.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan kubu Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar beradu dalil, memberikan argumen bahwa keputusan yang mereka ambil masing-masing memiliki dasar yang kuat.
Perseteruan organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia ini diketahui bermula dari hasil rapat pengurus harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025.
Dalam hasil rapat tersebut dijelaskan, Gus Yahya telah mencemarkan nama baik organisasi karena menghadirkan tokoh zionis Peter Berkowitz dalam pelatihan kepemimpinan kader NU tertinggi, yakni Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU).
Namun, Gus Yahya menegaskan, mandat muktamar yang memberikan jabatan Ketua Umum tak bisa dipatahkan begitu saja lewat dalil kubu Rais Aam.
Dia memberikan dalil yang berbeda, yakni melalui Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disahkan melalui Muktamar Lampung pada 2022.
Tak lama kemudian, muncul Surat Edaran (SE) Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang menyatakan Yahya Cholil Staquf sudah tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU terhitung tanggal 26 November 2025.
SE tersebut diteken Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir dan Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakir.
Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakir mengatakan Yahya Cholil Staquf bisa mengajukan keberatan atas keputusan dicopot dari jabatan Ketua Umum PBNU ke Majelis Tahkim PBNU.
Tag: #prihatin #atas #konflik #pbnu #imin #semua #warga #merasa #sedih