Dapur MBGJadi Dapur Umum Darurat Korban Banjir Sumut, 290.000 Paket Makanan Disalurkan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bagikan bantuan makanan kepada korban banjir di Sumatera Utara (Sumut). (Istimewa)
12:40
29 November 2025

Dapur MBGJadi Dapur Umum Darurat Korban Banjir Sumut, 290.000 Paket Makanan Disalurkan

– Banjir besar yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara membuat layanan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) beradaptasi cepat.

Seluruh fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terdampak kini beralih fungsi menjadi dapur umum darurat.

Langkah ini diambil menyusul diliburkannya sekolah-sekolah yang menjadi titik distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat bencana banjir.

Bantuan makanan yang seharusnya untuk siswa dialihkan sepenuhnya kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Kepala Kantor Regional BGN Sumatera Utara KR Agung Kurniawan menjelaskan, pengalihan fungsi ini merupakan kunci penting dalam situasi tanggap darurat ini.

"Karena bencana banjir, maka sekolah di wilayah yang terdampak kemudian diliburkan. Karena itu penerima manfaat MBG kemudian dialihkan kepada masyarakat terdampak," ujar Agung Kurniawan, dikutip Sabtu (29/11).

Distribusi Masif: 290.000 Porsi Terkirim dari 10 Kabupaten/Kota

Total, ada 179 SPPG yang aktif di 10 Kabupaten/Kota wilayah terdampak banjir Sumatera Utara. Hingga saat ini, BGN telah mendistribusikan lebih dari seperempat juta porsi makanan.

Secara keseluruhan, total paket makanan yang terdistribusi telah mencapai 290.000 porsi. Beberapa titik distribusi utama dan jumlah paketnya meliputi:

  • Kota Medan: 48 SPPG mendistribusikan 55.000 paket makanan.
  • Kabupaten Deli Serdang: 54 SPPG mendistribusikan 100.000 porsi paket menu basah dan kering.
  • Kota Tebing Tinggi: 13 SPPG mendistribusikan 45.000 paket makanan.
  • Kabupaten Langkat: 11 SPPG mendistribusikan 32.000 paket makanan.

Agung Kurniawan memastikan semua personel turun tangan dalam menghadapi bencana ini.

"Seluruh Korwil (Koordinator Wilayah SPPG yang membawahi Kabupaten/Kota) serta SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) ikut hadir di garda terdepan untuk membantu masyarakat terdampak bencana," ungkapnya.

Akses dan Hari Libur Jadi Tantangan

Operasi kemanusiaan ini bukannya tanpa kendala. Akses bahan baku, listrik, dan internet sangat terbatas di wilayah bencana. Bahkan, Kepulauan Nias sempat mengalami kesulitan karena Pelabuhan Sibolga sempat ditutup.

Selain itu, tim BGN harus bekerja tanpa kenal lelah, termasuk di akhir pekan.

"Namun kami telah mendapat petunjuk dari pimpinan BGN untuk tetap beroperasi pada hari libur," kata Agung.

Editor: Bayu Putra

Tag:  #dapur #mbgjadi #dapur #umum #darurat #korban #banjir #sumut #290000 #paket #makanan #disalurkan

KOMENTAR