CEK FAKTA: Indonesia Impor Kurma Israel
Cek Fakta (turnbackhoax.id)
09:44
3 September 2024

CEK FAKTA: Indonesia Impor Kurma Israel

Beredar di media sosial sebuah video yang memuat imbauan agar masyarakat Indonesia menghindari kurma yang diproduksi oleh Israel karena kurma tersebut ditanam di atas tanah Palestina dan terdapat praktitk pelanggaran HAM terhadap pekerjanya dalam proses produksi kurma Israel tersebut.

Akun Twitter @selynprintessa yang mengunggah video tersebut juga menambahkan bahwa masyarakat Indonesia yang sedang berpuasa untuk tidak mengonsumsi kurma yang diimpor dari Israel. Cuitan dan video tersebut diunggah pada 15 Maret 2024.

Berikut narasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut:

“Buat teman-teman yang menjalankan Ibadah puasa Ramadan, mohon untuk tidak membeli kurma yang di impor dari Israel ,mohon untuk tetap Boikot produk-produk dagangan Israel dan American

BOIKOT KURMA ISRAEL”.

Lantas benarkah klaim tersebut?

Penjelasan

Berdasarkan penelusuran cek fakta Suara.com, informasi tersebut ternyata menyesatkan. TV One News lewat YouTube resminya pernah mengunggah siaran berita yang membahas mengenai impor kurma dari Israel, yang juga memberikan hasil wawancara dengan BPS. Pihak BPS menyatakan bahwa Indonesia tidak ada impor kurma dari Israel.

Selain itu, melansir dari artikel CNBC Indonesia yang berjudul “Data Resmi! Ini Daftar Negara Asal Kurma Impor, Ada Israel?”, lima negara tertinggi yang mengekspor kurma ke Indonesia pada 2023 adalah Mesir, Tunisia, UAE, Arab Saudi, dan Iran.

Lebih lanjut, video yang diunggah oleh @selynprintessa, jika dilihat hingga selesai, tidak menyebutkan Indonesia menjadi salah satu negara pengimpor kurma dari Israel. Sepanjang video hanya dijelaskan mengenai himbauan boikot kurma Israel dan alasan mengapa kita harus melakukannya.

Kesimpulan

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi yang disebarkan oleh @selynprintessa merupakan konten yang menyesatkan.

Editor: Aprilo Ade Wismoyo

Tag:  #fakta #indonesia #impor #kurma #israel

KOMENTAR