



Orang yang Memprioritaskan Kebahagiaan Mereka Akan Menghindari 4 Perilaku Beracun Ini
- Kebahagiaan adalah sebuah pilihan, bukan hasil. Ini adalah sesuatu yang Anda kejar secara aktif, bukan sesuatu yang terjadi begitu saja.
Ketika kita memprioritaskan kebahagiaan kita, kita secara sadar menghindari perilaku tertentu yang dapat menguras sukacita dan ketenangan pikiran kita. Inilah yang saya sebut sebagai 'perilaku beracun'.
Sekarang, menghindari perilaku beracun ini tidak selalu mudah. Namun, mereka yang menghargai kebahagiaan mereka telah menguasai seni untuk menghindari jebakan-jebakan ini.
Dalam artikel ini, saya akan berbagi dengan Anda 4 perilaku beracun yang dihindari oleh orang-orang yang bahagia seperti wabah. Ikuti saya, dan mari kita melakukan perjalanan menuju Anda yang lebih bahagia. Berikut 4 perilakunya, dikutip dari hackspirit pada Rabu (11/12).
1) Terlalu banyak berpikir
Kita semua pernah mengalaminya. Terbangun di malam hari, mengulang-ulang percakapan di kepala kita, mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi, dan terobsesi dengan setiap detail kecil.
Selamat datang di dunia berpikir berlebihan.
Terlalu banyak berpikir adalah perilaku beracun yang dapat merusak kebahagiaan Anda. Ini seperti roda pikiran hamster yang terus berputar, mencegah Anda untuk bergerak maju.
Orang-orang yang bahagia mengetahui hal ini, dan mereka secara sadar menghindari jatuh ke dalam perangkap ini. Mereka memahami bahwa memikirkan masalah tidak akan menyelesaikannya, hanya akan memperbesar masalah tersebut.
Sebaliknya, mereka fokus pada hal-hal yang dapat mereka kendalikan dan melepaskan hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan. Mereka percaya pada kemampuan mereka untuk menangani apa pun yang menghadang, dan mereka percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya.
Jadi, jika Anda ingin memprioritaskan kebahagiaan Anda, perilaku beracun pertama yang harus Anda hentikan adalah terlalu banyak berpikir. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tapi ingat: ini adalah langkah pertama menuju Anda yang lebih bahagia
2) Menyimpan dendam
Saya ingat saat seseorang yang dekat dengan saya melakukan sesuatu yang benar-benar menyakiti perasaan saya. Saya marah, kesal, dan merasa dikhianati. Untuk sementara waktu, saya menyimpan dendam itu dengan erat, seperti selimut kebencian.
Tapi kemudian saya menyadari sesuatu. Dendam itu tidak menyakiti orang yang telah menyakiti saya. Dendam itu hanya menyakiti saya. Dendam itu menguras energi saya, kedamaian saya, dan yang terpenting, kebahagiaan saya.
Saat itulah saya belajar salah satu pelajaran terpenting tentang kebahagiaan: memaafkan orang lain bukanlah tentang membiarkan mereka bebas. Ini tentang membebaskan diri Anda sendiri.
Orang-orang yang memprioritaskan kebahagiaan mereka memahami hal ini. Mereka tahu bahwa menyimpan dendam sama saja dengan meminum racun dan berharap orang lain akan sakit. Tidak akan berhasil seperti itu.
Jadi mereka belajar untuk melepaskan. Bukan karena orang lain pantas mendapatkan pengampunan, tapi karena mereka pantas mendapatkan kedamaian.
Jadi, jika Anda menyimpan dendam, mungkin ini saatnya untuk melepaskannya demi kebaikan Anda sendiri. Percayalah, ini akan meringankan beban Anda dan merupakan langkah besar untuk memprioritaskan kebahagiaan Anda.
3) Mengabaikan perawatan diri
Perawatan diri bukanlah sebuah kemewahan, melainkan sebuah kebutuhan. Ini adalah tentang meluangkan waktu untuk mengisi ulang tenaga dan menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional Anda.
Dalam kesibukan dan hiruk pikuk kehidupan, kita mudah lupa untuk merawat diri kita sendiri. Kita cenderung mendahulukan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan kita sendiri, sering kali sampai kelelahan.
Menariknya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya mengakui kelelahan sebagai diagnosis medis resmi. Hal ini digambarkan sebagai sindrom yang diakibatkan oleh stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil ditangani.
Orang-orang yang memprioritaskan kebahagiaan mereka menghindari kebiasaan buruk ini dengan mengabaikan perawatan diri. Mereka memahami bahwa untuk merawat orang lain, mereka harus terlebih dahulu merawat diri mereka sendiri.
Jadi, jika Anda terus-menerus merasa lelah, stres, atau kewalahan, mungkin ini saatnya untuk berhenti sejenak dan meluangkan waktu untuk diri sendiri. Ingat, perawatan diri bukanlah hal yang egois - ini penting untuk kebahagiaan Anda.
4) Membandingkan diri dengan orang lain
Di era media sosial, kita mudah terjebak dalam perangkap membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita melihat sorotan orang lain dan mulai merasa tidak cukup dengan kehidupan kita sendiri.
Orang-orang yang memprioritaskan kebahagiaan mereka tahu lebih baik daripada terjebak dalam permainan perbandingan ini. Mereka memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan yang unik, dengan tantangan dan kemenangannya masing-masing.
Alih-alih membandingkan diri mereka dengan orang lain, mereka fokus pada kemajuan mereka sendiri. Mereka merayakan kemenangan mereka, sekecil apa pun, dan menggunakan kemunduran mereka sebagai kesempatan untuk berkembang
Jadi, lain kali jika Anda mendapati diri Anda membandingkan hidup Anda dengan hidup orang lain, ingatlah bahwa Anda hanya melihat sebagian kecil dari kenyataan mereka. Fokuslah pada jalan dan kebahagiaan Anda sendiri, karena pada akhirnya, itulah yang paling penting.
Tag: #orang #yang #memprioritaskan #kebahagiaan #mereka #akan #menghindari #perilaku #beracun