

Ilustrasi anak introvert. (Freepik)


7 Ciri-ciri Anak Introvert, dari Bersosialisasi sampai Membuat Keputusan
- Anak-anak yang introvert memiliki dunia batin yang hidup dan hadir bagi mereka. Mereka terlibat dengan aspek-aspek kehidupan yang lebih dalam.
Menurut Dr. Marti Olsen Laney, anak-anak mungkin mulai menunjukkan tanda-tanda introversi sejak usia empat bulan. Jadi, seperti apakah anak-anak introvert saat masih kecil? Dilansir dari keputusan, alih-alih selalu mencari persetujuan atau bantuan orang lain. Karena dunia batin ini, anak-anak introvert suka bermain pura-pura dan menyendiri. Anda akan sering melihat mereka sendirian di kamar atau tempat terpencil, melakukan hal-hal seperti membaca, menggambar, atau bermain komputer. 2. Mereka ingin tahu dan terlibat dengan aspek kehidupan yang lebih dalam. Anak-anak yang introvert mungkin pendiam, tetapi mereka sangat ingin tahu tentang dunia. Mereka sering mengajukan pertanyaan besar tentang bagaimana sesuatu bekerja, mengapa sesuatu terjadi seperti itu, atau apa arti sesuatu sebenarnya. Mereka dapat mengejutkan orang dewasa dengan kreativitas dan keterampilan memecahkan masalah mereka, menunjukkan kebijaksanaan yang tampaknya melampaui usia mereka. Bahkan ketika mereka masih muda, banyak anak introvert memiliki kemampuan untuk melangkah keluar dari diri mereka sendiri dan merenungkan perilaku mereka sendiri, yang merupakan sesuatu yang tidak semua anak dapat lakukan. 3. Mereka mengamati terlebih dahulu dan bertindak kemudian Anak-anak yang introvert sering kali menyendiri dalam kelompok atau keramaian, sama seperti orang dewasa yang introvert di pesta-pesta besar. Mereka mungkin tampak malu untuk ikut bergabung, tetapi itu tidak selalu karena mereka takut. Orang-orang introvert, bahkan orang dewasa, suka memikirkan segala sesuatunya sebelum bertindak, terutama dalam situasi sosial. Anda mungkin melihat anak-anak yang introvert terbuka dan banyak bicara, lucu, dan suka bermain di rumah, tempat mereka merasa aman dan nyaman. 4. Mereka membuat keputusan berdasarkan nilai-nilai mereka sendiri, bukan hanya berdasarkan apa yang populer Anak-anak yang introvert sering berpikir dan merasakan secara mendalam, yang berarti mereka biasanya membuat pilihan berdasarkan ide dan nilai mereka sendiri, bukan hanya karena sesuatu itu populer. Mereka mungkin melakukan sesuatu dengan cara mereka sendiri, memilih musik, pakaian, acara TV, dan hobi yang benar-benar mereka sukai, bukan hanya apa yang menurut orang lain keren. Hal ini terkadang membuat mereka berbeda dari anak-anak lain, tetapi juga baik karena itu berarti mereka cenderung tidak mengikuti orang lain secara membabi buta. Mereka tidak melakukan sesuatu hanya untuk menyesuaikan diri dengan orang lain. 5. Butuh waktu agar kepribadian asli mereka terungkap Sama seperti orang dewasa yang introvert, anak-anak yang introvert tidak langsung menunjukkan kepribadian mereka yang sebenarnya. Awalnya, mereka mungkin pendiam dan menyendiri saat bertemu orang baru. Namun, saat mereka merasa lebih nyaman dengan orang tersebut, mereka mulai lebih terbuka. Mereka suka melakukan percakapan yang bermakna untuk memahami diri mereka sendiri atau orang lain dengan lebih baik. Mereka tertarik untuk mengenal orang lain secara mendalam. Mereka sering mencoba mencari tahu mengapa orang melakukan apa yang mereka lakukan. Anak-anak yang introvert biasanya pandai mendengarkan. Mereka memperhatikan dan mengingat apa yang dikatakan orang lain. Namun, mereka mungkin tidak menyukai basa-basi dan mungkin kehilangan minat jika topiknya tidak menarik bagi mereka. Mereka mungkin berbicara dengan pelan, berhenti sejenak untuk menemukan kata-kata yang tepat, dan mungkin berhenti berbicara jika seseorang menyela mereka. 6. Mereka mungkin kesulitan dalam lingkungan sosial Dalam beberapa tahun terakhir, terutama di negara-negara Barat, bersikap terbuka dan tegas sering dianggap sebagai cara terbaik untuk bersikap. Kita sering memuji orang-orang yang mudah bergaul dan berfokus pada popularitas dan pencapaian hal-hal yang dapat dilihat orang lain, daripada menghargai pemikiran yang tenang dan pilihan yang cermat. Preferensi untuk ekstroversi ini muncul di semua tempat yang didatangi anak-anak introvert, dari tempat penitipan anak dan prasekolah hingga perguruan tinggi. Anak-anak introvert mungkin merasa lebih baik di rumah atau dalam kelompok kecil saat mereka masih kecil, dan secara bertahap merasa lebih nyaman dalam kelompok yang lebih besar saat mereka bertambah dewasa. 7. Anak-anak introvert bersosialisasi secara berbeda daripada anak-anak ekstrovert Anak-anak yang introvert biasanya mencari hubungan yang erat dalam persahabatan, jadi mereka mungkin hanya memiliki satu atau dua teman dekat dan melihat yang lain hanya sebagai kenalan. Mereka tidak menghabiskan banyak waktu untuk bergaul dengan teman-teman seperti anak-anak yang ekstrovert, dan mereka butuh waktu sendiri untuk mendapatkan kembali energi mereka. Jika anak yang introvert mengalami gangguan, tampak kesal, atau sulit tidur, hal itu mungkin karena mereka terlalu terstimulasi. Ini seperti mabuk karena introvert, dan hal itu juga terjadi pada anak-anak! Jika Anda seorang ekstrovert , Anda mungkin merasa aneh bahwa anak Anda yang introvert perlu menyendiri setelah acara sosial. Namun ingat, meskipun bergaul dengan orang lain memberi energi bagi orang ekstrovert, anak-anak yang introvert membutuhkan waktu tenang setelah acara seperti pesta ulang tahun, bermain bersama teman, atau bahkan sekadar hari biasa di sekolah.
Editor: Bintang Pradewo
Tag: #ciri #ciri #anak #introvert #dari #bersosialisasi #sampai #membuat #keputusan