9 Frasa Ini Hanya Digunakan Orang Dewasa yang Terluka Secara Emosional Menurut Psikologi. Apa Saja?
Ilustrasi perempuan yang sedang terluka secara emosionalnya (freepik)
07:48
29 April 2024

9 Frasa Ini Hanya Digunakan Orang Dewasa yang Terluka Secara Emosional Menurut Psikologi. Apa Saja?

Setiap orang tentu memiliki beban emosional baik yang kategori ringan hingga yang berat tak terkecuali bagi orang dewasa.

Sebagai orang dewasa yang terluka secara emosional, mungkin Anda mendapati diri Anda yang menggunakan ungkapan-ungkapan tertentu yang mengungkapkan pergumulan batin Anda.

Psikologi memberi tahu bahwa kata-kata yang Anda gunakan bisa mengungkapkan rasa tidak aman dan rasa sakit yang dalam di dalam diri Anda.

Apakah Anda sudah mengetahui jika diri Anda sedang terluka secara emosional? Jika belum, Anda harus menyimak artikel kali ini hingga tuntas.

Dilansir dari laman The Vessel, terdapat beberapa ungkapan yang hanya digunakan orang dewasa yang terluka secara emosional diantaranya :

1. “Saya baik-baik saja”

Salah satu ciri orang dewasa yang terluka secara emosional menurut psikologi adalah kecenderungan mereka menyembunyikan perasaan sebenarnya.

Ungkapan ini diucapkan karena mereka sering kali sejak usia muda telah belajar bahwa mengekspresikan emosi mereka yang sebenarnya dapat menyebabkan rasa sakit atau penolakan lebih lanjut.

Ketika ditanya tentang masalah, Anda sering mengucapkan “aku baik-baik saja” maka hal ini adalah cara Anda untuk memasang tembok pelindung di sekeliling hati Anda agar orang lain tidak ikut campur dalam dunia emosional Anda.

Selain itu, frasa ini juga semacam penipuan diri sebagai upaya untuk menyakinkan diri sendiri bahwa Anda baik-baik saja meskipun sebenarnya tidak.

2. “Ini bukan masalah besar”

Ungkapan ini merupakan ungkapan umum di antara orang-orang yang terluka secara emosional. Frasa ini bukan menunjukkan tentang ketahanan atau sifat santai namun digunakan untuk meremehkan perasaan atau pengalaman Anda sendiri.

Hal ini adalah cara untuk meminimalkan rasa sakit Anda agar lebih mudah dikendalikan atau untuk menghindari membebani orang lain dengan masalah Anda.

Selain itu, ungkapan ini adalah perisai yang mampu melindungi Anda dari kerentanan dalam mengakui penderitaan Anda sendiri.

3. “Saya seharusnya tahu lebih baik”

Ungkapan ini sering digunakan oleh orang yang terluka secara emosional untuk menyalahkan diri mereka sendiri atas situasi yang pada kenyataannya berada di luar kendali mereka.

Kecenderungan menyalahkan diri sendiri terkait dengan fenomena psikologis dikenal sebagai bias melihat ke belakang.

Bias ini merupakan distorsi kognitif yang umum terjadi ketika orang setelah suatu peristiwa terjadi dan mereka percaya bahwa mereka dapat mencegahnya.

4. “Saya tidak membutuhkan siapapun”

Ungkapan ini merupakan mekanisme pertahanan yang merupakan salah satu cara untuk mencegah kerusakan emosional lebih lanjut.

Pada intinya dalam upaya melindungi diri mereka dari terulangnya penderitaan di masa lalu, mereka menyakinkan diri sendiri dan orang lain bahwa mereka sepenuhnya mandiri.

5. “Saya selalu mengacaukan segalanya”

Ungkapan ini berasal dari keyakinan mendalam bahwa mereka pada dasarnya memiliki kelemahan atau ketidakmampuan.

Hal ini menunjukkan pola self talk negatif yang merupakan kebiasaan terus-menerus mengkritik atau meremehkan diri sendiri.

6. “Saya tidak pantas mendapatkan kebahagiaan”

Frasa ini mengungkapkan keyakinan yang menghancurkan bahwa mereka tidak layak mendapatkan kegembiraan, cinta dan kepuasan.

Perasaan tidak berharga ini berasal dari riwayat trauma emosional, pengabaian atau pelecehan.

Sebenarnya frasa ini adalah seruan untuk pengertian, kasih sayang dan kepastian bahwa setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan termasuk orang yang mengalami luka secara emosional.

7. “Tidak ada yang mengerti saya”

Frasa ini digunakan oleh orang dewasa yang terluka secara emosional ketika mereka merasa disalahpahami dan diasingkan dalam kesakitan.

Pada intinya pernyataan ini adalah ketakutan yang mendalam akan sendirian dalam penderitaan.

Sebenarnya ungkapan ini adalah seruan untuk empati agar seseorang benar-benar memahami kedalaman luka emosionalnya.

8. “Mengapa hal ini selalu terjadi pada saya”

Ungkapan ini mencerminkan rasa tidak berdaya dan frustasi seolah-olah adalah magnet bagi nasib buruk atau kesulitan.

Saat Anda menggunakan frasa ini artinya Anda mengekspresikan keyakinan mendalam bahwa Anda ditakdirkan untuk menderita yang dapat melemahkan atau menghalangi kemampuan Anda untuk pulih dan bergerak maju.

9. “Saya tidak bisa berubah”

Frasa ini menunjukkan seseorang sedang dilanda rasa putus asa dan pasrah.

Ketika Anda menggunakan frasa ini maka Anda seolah-olah terbelenggu pada masa lalu dan tidak mampu melepaskan diri dari pola perilaku dan berpikir bahwa luka emosional telah mendarah daging dalam diri mereka.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #frasa #hanya #digunakan #orang #dewasa #yang #terluka #secara #emosional #menurut #psikologi #saja

KOMENTAR