6 Dampak yang Ditimbulkan dari Stres Finansial Terhadap Kesehatan Mental dan Hubungan Sosial
Ilustrasi masalah finansial (pexels)
15:50
29 Oktober 2024

6 Dampak yang Ditimbulkan dari Stres Finansial Terhadap Kesehatan Mental dan Hubungan Sosial

 

Stres finansial dapat memengaruhi kesehatan mental, fisik, dan emosional seseorang secara signifikan.

Ketika seseorang terlilit hutang atau kesulitan mengelola keuangannya, tekanan dan ketegangan pun bisa semakin meningkat.

Dalam dunia yang serba cepat dan kompetitif ini, di mana banyak orang terus mengejar stabilitas finansial, ketidakseimbangan atau kendala dalam kondisi keuangan bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang secara keseluruhan.

Stres finansial yang terus-menerus dapat mengganggu aspek-aspek penting dalam hidup, mulai dari hubungan pribadi hingga produktivitas di tempat kerja.

Dilansir dari laman The Times Of India, Sabtu (26/10), berikut adalah dampak stres finansial terhadap kesehatan mental dan hubungan sosial:

1. Menumbuhkan Rasa Insecure

Stres finansial sering kali menciptakan perasaan tidak aman dan menurunkan harga diri seseorang. Hal ini dapat menimbulkan perasaan malu dan rendah diri. Meskipun banyak masalah yang dihadapi, seseorang cenderung merasa enggan untuk meminta bantuan kepada teman atau keluarga dan lebih memilih menyendiri. Masalah keuangan yang berat dapat memicu perasaan malu, sehingga mereka merasa enggan untuk terbuka dan berbagi beban. Sayangnya, isolasi diri ini justru dapat memperparah tekanan emosional, merusak hubungan pribadi, dan meningkatkan risiko depresi serta kecemasan.

2. Meningkatkan Kecemasan dan Depresi

Jika seseorang tidak memiliki stabilitas finansial atau mengalami kesulitan dalam mengatur pengeluaran, situasi ini bisa menyebabkan peningkatan kecemasan dan bahkan depresi. Stres finansial yang terus-menerus memberi beban berat pada mental seseorang, sehingga berisiko meningkatkan gangguan kesehatan mental. Namun, penting untuk diingat bahwa meminta bantuan bukanlah hal yang memalukan. Mencari dukungan dari teman atau keluarga terdekat bisa menjadi langkah bijak dalam menghadapi masa-masa sulit ini.

3. Mengakibatkan Overthinking

Ketika seseorang tidak memiliki kestabilan finansial, mereka cenderung terus-menerus memikirkan dan menghitung pengeluaran di kepala mereka. Mereka akan terjebak dalam siklus overthinking, berulang kali memikirkan kondisi keuangannya. Siklus berpikir berlebihan ini hanya menambah beban mental dan meningkatkan tingkat stres yang dialami, sehingga memperburuk kondisi kesehatan mental mereka. Terus menerus berpikir tentang kondisi finansial membuat pikiran tidak bisa tenang dan memicu rasa cemas yang tak berujung.

4. Mengganggu Pola Tidur

Kondisi finansial yang tidak stabil dan ketidakmampuan mengelola keuangan dapat menyebabkan stres yang berdampak pada pola tidur seseorang. Gangguan tidur yang muncul akibat stres finansial bisa membuat seseorang sulit mendapatkan ketenangan pikiran dan memperburuk suasana hati mereka. Dalam jangka panjang, kurangnya tidur yang berkualitas ini bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik seseorang. Kurangnya istirahat yang memadai juga bisa mempengaruhi produktivitas, energi, dan daya tahan tubuh mereka.

5. Menimbulkan Gangguan dalam Fokus

Stres finansial juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus. Ketika pikiran terus-menerus dipenuhi kekhawatiran akan kondisi keuangan, seseorang akan sulit berkonsentrasi pada pekerjaan atau aktivitas yang seharusnya mereka lakukan. Penurunan fokus ini bisa mengganggu produktivitas dan kualitas kerja mereka, baik di sekolah, kantor, maupun di rumah. Ketidakmampuan untuk fokus ini juga dapat mengakibatkan kesalahan dalam pekerjaan dan menurunkan kepercayaan diri, sehingga menciptakan lingkaran setan yang semakin memperburuk kondisi mental.

6. Merusak Hubungan Pribadi

Stres finansial yang berkepanjangan dapat merusak hubungan seseorang dengan orang-orang terdekatnya. Mereka mungkin menjadi lebih sensitif, cepat marah, atau emosional dalam situasi sosial, yang bisa memicu ketegangan dengan pasangan, keluarga, atau teman-teman. Masalah finansial yang belum terselesaikan bisa menjadi sumber konflik dalam hubungan, terutama jika salah satu pihak merasa tidak dipahami atau tidak mendapatkan dukungan yang cukup. Konflik ini dapat menambah beban stres dan menghambat proses penyembuhan mental seseorang.

Mengelola stres finansial memang membutuhkan kesabaran dan kedisiplinan. Membuat perencanaan anggaran, menetapkan prioritas, dan meminimalisir pengeluaran yang tidak perlu bisa menjadi langkah awal yang efektif. Selain itu, meminta bantuan dari teman atau keluarga terdekat bisa menjadi sumber dukungan emosional yang penting, yang dapat meringankan beban mental. Mengembangkan keterampilan untuk mengelola keuangan pribadi juga akan sangat membantu dalam mengurangi tekanan finansial di masa depan.

Stres finansial tidak hanya berdampak pada kondisi keuangan seseorang, tetapi juga pada kesehatan mental, fisik, dan hubungan sosial mereka. Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan dari lingkungan sekitar, stres finansial bisa dikendalikan sehingga tidak merusak kualitas hidup secara keseluruhan.

***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #dampak #yang #ditimbulkan #dari #stres #finansial #terhadap #kesehatan #mental #hubungan #sosial

KOMENTAR