Peran Orangtua Vs Peran KakekNenek dalam Pengasuhan Anak, Komunikasi Jadi Kunci
Perbedaan cara mendidik anak antara orangtua dan kakek-nenek kerap memicu gesekan dalam keluarga.
Psikolog klinis Rumah Sakit DR Oen Solo Baru, Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi., mengatakan pembagian peran yang jelas menjadi kunci agar tidak terjadi konflik antar generasi.
Saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (24/2/2026), Joko menjelaskan bahwa kakek-nenek dan orangtua memiliki peran yang berbeda dalam pengasuhan.
Baca juga: Mengapa Orangtua yang Dulu Keras pada Anak Kini Lembut pada Cucu?
Orangtua tetap pengambil keputusan utama
Menurut Joko, orangtua tetap memegang tanggung jawab utama dalam membentuk karakter dan disiplin anak.
“Sebagai orangtua, mereka bertanggung jawab pada pembentukan karakter dan disiplin,” ujarnya.
Kakek dan nenek bukan pengasuh utama, sehingga tidak berada pada posisi pengambil keputusan utama.
Perbedaan tanggung jawab ini perlu dipahami bersama agar tidak terjadi tumpang tindih peran.
Baca juga: Sedih Melihat Orangtua yang Dulu Keras, Kini Lebih Lembut ke Cucu? Ini Kata Psikolog
Kakek-nenek berperan sebagai pendukung emosional
Ilustrasi kakek nenek. Psikolog menegaskan bahwa kakek-nenek berperan sebagai pendukung emosional, sementara keputusan utama tetap di tangan orantua.
Joko menjelaskan bahwa peran kakek-nenek lebih banyak pada dukungan emosional.
“Sebagai kakek-nenek itu perannya lebih pada memberikan dukungan emosional, bukan pengasuhan utama,” katanya.
Pendekatan yang lebih hangat dari kakek-nenek bukan berarti mengambil alih peran orangtua. Peran tersebut justru dapat melengkapi kebutuhan emosional anak dalam keluarga besar.
Baca juga: Manfaat Mengasuh Cucu Bagi Lansia, Bisa Bikin Panjang Umur
Pentingnya komunikasi terbuka
Joko menekankan pentingnya komunikasi antar generasi dalam keluarga. Ia menyarankan agar orangtua menyampaikan nilai dan aturan utama yang diterapkan pada anak.
Kakek-nenek juga diharapkan menghormati batas tersebut, agar tidak terjadi perbedaan sikap yang membingungkan anak.
Kesepakatan peran membantu menciptakan lingkungan yang konsisten bagi tumbuh kembang anak.
Hindari kompetisi kasih sayang
Joko juga mengingatkan agar tidak terjadi persaingan dalam menunjukkan kasih sayang.
Fokus utama harus tetap pada kepentingan terbaik anak, bukan pada pembuktian siapa yang paling benar atau paling menyayangi.
Ia juga menekankan pentingnya validasi lintas generasi. Pengakuan sederhana atas pola asuh masa lalu dapat membantu meredakan ketegangan dan memperbaiki hubungan keluarga.
Pembagian peran yang jelas, komunikasi yang terbuka, dan saling menghormati menjadi kunci agar hubungan antara orangtua dan kakek-nenek tetap harmonis dalam pengasuhan anak.
Baca juga: 5 Manfaat Jalan-jalan Bersama Cucu untuk Lansia
Tag: #peran #orangtua #peran #kakeknenek #dalam #pengasuhan #anak #komunikasi #jadi #kunci