Rasa Cemburu Antar Saudara Itu Wajar, Ini Cara Orangtua Menyikapinya
Rasa cemburu antar saudara dalam keluarga bukanlah hal yang aneh.
Perasaan ini bisa muncul ketika anak merasa perhatian orang tua terbagi, terutama dalam keluarga dengan lebih dari satu anak.
Psikolog Klinis dari Dinamis Biro Psikologi, Amalia Indah Permata, M.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa kecemburuan antar saudara merupakan dinamika yang wajar dalam proses tumbuh kembang anak.
Menurut dia, yang terpenting bukan menghilangkan rasa cemburu sepenuhnya, melainkan bagaimana orang tua menyikapinya dengan bijak agar tidak berkembang menjadi perasaan diperlakukan tidak adil.
Baca juga: Empati Lingkungan Bisa Ringankan Tekanan Mental Anak, Ini Kata Psikolog
Adil bukan berarti sama
Amalia menjelaskan, orang tua perlu menerapkan kasih sayang dan kontrol yang seimbang kepada setiap anak. Namun, adil tidak selalu berarti semua perlakuan harus sama rata.
“Terlepas dari berapa pun jumlah anak, orang tua perlu memiliki kontrol dan kasih sayang yang seimbang pada setiap anak. Adil dan bijak bukan berarti semua perlakuan harus sama, namun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak,” ujarnya dikutip dari ANTARA, Sabtu (14/2/2026).
Setiap anak memiliki usia, karakter, kebutuhan, serta tahap perkembangan yang berbeda.
Perlakuan yang tepat bagi anak sulung belum tentu sesuai bagi anak yang lebih kecil.
Karena itu, membandingkan perhatian atau fasilitas yang diterima masing-masing anak bisa memicu kesalahpahaman dan memperbesar rasa cemburu.
Baca juga: Rasa Malu dan Tidak Dianggap Bisa Melukai Mental Anak, Ini Kata Psikolog
Sediakan waktu khusus untuk tiap anak
Salah satu cara yang disarankan untuk mencegah rasa terabaikan adalah menyediakan waktu khusus bagi setiap anak.
Amalia menyarankan orang tua meluangkan setidaknya 15 menit setiap hari untuk “special time” bersama masing-masing anak. Waktu khusus ini sebaiknya diisi tanpa banyak instruksi atau koreksi.
“Special time berarti menghabiskan waktu bersama anak tanpa banyak instruksi. Biarkan anak memilih kegiatannya atau sekadar bercerita,” katanya.
Kehadiran penuh orang tua dalam momen tersebut dapat membantu anak merasa dilihat, dihargai, dan memiliki ruang aman untuk mengekspresikan diri.
Baca juga: Kalimat Sepele tapi Toxic ini Bisa Melukai Mental Anak Laki-laki
Parenting Islami
Bangun komunikasi yang hangat
Selain waktu khusus, komunikasi yang terbuka dan hangat juga berperan penting dalam meredakan kecemburuan.
Anak perlu merasa aman untuk menyampaikan perasaan, termasuk saat ia merasa iri atau tidak diperlakukan adil. Orang tua sebaiknya tidak langsung menyalahkan atau menyepelekan perasaan tersebut.
Validasi emosi menjadi langkah awal yang penting. Artinya, orang tua mengakui bahwa perasaan cemburu itu ada dan wajar dirasakan.
“Pada keluarga dengan lebih dari dua anak, rasa cemburu bisa muncul karena perbedaan kebutuhan. Akui dulu perasaan anak, lalu beri pengertian saat anak sudah lebih tenang,” jelasnya.
Dengan cara ini, anak belajar mengenali dan mengelola emosinya secara sehat, bukan memendam atau menyalurkannya melalui perilaku agresif.
Baca juga: Manfaat Co-parenting bagi Kesehatan Mental Anak, Meningkatkan Percaya Diri
Konsisten menunjukkan kasih sayang
Di samping itu, konsistensi dalam aturan dan ekspresi kasih sayang juga penting untuk mencegah munculnya persepsi pilih kasih.
Orang tua perlu menunjukkan rasa cinta secara verbal maupun nonverbal kepada setiap anak.
Sikap yang konsisten membantu anak merasa aman dan memahami bahwa perhatian yang diberikan memang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, bukan karena perbedaan nilai atau favoritisme.
Pada akhirnya, rasa cemburu antar saudara adalah bagian dari dinamika keluarga yang wajar.
Dengan pendekatan yang adil, komunikasi yang hangat, dan kehadiran yang konsisten, orang tua dapat membantu anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara emosional.
Tag: #rasa #cemburu #antar #saudara #wajar #cara #orangtua #menyikapinya