Kesepian Ternyata Bisa Picu Mimpi Buruk, Ini Kata Psikolog
Ilustrasi mimpi buruk.(FREEPIK/JCOMP)
20:15
13 Februari 2026

Kesepian Ternyata Bisa Picu Mimpi Buruk, Ini Kata Psikolog

- Mimpi buruk sering kali dianggap sekadar bunga tidur atau dampak kelelahan. 

Sebuah studi terbaru dari Oregon State University menunjukkan bahwa mimpi buruk bisa berkaitan erat dengan kondisi emosional seseorang, khususnya rasa kesepian

Mereka yang melaporkan perasaan kesepian diketahui lebih sering mengalami mimpi buruk, terutama akibat stres yang tidak tersalurkan dengan baik.

Baca juga: Ketagihan Nonton Serial TV Bisa Jadi Tanda Orang Kesepian

Kesepian yang berkepanjangan dapat memicu tekanan psikologis, meningkatkan kecemasan, dan membuat otak tetap berada dalam kondisi siaga bahkan saat tidur. Akibatnya, kualitas tidur menurun dan mimpi buruk lebih mudah muncul.

Apa itu kesepian dan mengapa tidak bisa diremehkan?

Kesepian tidak selalu berarti sendirian secara fisik. Menurut psikolog klinis Dr. Vanessa Kennedy, kesepian adalah perasaan tertekan akibat kurangnya hubungan yang terasa aman, dekat, dan penuh kepercayaan.

“Kesepian adalah perasaan terisolasi atau tidak memiliki hubungan yang saling terhubung dan dapat dipercaya,” jelasnya, seperti disadur Real Simple, Jumat (13/2/2026). 

Kondisi ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari tidak memiliki hubungan yang bermakna, merasa tidak didukung saat menghadapi stres, hingga ketakutan untuk menjalin kedekatan dengan orang lain.

Kennedy menambahkan, meski kesepian bisa dialami siapa saja dari waktu ke waktu, kesepian yang menetap dan memengaruhi suasana hati maupun kualitas hidup perlu mendapat perhatian serius. 

Salah satu tanda yang sering muncul adalah gangguan tidur, termasuk mimpi buruk.

Bagaimana mimpi buruk terjadi saat tidur?

Mimpi buruk biasanya muncul ketika otak sadar beristirahat, tetapi alam bawah sadar tetap aktif. 

Psikolog klinis Dr. Meghan Marcum menjelaskan bahwa mimpi buruk paling sering terjadi pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu tahap tidur terdalam.

“Penelitian menunjukkan mimpi buruk sering muncul saat tidur REM, ketika alam bawah sadar kita sangat aktif,” kata Marcum. 

Baca juga: 6 Zodiak yang Bisa Menikmati Waktu Sendiri Tanpa Kesepian, Ada Aquarius

Pada fase ini, emosi, ingatan, dan ketakutan yang terpendam dapat muncul dalam bentuk mimpi yang intens.

Ketika seseorang mengalami stres, kecemasan, atau trauma, otak akan memproses emosi tersebut saat tidur. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan baik di siang hari, mimpi buruk bisa menjadi cara otak melampiaskan beban emosional.

Hubungan antara kesepian, stres, dan mimpi buruk

Kennedy mengungkap, hubungan antara kesepian dan mimpi buruk tidak terlepas dari minimnya dukungan sosial. 

“Kaitan antara kesepian dan mimpi buruk mungkin muncul karena pikiran dipenuhi ketakutan dan kecemasan tanpa adanya dukungan sosial untuk menenangkan,” ujarnya.

Orang yang merasa kesepian cenderung menghadapi stres sendirian. Tanpa tempat berbagi, pikiran bisa berputar pada kekhawatiran yang sama secara berulang, kondisi yang dikenal sebagai repetitive thinking. 

Ditambah dengan rasa waspada yang berlebihan secara emosional, otak menjadi sulit benar-benar beristirahat saat tidur.

Lebih jauh, kesepian kronis juga dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, dan gangguan kesehatan lain yang dipicu oleh stres. 

Semua faktor ini dapat memperburuk kualitas tidur dan meningkatkan frekuensi mimpi buruk.

Kesepian sosial dan emosional, sama-sama berdampak

Kennedy menjelaskan, kesepian terbagi menjadi dua jenis utama, yakni kesepian sosial dan kesepian emosional. 

Kesepian sosial merujuk pada minimnya interaksi atau hubungan sosial, sedangkan kesepian emosional adalah perasaan tidak dipahami atau tidak memiliki kedekatan batin dengan orang lain.

“Kesepian emosional terjadi ketika seseorang merasa tidak ada orang yang benar-benar memahami dirinya,” kata Kennedy. 

Perasaan ini kerap membuat seseorang menarik diri sebagai bentuk perlindungan, yang justru memperparah rasa kesepian.

Ketika seseorang sudah meyakini bahwa dirinya tidak bisa dipahami, otak akan terus memproses perasaan terasing tersebut, bahkan saat tidur. 

Baca juga: 9 Aktivitas Positif Saat Merasa Kesepian Menurut Pakar

Kondisi inilah yang membuat mimpi buruk lebih mudah muncul sebagai refleksi dari konflik batin yang belum terselesaikan.

Kesepian bukan sekadar perasaan sementara, tetapi kondisi emosional yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan kualitas tidur. 

Mimpi buruk bisa menjadi sinyal bahwa tubuh dan pikiran sedang mengalami tekanan yang tidak tertangani. 

Menyadari hubungan antara kesepian dan mimpi buruk menjadi langkah awal untuk mencari dukungan, membangun koneksi, dan menjaga kesehatan mental secara menyeluruh.

 Baca juga: 11 Emosi Positif yang Efektif Mencegah Kesepian Menurut Psikolog

Tag:  #kesepian #ternyata #bisa #picu #mimpi #buruk #kata #psikolog

KOMENTAR