Pernikahan Impian Ala Gen Z: Intimate, Personal, dan Penuh Estetika
Ilustrasi pernikahan impian gen z. (Suara.com/Vania)
15:29
13 Februari 2026

Pernikahan Impian Ala Gen Z: Intimate, Personal, dan Penuh Estetika

Baca 10 detik
  • Pernikahan Gen Z fokus pada ekspresi diri, personalisasi konsep, serta estetika modern seperti tema Petal Dreamscape di pameran Bridestory Market.
  • Tren saat ini mengutamakan resepsi yang lebih intim, mengutamakan kualitas interaksi tamu daripada kuantitas undangan yang banyak.
  • Perencanaan pernikahan Gen Z mengedepankan literasi finansial cerdas, memanfaatkan promo, serta mengadopsi teknologi digital untuk efisiensi acara.

Menikah bukan lagi sekadar seremoni sakral yang serba formal dan kaku. Bagi Gen Z, pernikahan adalah tentang pengalaman, ekspresi diri, dan momen yang terasa “gue banget”. Tak heran kalau tren wedding beberapa tahun terakhir bergerak ke arah yang lebih personal, intimate, dan estetik.

Fenomena ini juga terlihat di BCA Presents Bridestory Market 2026 yang digelar 12–15 Februari 2026 di ICE BSD City Hall 3–3A. Mengusung tema Petal Dreamscape, pameran ini memperlihatkan bagaimana generasi baru memaknai pesta pernikahan: romantis, dreamy, tapi tetap modern dan relevan dengan gaya hidup masa kini.

Lalu, kalau kamu Gen Z yang lagi merancang pernikahan impian, apa saja yang perlu diperhatikan?

1. Tentukan Konsep yang Merepresentasikan Kamu

Menurut Tamira Putri dari Bride Story, Gen Z cenderung tidak mau sekadar ikut pakem. Mereka ingin pernikahan yang terasa autentik. Apakah itu garden wedding yang intimate, resepsi modern minimalis, atau bahkan konsep yang lebih artsy dan eksperimental.

Tema Petal Dreamscape yang diusung Bridestory Market 2026 misalnya, menghadirkan eksplorasi flora yang imajinatif—kelopak bunga dramatis, instalasi dreamy, dan palet warna Charming Champagne (champagne metallic yang hangat) berpadu dengan merah burgundy dan tone organik seperti beige dan cokelat.

Warna-warna ini bahkan bisa diterapkan ke gaun pengantin. Bukan hanya putih klasik, tapi champagne yang lebih warm, atau sentuhan merah untuk kebaya maupun detail jas pengantin pria.

Intinya: pilih konsep yang terasa personal, bukan sekadar tren.

2. Intimate Is the New Luxury

Kalau dulu resepsi identik dengan 1.000 undangan, kini banyak pasangan muda memilih 300–400 tamu saja. Bahkan tak sedikit yang membuat acara terpisah: satu resepsi besar untuk keluarga, satu lagi intimate celebration atau after-party khusus teman dekat.

Bagi Gen Z, kualitas interaksi lebih penting daripada kuantitas tamu. Mereka ingin benar-benar menikmati momen, bukan sekadar berdiri di pelaminan berjam-jam untuk foto formal.

Namun, satu hal yang tetap jadi faktor penentu: siapa yang membiayai. Karena dalam realitanya, kontrol konsep sering kali mengikuti sumber dana. Tak jarang pasangan menyiasatinya dengan membuat beberapa acara agar semua pihak tetap happy.

3. Budgeting Cerdas, Manfaatkan Promo

Gen Z dikenal melek finansial dan digital savvy. Mereka terbiasa membandingkan harga, mencari promo, dan memaksimalkan benefit.

Di BCA Presents Bridestory Market 2026, misalnya, pengunjung bisa menikmati berbagai penawaran seperti cashback, cicilan 0% hingga 12 bulan, hingga promo eksklusif untuk nasabah tertentu. Bahkan, menurut Noel Monique dari Bride Story, ada flash prize dan hadiah langsung bagi yang bertransaksi menggunakan metode pembayaran tertentu.

Strateginya sederhana: Datang hari pertama untuk survei dan kumpulkan referensi, kemudian datang lagi saat akhir pekan untuk deal terbaik.

4. Gunakan Teknologi untuk Efisiensi

Gen Z juga identik dengan serba digital. Undangan fisik kini mulai tergeser oleh digital invitation dan wedding website yang lebih praktis dan eco-friendly.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan di Bridestory Market adalah layanan all-in-one wedding guest management seperti undangan digital, website pernikahan, hingga QR check-in. Sistem ini memudahkan pengelolaan tamu dan membuat acara lebih tertata.

Plus, tampilannya bisa disesuaikan dengan tema pernikahan. Estetik tetap jalan, ribetnya berkurang.

5. Cari Vendor yang Sevisi

Lebih dari 420 vendor dari 20 kategori hadir di Bridestory Market 2026, mulai dari venue, WO, dekorasi, busana, fotografi, perhiasan, hingga F&B.

Bagi Gen Z, memilih vendor bukan hanya soal harga, tapi juga soal vibe dan value. Apakah mereka memahami konsep yang kamu mau? Apakah komunikasinya enak? Apakah mereka fleksibel dan terbuka terhadap ide baru?

Pameran seperti ini jadi kesempatan emas untuk bertemu langsung, melihat portofolio, dan merasakan chemistry sebelum memutuskan.

6. Jangan Lupakan Experience

Yang menarik, pameran wedding kini bukan cuma soal transaksi. Ada instalasi tematik, photo spot, hingga area F&B dengan puluhan booth yang bikin pengalaman berburu vendor terasa seperti hangout.

Karena pada akhirnya, Gen Z melihat pernikahan bukan sekadar satu hari acara, tapi sebuah journey. Dari proses planning, diskusi konsep, fitting gaun, sampai momen resepsi—semuanya ingin terasa menyenangkan.

Jadi, seperti apa pernikahan impian versimu?

Editor: Vania Rossa

Tag:  #pernikahan #impian #intimate #personal #penuh #estetika

KOMENTAR