Sambut Ramadan, Tokopedia dan TikTok Shop Bagikan 5 Strategi Dongkrak Penjualan UMKM
Memasuki bulan Ramadan, aktivitas belanja online di Indonesia tercatat tumbuh signifikan.
Data industri menunjukkan jumlah transaksi e-commerce meningkat lebih dari 76 persen, dengan lonjakan jumlah konsumen dibandingkan bulan biasa.
Kondisi ini mencerminkan peluang besar bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, di platform e-commerce seperti Tokopedia dan TikTok Shop.
Baca juga: Penjaminan Jamkrindo 2025 Tembus Rp 214,73 T, Jangkau 4,90 Juta UMKM
Ilustrasi TikTok Shop.
Tahun lalu, nilai transaksi Tokopedia dan TikTok Shop saat momen sahur melonjak lebih dari 10 kali lipat berkat kampanye Ramadan Ekstra Seru. Jumlah pesanan penjual pun naik rata-rata dua kali lipat.
Selain itu, sejumlah produk paling laris di TikTok Shop by Tokopedia melalui LIVE streaming di TikTok, antara lain baju muslim wanita, parfum, skincare, make up, serta hampers Ramadan.
“Didukung kekuatan penemuan berupa konten yang autentik, rekomendasi terpersonalisasi, dan komunitas yang kuat, Tokopedia dan TikTok Shop terus mendorong pertumbuhan penjual terutama di momen besar seperti Ramadan," ujar Stephanie Susilo, Executive Director, Tokopedia & TikTok E-commerce Indonesia dalam siaran pers, Jumat (13/2/2026).
Tingginya antusiasme belanja masyarakat selama Ramadan mendorong pelaku usaha untuk menyiapkan strategi yang matang.
Baca juga: KKP Targetkan Transaksi Rp 7 Miliar dalam Business Matching UMKM
Untuk memaksimalkan potensi penjualan selama Ramadan 2026, berikut lima langkah yang dapat diterapkan UMKM di Tokopedia dan TikTok Shop.
1. Siapkan stok dengan perencanaan strategis
Lonjakan permintaan umumnya terjadi sejak awal Ramadan hingga menjelang Lebaran. UMKM perlu memprioritaskan ketersediaan produk terlaris dan kategori dengan permintaan tinggi.
Ilustrasi UMKM yang bisnis online melalui e-commerce.
2. Optimalkan tampilan dan kelengkapan informasi produk
Persaingan yang ketat selama Ramadan membuat visual dan deskripsi produk menjadi faktor krusial.
Penjual didorong mempercantik katalog dan menyesuaikannya dengan tema Ramadan menggunakan official seller toolkit dari Tokopedia dan TikTok Shop.
Baca juga: InJourney Airports Perluas Akses Pasar UMKM Lewat Warteg Gate 37
3. Manfaatkan promo dan konten video
Promo terbatas seperti diskon, voucher, dan gratis ongkir dinilai efektif mendorong urgensi pembelian, terutama menjelang momen krusial Ramadan.
Aktivitas live streaming juga disebut semakin relevan karena memungkinkan interaksi langsung antara penjual dan konsumen.
4. Perkuat kualitas layanan pelanggan
Lonjakan transaksi selama Ramadan turut meningkatkan ekspektasi konsumen terhadap kecepatan dan ketepatan layanan.
5. Aktif berpartisipasi dalam kampanye besar
Kampanye Ramadan Ekstra Seru 2026 dimulai pada 9 Februari 2026 di TikTok Shop dan 18 Februari 2026 di Tokopedia. Kampanye ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan.
Selama Ramadan Ekstra Seru 2026, penjual melalui Tokopedia dan TikTok Shop dapat menghadirkan berbagai penawaran.
Di Tokopedia, konsumen bisa berbelanja gratis hingga Rp 4 miliar lewat program Kejar Ketupat, memenangkan grand prize seperti emas 100 gram, umrah sekeluarga, hingga mobil, serta menikmati promo Mall Pasti Diskon hingga 90 persen dengan garansi produk original dan gratis pengembalian.
Sementara di TikTok Shop, konsumen berkesempatan mendapatkan mobil dan iPhone 17 melalui permainan Pecahkan Telur, voucher diskon hingga 50 persen, serta THR berupa diskon hingga Rp 1 juta setiap hari.
Tokopedia dan TikTok Shop juga menggelar Seller Webinar Ramadan Ekstra Seru pada 11, 18, dan 26 Februari 2026.
Baca juga: BPOM Sebut Label Pangan Tinggi Gula Wajib untuk Semua, Termasuk UMKM
Inisiatif ini disebut sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan kedua platform dalam membekali UMKM dengan wawasan, strategi, dan dukungan agar dapat memaksimalkan momentum Ramadan.
Tag: #sambut #ramadan #tokopedia #tiktok #shop #bagikan #strategi #dongkrak #penjualan #umkm