Berkaca dari Konflik Brooklyn Beckham, Mengapa Pasangan Sering Disalahkan Saat Seseorang Menjauh dari Keluarga?
- Ketika seseorang yang sebelumnya terlihat dekat dengan orangtua mulai menjaga jarak setelah menikah, satu sosok yang kerap langsung disorot adalah pasangan.
Dalam banyak situasi, menantu dianggap sebagai penyebab utama renggangnya hubungan anak dengan keluarga. Inilah anggapan sebagian warganet terhadap istri Brooklyn Beckham, Nicola Peltz.
Mereka menilai, sejak berpacaran hingga menikah dengan Nicola, Brooklyn disebut makin berjarak dari David dan Victoria Beckham. Bahkan, keputusan Brooklyn untuk menjauh dari keluarganya, disebut karena hasutan Nicola.
Baca juga: Seperti Brooklyn Beckham, Ini Alasan Anak Putus Hubungan dengan Orangtua
Namun, seberapa pengaruh seorang suami atau istri dalam mendorong keputusan seseorang untuk memutus hubungan dengan keluarga asalnya?
“Pasangan itu pasti ada pengaruhnya, tapi bukan sumber utamanya. Biasanya, jarak itu muncul karena ada akumulasi dinamika dalam keluarga yang sudah lama,” kata dr. Leonita Ariesti Putri, Sp.KJ, MSc, psikiater di Primaya Hospital Kelapa Gading, saat diwawancarai via Google Meet, Kamis (29/1/2026).
Menantu jadi kambing hitam keretakan keluarga
Kesadaran baru yang muncul saat berkeluarga
Kehadiran pasangan sering kali berperan sebagai pemicu kesadaran, bukan penyebab retaknya hubungan. Saat seseorang masuk ke hubungan dewasa yang intim, ia cenderung mulai meninjau ulang pola relasi lamanya dengan keluarga.
Momen kebersamaan keluarga Beckham dengan sang menantu Nicola Peltz. BBrooklyn Beckham mengungkapkan alasan mengapa ia tidak ingin berdamai dengan orang tuanya, menyebutkan drama keluarga yang memengaruhi kehidupan pribadinya dengan Nicola Peltz.
Menurut dr. Leonita, dalam proses ini seseorang bisa menyadari bahwa selama ini ada batasan yang kurang sehat atau keterlibatan orangtua yang dirasa terlalu jauh ke ranah personal.
“Kehadiran pasangan itu cuma bikin lebih sadar, ‘oh jadi selama ini ternyata aku capek kalau aku terus diatur-atur’ misalnya. Jadi, bukan si pasangan yang bikin retak, tapi kehadirannya itu membuat orang jadi bisa melihat lebih jelas pola relasinya,” ujar dia.
Pergeseran pada sumber kelekatan emosional juga terjadi. Sebelum menikah, keluarga menjadi sumber utama dukungan emosional. Setelah menikah, posisi itu secara alami berpindah ke suami atau istri.
“Bukan artinya lebih sayang sama pasangan, tapi lebih ke prioritas emosinya berubah karena sekarang sumber kelekatan utamanya dari keluarga inti yang dia punya saat ini. Bukan artinya lebih sayang, tapi fokus emosionalnya bergeser,” kata dr. Leonita.
Hubungan menantu-mertua rentan bergesekan
Psikolog Clement Eko Prasetio, M.Psi., Psikolog, dari Indopsycare, mengungkap, menyalahkan pasangan akan keretakan keluarga asal adalah fenomena yang sangat umum.
Menyalahkan pasangan juga bisa terjadi lantaran relasi antara menantu dan mertua memang kerap menjadi area sensitif.
“Pasangan itu memang punya pengaruh, tapi kita sebagai orangtua, keluarga besar mungkin kakaknya atau adiknya, kita enggak boleh terlalu mengintervensi pilihan,” ujar Clement saat dihubungi.
Brooklyn Peltz Beckham, istrinya Nicola Peltz Beckham, dan sang ibu Victoria Beckham di acara karpet merah pemutaran perdana dokumenter Beckham di London pada Oktober 2023.
Pilihan apa pun yang dipilih, seperti menjaga jarak atau memutus hubungan, bisa ditanggapi dengan memberi saran, tetapi tidak dengan cara pasif-agresif.
Namun, ia menekankan pengaruh tersebut tidak berarti pasangan adalah biang keladi utama retaknya hubungan keluarga.
Anak membela pasangan
Pasangan jadi figur kelekatan utama
Dalam kasus Brooklyn dan Nicola, Brooklyn membela Nicola melalui unggahan yang mengungkapkan kronologi retaknya hubungan keluarga Beckham, serta keputusannya untuk menjauh.
Sikap anak yang terlihat lebih membela pasangan dibanding orangtua seperti ini, sering memperkuat anggapan bahwa pasangan “menguasai” anak.
Menurut dr. Leonita, ini berkaitan dengan perubahan figur kelekatan utama dalam kehidupan seorang anak dewasa.
“Sekarang, pasangan itu jadi attachment figure utama si orang ini, sudah bukan lagi orangtua,” tutur dia.
Kendati demikian, bagaimana jika figur kelekatan utama ini malah membuat seseorang “buta” akan masalah yang ada? Misalnya, apa yang diucapkan oleh orangtua ada benarnya, tetapi orang tersebut tetap membela pasangannya.
Dijelaskan oleh dr. Leonita, respons seperti ini dipengaruhi oleh gaya kelekatan atau attachment style masing-masing.
Baca juga: Psikolog Jelaskan Attachment Style di Balik Keputusan Brooklyn Beckham
Pasangan selebritas, Nicola Peltz dan Brooklyn Beckham bersiap melangsungkan pernikahan pada 9 April 2022.
“Kalau dia secure, dia bisa tahu batasannya antara nilai-nilai diri yang dianut. Sedekat apa pun sama orang itu, kalau enggak sesuai sama nilai dan norma yang dianut, dia bisa mengambil batasan yang jelas dan tegas,” ujar dia.
Dengan kata lain, seseorang tidak akan membela pasangan, jika apa yang diucapkan memang salah. Begitu pula dengan membela orangtua, jika apa yang mereka ucapkan salah.
“Kalau insecure, dia bukan milih yang rasional, tapi milih yang membuat dia merasa aman karena kalau ditinggalin, hidupnya akan berantakan,” kata dr. Leonita.
“Jadi, yang sering dibela itu bukan berdasarkan nilai yang dianut, tapi ketakutan kehilangan figur melekatnya ini,” sambung dia.
Bagian dari menjaga pernikahan
Untuk Clement, menurutnya wajar jika seseorang membela pasangan karena pernikahan merupakan relasi yang dipilih dan diharapkan berjalan damai.
“Kita menikah maunya indah hidupnya. Mau damai hidupnya. Tentu kita harus membela pasangan,” ujar dia.
Baca juga: Brooklyn Beckham Beberkan Alasan Menjauh, Tuding Orangtua Rusak Hubungannya
Ia tidak menampik bahwa relasi antara menantu dan mertua bisa tidak berjalan dengan baik, sehingga pertengkaran dapat terjadi. Namun, sebaiknya orangtua memahami tindakan anak yang membela pasangannya.
“Orangtua jangan terlalu sedih kalau anaknya membela pasangannya. Wajar karena itu keluarganya dia. Orangtua perlu lebih legowo menyadari bahwa anak sudah bertumbuh, sudah semakin dewasa,” jelas Clement.
Nicola Peltz Beckham memukau di pembaruan sumpah nikah, mengenakan gaun pengantin vintage milik sang ibu dari 1985. Pernikahan Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz kembali menjadi sorotan setelah konflik keluarga mencuat dan sejumlah isu lama ikut dibicarakan publik.
Jika tidak, dan orangtua terus mencampuri rumah tangga anak bahkan menyalahkan menantu, konflik bakal terus terjadi dan berpotensi semakin besar.
Perseteruan Brooklyn Beckham dan orangtua
Hubungan keluarga Beckham mulai menjadi sorotan publik setelah serangkaian peristiwa sejak tahun 2022 menunjukkan perubahan relasi yang signifikan. Ketegangan pertama kali terlihat saat pernikahan Brooklyn dengan Nicola Peltz pada April 2022 di Palm Beach, Florida, Amerika Serikat.
Publik menyoroti keputusan Nicola yang tidak mengenakan gaun pengantin rancangan label Victoria Beckham, meski ia berdalih hal itu murni karena kendala teknis.
Sejak saat itu, setiap interaksi mereka di media sosial selalu dipantau ketat oleh warganet untuk mencari tanda-tanda perselisihan.
Setelah sempat terlihat stabil dan merayakan Natal bersama pada akhir 2024, hubungan mereka kembali memburuk pada pertengahan 2025. Tanda keretakan yang nyata terlihat ketika Brooklyn dan Nicola absen dari perayaan ulang tahun ke-50 David di London pada Mei 2025.
Padahal, pasangan ini dilaporkan tengah berada di Inggris pada periode yang sama, tetapi mereka memilih untuk tidak hadir. Memasuki pertengahan 2025, laporan mengenai ketegangan antara Brooklyn dengan saudara-saudaranya, termasuk Romeo, mulai bermunculan.
Isu ini semakin memperkeruh suasana keluarga dan memperkuat dugaan adanya pembatasan kontak antara Brooklyn dengan anggota keluarga Beckham lainnya.
Rangkaian peristiwa ini menjadi dasar bagi Brooklyn untuk akhirnya mengeluarkan pernyataan terbuka mengenai keputusannya menjauh dari keluarga.
Baca juga: Kronologi Renggangnya Keluarga Beckham, dari Pernikahan Brooklyn hingga Pembatasan Kontak
Tag: #berkaca #dari #konflik #brooklyn #beckham #mengapa #pasangan #sering #disalahkan #saat #seseorang #menjauh #dari #keluarga