Psikolog Sebut Empati Itu Penting, Tapi Jangan Sampai Bikin Lelah Emosional
Ilustrasi memeluk diri sendiri.(Dok. Unsplash/Divaris Shirichena)
12:10
27 Januari 2026

Psikolog Sebut Empati Itu Penting, Tapi Jangan Sampai Bikin Lelah Emosional

Empati kerap dianggap sebagai sikap mulia yang harus selalu ditunjukkan, terutama saat melihat orang lain berada dalam situasi sulit.

Namun, empati yang tidak diiringi dengan batasan sehat justru berisiko menimbulkan kelelahan emosional.

Empati perlu diimbangi batasan sehat

Psikolog klinis Virginia Hanny, M.Psi., Psikolog mengingatkan rasa empati perlu diimbangi dengan batasan sehat, terutama saat menghadapi situasi krisis yang berlangsung dalam waktu lama, seperti bencana.

Menurut psikolog lulusan Universitas Padjadjaran itu, empati yang tidak diimbangi dengan batasan sehat dapat berkembang menjadi compassion fatigue atau kelelahan emosional.

Kondisi ini membuat seseorang yang berniat membantu justru merasa kewalahan, bahkan ikut merasakan trauma.

“Kelelahan emosional yang dapat dialami oleh tenaga kesehatan, relawan atau masyarakat yang sangat terlibat secara emosional,” kata Virginia dikutip dari ANTARA, Selasa (27/1/2026).

Ilustrasi kesehatan mental. Dok. Freepik Ilustrasi kesehatan mental.

Risiko compassion fatigue saat terlalu terlibat emosional

Virginia menjelaskan, salah satu langkah penting agar empati tetap sehat adalah dengan membedakan empati dan over-involvement atau keterlibatan emosional yang berlebihan.

Seseorang tetap bisa peduli tanpa harus larut sepenuhnya dalam penderitaan orang lain.

“?Membangun 'psychological boundaries', di mana kita harus menyadari bahwa kita dapat peduli tanpa harus bertanggung jawab atas semua penderitaan yang dirasakan oleh orang lain,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengakui keterbatasan diri.

Setiap individu memiliki kapasitas emosional yang berbeda dan tidak mungkin membantu semua orang dalam setiap situasi.

Cara menjaga empati agar tetap sehat

Selain itu, Virginia menyarankan untuk sesekali memberi jeda dari paparan konten berat, seperti informasi dengan gambar, video, atau narasi emosional yang dapat memicu respons stres.

Waktu tersebut bisa diisi dengan aktivitas yang lebih bermakna, seperti refleksi diri, olahraga, atau kegiatan kreatif.

Lebih lanjut, Virginia menegaskan bahwa menjaga empati dengan batasan sehat bukan berarti mengurangi kepedulian terhadap korban.

Sebaliknya, hal ini justru menjadi upaya menjaga kesehatan mental agar empati tetap bisa dipertahankan dalam jangka panjang.

“Penting untuk diingat bahwa melakukan hal-hal tersebut bukan berarti mengurangi kepedulian terhadap para korban, melainkan sebagai upaya menjaga diri agar empati dapat tetap terjaga dalam jangka panjang,” jelas psikolog yang berpraktik di Personal Growth itu.

Tag:  #psikolog #sebut #empati #penting #tapi #jangan #sampai #bikin #lelah #emosional

KOMENTAR