Cara Sopir Truk Ini Berhasil Turun Berat Badan 34 Kg Tanpa Diet Ketat
Ilustrasi diet. Perubahan kecil pada pola makan dan kebiasaan harian membuat berat badannya turun drastis meski harus duduk berjam-jam setiap hari.(UNSPLASH)
17:40
26 Januari 2026

Cara Sopir Truk Ini Berhasil Turun Berat Badan 34 Kg Tanpa Diet Ketat

Duduk berjam-jam setiap hari tidak menghentikan seorang sopir truk berusia 58 tahun untuk menurunkan berat badan hingga 34 kilogram dalam kurun waktu setahun. Ia berhasil melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup secara perlahan. 

Jerry Clark, sopir truk jarak jauh asal Amerika Serikat, mengatakan berat badannya naik drastis setelah pensiun dari militer dan beralih ke pekerjaan yang membuatnya hampir sepanjang hari duduk di balik kemudi.

“Pekerjaan sopir truk mungkin salah satu yang terburuk bagi kesehatan,” ujar Clark kepada Business Insider.

Selama puluhan tahun, Clark terbiasa menyantap makanan cepat saji dan gorengan di warung pinggir jalan demi mengejar waktu kerja yang ketat, kebiasaan yang membuat berat badannya mencapai sekitar 139 kilogram.

Program nutrisi jadi titik balik

Perubahan besar dimulai ketika perusahaan tempat Clark bekerja menawarkan program edukasi nutrisi gratis melalui Virta Health, yang awalnya dirancang untuk pasien diabetes tipe 2.

Meski tidak mengidap diabetes, Clark diizinkan mengikuti program tersebut dan mendapat pendampingan nutrisi secara rutin.

Dalam 12 bulan, ia berhasil menurunkan lebih dari 75 pon atau sekitar 34 kilogram dan mengaku energinya kini jauh lebih baik dibanding saat muda.

“Saya sekarang lebih ramping dibanding saat keluar dari militer,” katanya.

Bukan diet instan, tapi perubahan gaya hidup

Ilustrasi diet. Perubahan kecil pada pola makan dan kebiasaan harian membuat berat badannya turun drastis meski harus duduk berjam-jam setiap hari.Shutterstock/Monthira Ilustrasi diet. Perubahan kecil pada pola makan dan kebiasaan harian membuat berat badannya turun drastis meski harus duduk berjam-jam setiap hari.

Clark menekankan bahwa ia tidak menjalani diet ketat, melainkan mengubah cara makan secara bertahap.

Ia mengganti ayam goreng dengan ayam panggang, mengurangi makanan ultra-proses, serta memperbanyak sayuran hijau dan protein tanpa lemak.

“Saya tetap makan makanan yang sama, hanya cara mengolahnya yang berbeda,” ujar Clark.

Kualitas makanan lebih penting

Peneliti nutrisi dan makanan ultra-proses, Kevin Hall, mengatakan keberhasilan penurunan berat badan tidak bergantung pada satu jenis diet tertentu.

“Hampir semua pendekatan diet sepakat soal mengurangi gula tambahan dan memperbanyak sayuran non-tepung,” kata Hall kepada Business Insider.

Hall menambahkan bahwa diet rendah karbohidrat tidak terbukti lebih unggul dibanding diet rendah lemak dalam menurunkan lemak tubuh pada kebanyakan orang.

Pendampingan jadi kunci

Mantan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Dr. David Kessler, menilai sistem pendampingan intensif seperti yang dijalani Clark berperan besar dalam keberhasilan jangka panjang.

“Akuntabilitas dari pelatih membantu orang bertahan dengan perubahan perilaku,” ujar Kessler dalam bukunya Diet, Drugs, and Dopamine.

Clark mengaku bimbingan tersebut membantunya mengontrol porsi makan dan tidak lagi makan berlebihan.

Tidak terobsesi angka timbangan

Saat mulai rutin latihan beban, berat badan Clark sempat stagnan, tetapi lingkar pinggangnya terus menyusut.

“Kalau senang dengan yang terlihat di cermin, itu sudah cukup,” ujarnya, mengutip saran pelatihnya.

Kini, Clark berolahraga enam hari dalam seminggu, mengombinasikan kardio dan latihan kekuatan, serta membawa bekal sendiri saat bekerja.

Inspirasi bagi sekitar

Perubahan gaya hidup Clark menular ke keluarganya, termasuk putranya yang berhasil menurunkan lebih dari 45 kilogram dengan pendekatan serupa.

“Ini bukan soal cepat kurus, tapi soal hidup lebih sehat dan realistis,” kata Clark.

Tag:  #cara #sopir #truk #berhasil #turun #berat #badan #tanpa #diet #ketat

KOMENTAR