Olahraga Intensitas Tinggi Perlu Persiapan, Kenali Dulu Kondisi Jantung
ilustrasi lari trail. (Unsplash/Urban Vintage)
15:05
26 Januari 2026

Olahraga Intensitas Tinggi Perlu Persiapan, Kenali Dulu Kondisi Jantung

– Olahraga dengan intensitas tinggi kini semakin populer, mulai dari lari jarak jauh, bersepeda, hingga latihan kardio berat di pusat kebugaran. Aktivitas ini kerap dipilih karena dinilai efektif meningkatkan kebugaran dan stamina tubuh.

Namun, di balik manfaatnya, olahraga berat juga memiliki risiko apabila dilakukan tanpa persiapan dan pemeriksaan kesehatan yang memadai. Terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko tertentu, olahraga intensitas tinggi justru bisa membahayakan jika kondisi tubuh tidak diketahui sejak awal.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Fahmi Idrus Shahab, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC, menjelaskan, sebelum melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, seseorang sebaiknya mengenali terlebih dahulu profil kesehatannya, khususnya terkait risiko kardiovaskular.

“Sebelumnya, kalau kita mau olahraga yang cukup intens, intensitasnya tinggi, itu kita harus memeriksakan dulu diri kita. Apakah kita memiliki faktor risiko kardiovaskular, seperti hipertensi, diabetes, merokok, kolesterol tinggi, atau enggak,” jelasnya saat ditemui di Eka Hospital MT Haryono, Jumat (23/1/2026).

Kenali kondisi tubuh sebelum olahraga berat

Dr. Fahmi menekankan pentingnya mengenali profil kesehatan diri sendiri sebelum memulai olahraga intensitas tinggi. 

Hal ini mencakup riwayat tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta kebiasaan hidup yang berisiko.

“Karena kalau misalnya kita memiliki faktor risiko tersebut, dan kita mau melakukan olahraga yang sifatnya high intensity, olahraga yang cukup berat, itu kita harus tahu dulu jantung kita aman apa enggak sih,” ujarnya.

Tanpa pemeriksaan awal, seseorang tidak dapat memastikan apakah jantung mampu menerima beban olahraga berat dengan aman.

Rute Gajah Trail Run 2023 yang sangat menantang menyajikan pemandangan Pegunungan TelomoyoKOMPAS.com/Dian Ade Permana Rute Gajah Trail Run 2023 yang sangat menantang menyajikan pemandangan Pegunungan Telomoyo

Pemeriksaan yang bisa dilakukan

Untuk memastikan kondisi jantung sebelum melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, dr. Fahmi menjelaskan bahwa ada sejumlah pemeriksaan yang bisa dilakukan. 

Salah satu pemeriksaan paling sederhana dan umum adalah treadmill test, yang bertujuan menilai respons jantung saat menerima beban aktivitas fisik.

“Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan, supaya aman, kita lakukan yang paling sederhana itu dengan treadmill test. Treadmill test itu adalah kita jalan cepat di mesin treadmill test, sambil dilakukan pemeriksaan EKG secara langsung,” jelas dr. Fahmi.

Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat melihat bagaimana kinerja jantung selama aktivitas, termasuk menilai apakah aliran darah ke pembuluh darah koroner berjalan dengan baik atau justru mengalami hambatan.

“Dari situ kita bisa melihat grafiknya, apakah aliran daripada pembuluh darah koroner kita baik atau tidak,” lanjutnya.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan aliran darah yang baik dan tidak disertai keluhan, seseorang umumnya dinilai lebih aman untuk melanjutkan atau memulai olahraga dengan intensitas yang lebih tinggi.

Risiko olahraga berat tanpa pemeriksaan

Di samping itu, dr. Fahmi mengingatkan bahwa tanpa pemeriksaan kesehatan, seseorang tidak dapat mengetahui kondisi jantungnya secara pasti. 

Padahal, ketidaktahuan ini dapat menimbulkan risiko serius ketika seseorang langsung melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

“Kalau aliran darahnya baik, enggak ada keluhan, mungkin bisa saja kita mau melakukan aktivitas olahraga yang cukup berat. Namun, kalau misalnya kita belum memeriksakan, kita kan enggak tahu,” ujar dr. Fahmi.

Ia menjelaskan, olahraga berat yang dilakukan tanpa mengetahui kondisi jantung dapat memicu kejadian yang tidak diinginkan.

Maka dari itu, dr. Fahmi menekankan pentingnya mengenali kondisi tubuh dan faktor risiko kesehatan sebelum memutuskan untuk menjalani olahraga dengan intensitas tinggi, terutama pada orang dewasa dan mereka yang memiliki faktor risiko tertentu.

“Bisa jadi kita saat melakukan olahraga berat, akhirnya bisa seperti ada yang henti jantung, ada yang bersepeda jatuh,” tuturnya.

Usia di atas 40 tahun perlu lebih waspada

Selain faktor risiko medis, usia juga menjadi pertimbangan penting sebelum melakukan olahraga intensitas tinggi. 

Dr. Fahmi menegaskan bahwa makin bertambah usia, pemeriksaan kesehatan perlu mendapat perhatian lebih agar olahraga tetap aman.

Menurutnya, setiap orang perlu mengenali kondisi tubuh dan faktor risikonya terlebih dahulu, seperti tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah.

“Jadi kita mesti tahu dulu diri kita tuh seperti apa, profil diri kita kita mesti tahu. Kita ini ada hipertensi enggak, kolesterol kita gimana, gula kita gimana,” ujar dr. Fahmi.

Ia menambahkan, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama bagi mereka yang sudah memasuki usia 40 tahun ke atas.

Tag:  #olahraga #intensitas #tinggi #perlu #persiapan #kenali #dulu #kondisi #jantung

KOMENTAR