Ibu Hamil Dianjurkan untuk Tidur Miring ke kiri, Ini Alasannya
Ilustrasi ibu hamil(NataliaDeriabina)
10:05
26 Januari 2026

Ibu Hamil Dianjurkan untuk Tidur Miring ke kiri, Ini Alasannya

– Selama kehamilan, perubahan ukuran rahim membuat ibu hamil perlu lebih memperhatikan posisi tidur. 

Bukan sekadar soal kenyamanan, posisi tidur juga berpengaruh pada aliran darah, suplai oksigen, dan kesehatan janin di dalam kandungan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Gorga Udjung, Sp.OG., menjelaskan bahwa posisi tidur miring ke kiri merupakan posisi yang paling dianjurkan untuk ibu hamil, terutama saat usia kehamilan semakin besar.

“Usahakan tidur lebih banyak posisi miring kiri. Nah itu diusahakan,” ujar dr. Gorga dalam acara Newborn & Breastfeeding Class Blackmores Lacta Well di Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa posisi tersebut membantu menjaga aliran darah dan oksigen tetap optimal menuju plasenta. 

Dengan suplai oksigen yang cukup, janin dapat tumbuh dengan lebih baik di dalam kandungan, sementara tubuh ibu juga tidak terbebani oleh tekanan berlebih pada pembuluh darah utama.

Membantu menjaga aliran darah ke janin

Menurut dr. Gorga, salah satu alasan utama mengapa ibu hamil dianjurkan tidur miring ke kiri berkaitan dengan aliran darah.

Saat ibu hamil tidur telentang, rahim yang membesar dapat menekan pembuluh darah besar di bagian belakang tubuh.

“Selain cukup oksigen, kalau terlentang, pembuluh darah itu di bawah dan bisa ketekan. Flow darahnya jadi lebih sempit,” jelas dr. Gorga.

Tekanan tersebut membuat aliran darah menuju plasenta menjadi berkurang. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi ke janin bisa terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak baik bagi pertumbuhan dan kesehatan bayi di dalam kandungan.

Dengan tidur miring ke kiri, tekanan pada pembuluh darah utama dapat dikurangi sehingga aliran darah tetap lancar dan janin mendapatkan suplai oksigen yang optimal.

Menghindari tekanan berlebih pada organ tubuh ibu

Selain aliran darah, posisi tidur juga memengaruhi kondisi organ-organ dalam tubuh ibu. Sebaliknya, dr. Gorga menuturkan, saat ibu tidur miring ke kanan dalam waktu lama juga kurang dianjurkan karena dapat memberi tekanan pada organ hati.

“Kalau miring ke kanan, di situ ada hepar. Apalagi kalau kehamilan makin besar, rahim akan menekan organ-organ sekitar,” katanya.

Tekanan pada hati dapat memengaruhi sirkulasi darah dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada ibu hamil. 

Oleh sebab itu, posisi miring ke kiri dinilai paling aman karena membantu mengurangi tekanan pada organ vital di dalam tubuh.

Boleh dikombinasikan jika terasa pegal

Meski posisi miring ke kiri dianjurkan, dr. Gorga menegaskan bahwa ibu hamil tidak perlu memaksakan diri bila posisi tersebut terasa tidak nyaman. Rasa pegal atau nyeri bisa muncul jika ibu tidur dalam satu posisi terlalu lama.

“Jadi, paling aman emang ya miring ke kiri. Tapi kalau misalnya udah pegal atau enggak nyaman, bisa aja kadang-kadang sesekali dikombinasikan," ujarnya.

Yang terpenting, ibu hamil disarankan menghindari posisi telentang dalam waktu lama dan memilih posisi tidur yang paling aman serta memungkinkan tubuh beristirahat dengan optimal.

Dengan memperhatikan posisi tidur sejak dini, ibu hamil dapat membantu menjaga kesehatan diri sendiri sekaligus mendukung tumbuh kembang janin hingga menjelang persalinan.

Tag:  #hamil #dianjurkan #untuk #tidur #miring #kiri #alasannya

KOMENTAR