Tips Jitu Berburu Barang Branded Preloved Agar Tidak Nyesel Pulang Belanja
Tips Jitu Berburu Barang Branded Preloved Agar Tidak Nyesel Pulang Belanja (Suara.com/Dinda)
21:41
23 Januari 2026

Tips Jitu Berburu Barang Branded Preloved Agar Tidak Nyesel Pulang Belanja

Baca 10 detik
  • Irresistible Bazaar, bazar barang preloved branded terkurasi, diadakan pada 21–25 Januari 2026 di BintaroXchange Mall.
  • Minat pasar terhadap barang preloved branded tinggi karena harga terjangkau dan variasi barang yang dapat diperiksa langsung.
  • Pembeli preloved kini semakin meluas mencakup berbagai generasi, termasuk Gen Z, yang mencari sesuai gaya pribadi.

Minat masyarakat Indonesia terhadap barang branded preloved terus menunjukkan tren yang positif. Hal ini tercermin dari konsistensi gelaran Irresistible Bazaar, yang pada awal 2026 ini kembali hadir dan sekaligus menandai perjalanan satu dekade sejak pertama kali digelar pada Februari 2015.

Mengusung konsep bazar curated untuk barang-barang branded preloved, Irresistible Bazaar berlangsung pada 21–25 Januari 2026 di BintaroXchange Mall 2, Tangerang Selatan, dan kembali menjadi magnet bagi para pencinta luxury items dari berbagai kota di Indonesia.

“Kalau di Indonesia, market untuk preloved branded itu bagus. Perputaran barangnya cepat sekali. Ada yang baru dititip, langsung laku. Jadi barangnya enggak lama dipajang,” ujar Marisa Tumbuan, Founder Irresistible Bazaar.

Menurut Marisa, besarnya pasar Indonesia turut memengaruhi dinamika tersebut. Para penjual atau tenant tak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga dari Bali hingga kota-kota lain, menciptakan ekosistem jual beli yang aktif dan sehat.

Kenapa Preloved Branded Semakin Diminati?

Meningkatnya minat terhadap preloved branded bukan tanpa alasan. Selain harga yang lebih terjangkau dibandingkan produk baru, pembeli juga mendapatkan keuntungan berupa variasi pilihan yang lebih luas dalam satu waktu dan tempat.

“Kalau di bazar seperti ini, pembeli bisa langsung membandingkan beberapa model, beberapa seller, dan menyesuaikan dengan budget masing-masing. Ini tempat yang pas buat hunting,” jelas Marisa.

Marisa Tumbuan, Founder Irresistible Bazaar, Bazaar Barang Branded Preloved Terkurasi (Suara.com/Dinda) PerbesarMarisa Tumbuan, Founder Irresistible Bazaar, Bazaar Barang Branded Preloved Terkurasi (Suara.com/Dinda)

Ia menambahkan, dibandingkan belanja melalui media sosial yang sering kali mengharuskan pembeli memilih satu barang untuk COD, bazar memberi pengalaman melihat, menyentuh, dan menilai langsung kondisi barang sebelum membeli.

Membeli barang branded preloved juga tak selalu berarti menurunkan kualitas. Justru, jika cermat memilih, pembeli bisa mendapatkan barang dengan nilai jangka panjang.

“Ada tas-tas tertentu yang nilai jualnya bisa jadi investasi. Kalau dipakai dengan rapi dan disimpan dengan benar, biasanya bisa dijual lagi minimal di harga beli,” ungkap Marisa.

Selain itu, sistem poin yang diterapkan Irresistible Bazaar sejak 2025 menjadi nilai tambah tersendiri. Pengunjung bisa mengumpulkan poin belanja dan menukarkannya dengan barang-barang tertentu yang dipajang selama bazar berlangsung.

Tips Aman Berburu Preloved Agar Tak Kecewa

Agar pengalaman berburu barang preloved tetap menyenangkan, Marisa membagikan beberapa tips penting, terutama bagi pengunjung baru.

“Yang paling utama itu kenali dulu maunya apa dan budget-nya berapa. Jangan datang tanpa tahu budget, nanti pulang bisa nyesel,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar pembeli tidak berekspektasi layaknya membeli barang baru. Ketelitian menjadi kunci utama.

“Namanya preloved, pasti ada bekas pakai. Jadi balik lagi ke ketelitian mata masing-masing. Periksa barangnya dengan baik karena barangnya ada di depan mata kita,” jelasnya.

Untuk perawatan setelah membeli, Marisa menyarankan penyimpanan yang tepat agar kondisi tas tetap terjaga. “Lemari jangan lembap, pakai silica gel, dan rajin dicek. Tas juga sebaiknya tetap dipakai, jangan hanya disimpan,” tambahnya.

Soal merek, tren bisa berubah, tetapi ada beberapa nama besar yang tetap konsisten dicari pasar. Menurut Marisa, lima brand ini masih menjadi primadona hingga sekarang.

“Yang paling banyak dicari itu masih Hermes, Louis Vuitton, Chanel, YSL, dan Balenciaga. Untuk model yang lagi tren, Chanel 22 dan Chanel 25 juga banyak peminatnya,” ungkapnya.

Selain tas, Irresistible Bazaar juga menghadirkan sepatu, aksesori, jam tangan, hingga jewelry dari rumah mode ternama seperti Chanel, Bulgari, dan Cartier.

Segmentasi Pembeli Kian Meluas, Gen Z Ikut Meramaikan

Menariknya, dalam 10 tahun perjalanannya, Irresistible Bazaar tidak mengalami pergeseran segmentasi, melainkan perluasan.

“Bukan bergeser, tapi makin luas. Yang tadinya dibeli ibunya, sekarang anaknya sudah bisa beli sendiri,” kata Marisa.

Gen Z pun mulai menjadi pembeli aktif, dengan karakter yang lebih spesifik dalam memilih barang. “Kalau Gen Z itu mereka beli bukan karena tren, tapi karena ‘ini style gue’. Mereka bisa bilang, ‘tasnya bagus, tapi itu bukan gue’,” tutupnya.

Dengan antusiasme yang terus terjaga dan konsep kurasi tenant yang konsisten, Irresistible Bazaar membuktikan bahwa preloved branded bukan sekadar alternatif, melainkan gaya belanja cerdas yang semakin relevan dengan kebutuhan lintas generasi.

Editor: Dinda Rachmawati

Tag:  #tips #jitu #berburu #barang #branded #preloved #agar #tidak #nyesel #pulang #belanja

KOMENTAR