Aman atau Tidak Pakai Minyak Zaitun di Wajah? Ini Kata Dokter Kulit
Ilustrasi skincare.(Dok. Unsplash/Jk Imperial)
17:05
19 Januari 2026

Aman atau Tidak Pakai Minyak Zaitun di Wajah? Ini Kata Dokter Kulit

- Minyak zaitun sering dianggap sebagai bahan alami serbaguna, termasuk untuk perawatan kulit wajah. Sejak zaman Cleopatra, minyak ini dipercaya mampu menjaga kecantikan kulit. 

Namun, di balik popularitasnya, apakah minyak zaitun benar-benar baik untuk wajah, atau justru bisa menimbulkan masalah kulit?

Para ahli dermatolog sepakat bahwa jawabannya tidak hitam-putih. Minyak zaitun memiliki manfaat, tetapi juga risiko yang perlu dipahami sebelum menggunakannya sebagai bagian dari skincare.

Apa saja manfaat minyak zaitun untuk wajah?

Melembapkan kulit yang sangat kering

Salah satu keunggulan utama minyak zaitun adalah kemampuannya dalam melembapkan kulit. 

“Sehat tidaknya kulit kita bergantung pada lapisan lipid yang merekatkan sel-sel kulit. Saat cuaca dingin atau kita sering berada di ruangan ber-AC, lapisan ini bisa rusak sehingga kulit menjadi kering dan pecah-pecah,” jelas Neda Mehr, MD, dokter kulit bersertifikat dan direktur medis di Pure Dermatology Cosmetic & Hair Center, seperti disadur dari Real Simple, Senin (19/1/2026).

Kandungan asam lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan membuatnya bekerja sebagai emolien yang membantu mengunci kelembapan.

“Minyak zaitun adalah pelembap kulit yang sangat baik, terutama bila diaplikasikan pada kulit yang masih lembab. Ia dapat bertindak seperti lapisan pelindung kedua bagi kulit yang kering dan retak,” tambah dia.

Oleh karena itu, minyak zaitun lebih cocok digunakan oleh pemilik kulit sangat kering atau kulit yang lapisan pelindungnya sedang terganggu.

Ilustrasi minyak zaitun.SHUTTERSTOCK/DUSAN ZIDAR Ilustrasi minyak zaitun.

Membantu proses penyembuhan luka dan menjaga elastisitas kulit 

Minyak zaitun juga memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Kandungan triterpenes di dalamnya diketahui membantu proses penyembuhan luka dengan mendukung produksi kolagen dan mempercepat penutupan jaringan kulit.

Dalam konteks perawatan wajah, ini berarti minyak zaitun berpotensi membantu menenangkan kulit yang sedang iritasi ringan atau mengalami kekeringan ekstrem, selama tidak digunakan pada kulit yang rentan berjerawat.

Lebih jauh, kandungan vitamin dan lemak sehat dalam minyak zaitun membuatnya sering dikaitkan dengan efek anti-aging. 

Secara teori, nutrisi ini dapat membantu menjaga elastisitas kulit dan mengurangi tampilan garis halus. Namun, manfaat ini lebih efektif bila minyak zaitun dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat dibandingkan digunakan langsung pada kulit wajah.

Efek penggunaan minyak zaitun ke wajah

Berisiko menyumbat pori dan memicu jerawat

Di sisi lain, minyak zaitun memiliki tekstur yang cukup berat dan bersifat komedogenik bagi sebagian orang. Minyak ini berpotensi menyumbat pori-pori.

“Untuk kondisi yang berkaitan dengan produksi minyak berlebih, seperti jerawat, minyak zaitun bisa menjadi salah satu produk terburuk yang diaplikasikan ke kulit karena dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat parah,” tegas Mehr.

Inilah alasan mengapa pemilik kulit berminyak, kombinasi, atau acne-prone sebaiknya menghindari penggunaan minyak zaitun langsung pada wajah.

Tidak aman digunakan sebelum terpapar matahari

Meski minyak zaitun dapat membantu menenangkan kulit setelah terbakar matahari, penggunaannya sebelum terpapar sinar matahari justru berbahaya.

“Minyak zaitun yang diaplikasikan di pagi hari tanpa perlindungan seperti sunscreen atau pakaian tertutup adalah cara menuju sunburn dan kerusakan kulit yang serius,” tegas Mehr.

Minyak zaitun tidak memiliki perlindungan UV, sehingga tidak bisa menggantikan sunscreen.

Tidak benar-benar menyerap ke dalam kulit

Seorang estetikawan dan pemilik Anna Babayan Skincare di Boston, Anna Babayan menyatakan, secara umum minyak zaitun bukan pilihan ideal sebagai produk skincare utama.

“Kulit kita tidak memiliki enzim yang mampu memecah molekul minyak zaitun agar manfaatnya dapat masuk ke dalam kulit. Akibatnya, minyak ini hanya duduk di permukaan kulit sebagai lapisan penghalang,” jelasnya.

Menurut Babayan, manfaat terbesar minyak zaitun justru diperoleh ketika dikonsumsi, bukan saat dioleskan.

Bisa bermanfaat untuk kulit dengan eczema

Meski demikian, Mehr melihat sisi positif dari karakter minyak zaitun yang hanya berada di permukaan kulit.

“Minyak zaitun bisa menjadi pilihan yang sangat baik untuk pasien dengan dermatitis atopik atau eksim, dia bisa menyatukan sel-sel kulit,” katanya.

Lapisan minyak yang terbentuk dapat membantu mengurangi penguapan air dari kulit dan memperkuat skin barrier.

Minyak zaitun bukanlah bahan yang cocok untuk semua jenis kulit. Penggunaannya lebih disarankan bagi pemilik kulit sangat kering, kulit yang lapisan pelindungnya rusak, atau penderita eczema, dan itupun sebagai pelindung tambahan, bukan skincare utama.

“Karena orang dengan kulit kering kekurangan minyak alami, lapisan pelindung kulit mereka biasanya terganggu. Ini bisa menyebabkan kehilangan air dan dehidrasi mendalam,” terang Babayan.

Sebaliknya, bagi kulit berminyak, sensitif terhadap jerawat, atau sering terpapar matahari, minyak zaitun justru berpotensi menimbulkan lebih banyak masalah daripada manfaat.

Tag:  #aman #atau #tidak #pakai #minyak #zaitun #wajah #kata #dokter #kulit

KOMENTAR