Bisakah Jam Tangan Mewah Dijadikan Investasi?
- Arloji mewah bukan cuma melengkapi penampilan dan menegaskan status sosial, tapi saat ini banyak orang menggunakannya sebagai bentuk investasi. Apalagi beberapa tipe arloji dibuat dalam edisi terbatas sehingga banyak dicari orang.
Event Director Jakarta Watch Exchange (JWX) Nike April menuturkan, arloji mewah layak dipandang sebagai instrumen investasi.
“Jelas jam tangan merupakan salah satu instrumen untuk investasi dibanding kita investasi ke kripto dan lain sebagainya, yang sudah banyak kejadian bisa anjlok banget dan kita enggak bisa ngapa-ngapain,” kata dia saat ditemui di JWX 2026 di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
“Kalau harga arloji drop pun, nggak mungkin nol, nggak mungkin minus. Paling kita rugi beberapa, dan itu sudah jadi risiko investasi,” lanjut Nike.
Nike melanjutkan, keunggulan arloji dibandingkan aset lain sebagai instrumen investasi, adalah kemampuannya untuk tetap dinikmati.
Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Pemilik arloji mewah masih bisa tetap menggunakannya, sambil berinvestasi pada barang tersebut.
“Kita ada risiko di sini (harga turun), tapi kita bisa menikmati investasi tersebut. Kalau kita investasi di kripto kan kita enggak bisa sambil menikmati dalam proses investasi tersebut,” jelas Nike.
Tidak semua arloji bisa dijadikan investasi
Namun, Nike menekankan bahwa tak semua arloji memiliki potensi yang sama. Hanya arloji dari merek dan model tertentu yang bisa dijadikan sebagai instrumen investasi.
“Terutama kalau kita memilih brand dan model tertentu. Biasanya yang populer, yang klasik, dan long lasting, sehingga banyak dicari orang, kayak Rolex Datejust,” ujar dia.
Sales Advisor Watches Trader Felix juga memiliki pandangan yang serupa. Misalnya saja merek arloji dari Swiss. Tidak semuanya bisa dijadikan investasi, meskipun berasal dari Swiss yang terkenal sebagai negara produsen arloji mewah.
Felix menyebut, ada beberapa nama yang paling umum dipilih pasar Indonesia sebagai investasi.
Jakarta Watch Exchange di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
“Di Indonesia, lebih masuk nilainya untuk investasi itu Rolex, Patek Philippe, F.P.Journe, dan Richard Mille,” ungkap Felix.
Namun, tidak semua jam dari empat merek tersebut potensial sebagai instrumen investasi. Hanya beberapa seri saja. Untuk Rolex, misalnya adalah seri Datejust, GMT Master II, Cosmograph Daytona, dan Day-Date.
Jam tangan dengan emas 18 karat
Sementara itu, co-owner dealerjam, Kevinta, lebih menyarankan arloji dengan emas 18 karat ke atas untuk dijadikan sebagai instrumen investasi, terlepas dari mereknya.
“Yang bisa dikatakan ‘jam sebagai investasi’ adalah jam yang bahan dasarnya emas, karena harga emas pasti naik. Jadi, harga jam itu mengikuti harga emas,” jelas Kevinta.
Namun, untuk arloji dengan emas, menurutnya jangka waktu investasinya sama dengan perhiasan.
“Jangka waktunya biasanya dari lima sampai 10 tahun, baru bisa diklasifikasikan bahwa betul jam tangan ini untung,” tutur Kevinta.
Menurut dia, arloji berbahan stainless steel memang bisa mengalami kenaikan harga, tetapi berdasarkan permintaan. Harga naik jika stoknya sedikit, tetapi peminatnya tinggi.
“Misalnya, jam dipakai sama boyband BTS, jadi terkenal, dan orang pengen pakai semua. Biasanya dalam hitungan satu sampai dua bulan, kenaikan harganya bisa 10-20 persen,” lanjut Kevinta.