5 Amalan Isra Miraj yang Dianjurkan, Raih Keberkahan dan Dikabulkan Segala Hajat
- Peristiwa Isra Miraj terjadi pada 27 Rajab.
- Peristiwa ini menghasilkan perintah salat lima waktu bagi umat Muslim.
- Umat Islam dianjurkan berpuasa sunnah di bulan Rajab, memperbanyak zikir hingga sedekah.
Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah Islam. Perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha dalam satu malam, bukan sekadar kisah sejarah.
Momentum yang jatuh pada tanggal 27 Rajab ini membawa perintah salat lima waktu dan berbagai hikmah spiritual bagi umat Muslim.
Sebagai bentuk penghormatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, umat Islam dianjurkan untuk mengisi waktu tersebut dengan berbagai ibadah.
Berdasarkan saripati ajaran para ulama dan referensi dari berbagai lembaga keagamaan seperti BAZNAS dan Nahdlatul Ulama (NU), berikut adalah 5 amalan Isra Miraj yang dianjurkan untuk mendulang pahala dan keberkahan.
1. Melaksanakan Puasa Sunnah di Bulan Rajab
Mengawali peringatan Isra Miraj dengan berpuasa adalah langkah yang sangat mulia. Bulan Rajab sendiri termasuk dalam Asyhurul Hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan Allah SWT. Melakukan puasa sunnah pada tanggal 27 Rajab atau hari-hari di sekitarnya dipercaya memiliki keutamaan besar.
Meskipun tidak ada hadis yang secara spesifik mewajibkan puasa tepat di hari Isra Miraj, namun secara umum, memperbanyak amal saleh di bulan haram, termasuk puasa, sangat dianjurkan.
Puasa berfungsi sebagai sarana penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) agar kita lebih siap menerima pancaran keberkahan di malam yang bersejarah tersebut.
2. Memperbanyak Zikir dan Tasbih
Salah satu "oleh-oleh" spiritual dari peristiwa Isra Miraj adalah pesan dari Nabi Ibrahim AS kepada Nabi Muhammad SAW untuk umatnya.
Dalam sebuah riwayat yang dikutip oleh BAZNAS, Nabi Ibrahim menitipkan salam dan pesan bahwa surga memiliki tanah yang baik dan air yang tawar, namun tanamannya adalah zikir.
Zikir yang sangat dianjurkan antara lain:
La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah).
Subhanallah, Walhamdulillah, Wala ilaha illallah, Wallahu Akbar.
Memperbanyak zikir ini di malam 27 Rajab akan membantu hati tetap terpaut pada kebesaran Allah SWT, sebagaimana Nabi SAW menyaksikan keagungan-Nya di Sidratul Muntaha.
3. Membaca Doa Khusus Malam 27 Rajab
Para ulama, termasuk yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, menganjurkan pembacaan doa khusus pada malam Isra Miraj. Doa ini dipanjatkan dengan harapan agar segala hajat dikabulkan oleh Allah SWT.
Melansir artikel NU Online yang ditulis oleh Sunnatullah, Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri dalam kitabnya telah mencantumkan sebuah doa khusus untuk malam tersebut. Berikut Teks Doanya:
Allhumma inn as’aluka bi musyhadati asrril muhibbn, wa bil khalwatil lat khashshashta bih sayyidal mursaln hna asraita bih lailatas sbi’i wal ‘isyrn an tarhama qalbiyal hazna wa tujba da‘wat y akramal akramn.
Artinya: "Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul, ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Kau merahmati hatiku yang sedih dan Kau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan."
4. Memperbanyak Shalawat Nabi
Isra Miraj adalah momentum di mana kedudukan mulia Nabi Muhammad SAW diperlihatkan kepada seluruh penduduk langit. Oleh karena itu, memperbanyak membaca shalawat adalah bentuk cinta (mahabbah) kita kepada Rasulullah SAW.
Membaca shalawat tidak hanya mendatangkan ketenangan, tetapi juga menjadi wasilah agar kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir.
Di malam yang penuh cahaya ini, umat Muslim disarankan untuk meluangkan waktu khusus membaca shalawat sebagai bentuk syukur atas risalah Islam dan perintah salat yang dibawa Nabi Muhammad SAW dari perjalanannya menemui Sang Khalik.
5. Melakukan Sedekah dan Refleksi Diri (Tadabbur)
Amalan yang tak kalah penting adalah berbagi kepada sesama. Sedekah di bulan Rajab memiliki nilai sosial dan spiritual yang tinggi. Dengan bersedekah, kita membersihkan harta dan menunjukkan empati kepada kaum dhuafa.
Selain itu, lakukanlah tadabbur atau refleksi atas peristiwa Isra Miraj. Perjalanan ini mengajarkan kita tentang pentingnya salat sebagai tiang agama.
Jadikan momentum ini untuk memperbaiki kualitas salat lima waktu kita. Sebagaimana Isra Miraj adalah "perjalanan vertikal" Nabi menuju Allah, maka salat adalah "Miraj-nya" orang beriman untuk berkomunikasi langsung dengan Tuhannya.
Memperingati Isra Miraj bukan sekadar seremoni tahunan. Dengan menjalankan amalan-amalan di atas, mulai dari puasa, zikir, doa, shalawat, hingga sedekah, kita berharap dapat memetik hikmah mendalam dari perjalanan agung Rasulullah SAW.
Mari manfaatkan sisa bulan Rajab ini untuk mempertebal iman dan memperbaiki ibadah, agar kita siap menyambut bulan suci Ramadhan yang kian dekat.
Tag: #amalan #isra #miraj #yang #dianjurkan #raih #keberkahan #dikabulkan #segala #hajat