Mengigau Saat Mimpi Bisa Memprediksi Risiko Demensia di Masa Mendatang
Ilustrasi mengigau.(Google Gemini AI)
12:20
11 Januari 2026

Mengigau Saat Mimpi Bisa Memprediksi Risiko Demensia di Masa Mendatang

- Mengigau alias melakukan gerakan fisik atau bersuara, sering dianggap sebagai hal yang wajar ketika orang yang sedang tidur sangat kelelahan.

Mengigau juga sering dianggap sebagai tanda bahwa orang tersebut tertidur sangat lelap, lantaran ia tidak menyadari perilakunya di dunia nyata saat bermimpi.

Ahli neurologi dan spesialis kedokteran tidur, Brandon Peters, MD, mengungkapkan bahwa perilaku ini sering dikaitkan dengan gangguan perilaku rapid eye movement (REM), juga disebut dengan RBD.

"Menariknya, episode-episode yang tidak biasa ini dapat memprediksi perkembangan kondisi neurodegeneratif lainnya di kemudian hari, seperti demensia dan bahkan penyakit Parkinson," ujar Peters dalam tulisannya di Verywell Mind, Minggu (11/1/2026).

Temuan ini tertera dalam studi bertajuk "Rapid Eye Movement Sleep Behaviour Disorder and Neurodegenerative Disease", karya Michael Joseph Howell, MD dan Carlos Hugh Schenck, MD, yang dipublikasi dalam JAMA Neurol pada 2015.

Mengigau dan kondisi neurodegeneratif di kemudian hari

Apa itu gangguan perilaku REM?

Gangguan perilaku REM adalah parasomnia yang berkaitan dengan perilaku tidur yang muncul saat fase tidur REM. Dalam keadaan ini, otot-otot biasanya lumpuh, sehingga mengigau tidak dapat dapat terjadi.

"Pada beberapa individu, merupakan hal yang memungkinkan untuk mengigau karena otot tidak lagi cukup rileks dalam fase REM," kata Peters.

Kondisi otot ini biasanya diatur di tingkat batang otak, tetapi perubahan dapat menyebabkan kegagalan dalam mengganggu sinyal antara otak dan tubuh yang sedang tidur.

Orang-orang yang terdampak biasanya berusia paruh baya atau lebih tua, dan lebih sering laki-laki, menurut studi bertajuk "Rapid Eye Movement Sleep Behavior Disorder and the Link to Alpha-synucleinopathies" karya Daniel A. Barone dan Claire Henchcliffe pada 2018.

Perilaku yang dihasilkan sering kail bersifat kekerasan, dan dapat mencakup memukul, menendang, melompat dari tempa tidur, dan tindakan lainnya.

"Mungkin ada vokalisasi seperti tertawa, berbicara, atau berteriak. Gerakan-gerakan tersebut sering dikaitkan dengan mimpi terkait, dan isinya dapat langsung diingat saat bangun tidur," tutur Peters.

Mimpi-mimpi ini sering kali penuh aksi, dan mungkin melibatkan perlawanan dengan penyerang. Isi pastinya sangat bervariasi, tetapi mimpi yang diingat sangat sesuai dengan tindakan saat mengigau.

Perkembangan kondisi degeneratif lainnya

Perilaku yang terkait dengan RBD bisa terjadi beberapa dekade sebelum timbulnya perubahan neurodegeneratif lainnya.

Di antaranya adalah Parkinson, demensia Lewy Body (LBD), dan atrofi sistem multipel (MSA). Kemungkinan, dibutuhka waktu bertahun-tahun atau beberapa dekade, sebelum kondisi degeneratif lainnya ini berkembang.

Pada beberapa individu, gangguan lain ini mungkin tidak pernah sepenuhnya bermanifestasi karena kematian terjadi akibat penyebab lain.

Apabila kamu mengalami perilaku di luar tidur yang terkait dengan isi mimpi, carilah evaluasi lebih lanjut oleh spesialis tidur, serta dapatkan diagnosis dan pengobatan yang dibutuhkan.

"Tindak lanjut neurologis jangka panjang dapat memungkinkan intervensi segera untuk mengobati gejala lain, dan suatu hari nanti dapat memungkinkan terapi untuk mengurangi kemungkinan berkembangan kondisi degeneratif lainnya," pungkas Peters.

Tag:  #mengigau #saat #mimpi #bisa #memprediksi #risiko #demensia #masa #mendatang

KOMENTAR