Orang-orang beruntung tahu satu hal penting. (freepik)
Waspadalah! Keberuntungan Bisa Hilang Perlahan Jika Kamu Terus Meminjamkan 4 Hal Ini ke Orang Lain
Keberuntungan bukan sekadar kebetulan. Saat kamu sudah memilikinya, tantangan terbesar justru bagaimana cara menjaganya agar tidak perlahan menghilang. Salah satu cara paling ampuh adalah menjaga jimat keberuntunganmu seperti energi, waktu, dan ruang pribadi agar tidak sembarangan dipinjam orang lain.
Selama ini, banyak orang menganggap keberuntungan sebagai sesuatu yang magis dan misterius, hanya dimiliki oleh segelintir orang yang tampaknya selalu mujur. Padahal, menurut para ilmuwan sosial, keberuntungan sering kali merupakan hasil dari pilihan dan tindakan pribadi. Penulis Gina Vild menjelaskan bahwa meski secara definisi keberuntungan adalah hasil dari kebetulan, dalam praktiknya ia terbentuk dari keberanian mencoba hal baru, keterbukaan pada peluang, dan kebiasaan mengambil risiko secara sadar. Jika kamu ingin meningkatkan sekaligus mempertahankan keberuntungan, ada beberapa hal penting yang sebaiknya tidak pernah kamu pinjamkan pada siapa pun. Dilansir dari Your Tango, inilah rahasia yang dipahami oleh orang-orang yang hidupnya terasa selalu beruntung. 1. Energi Mereka Energi adalah aset yang sangat berharga. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari betapa mudahnya energi terkuras saat kita terlalu sering memberi pada orang yang salah. Memang, ada kondisi tertentu di mana berbagi energi tidak bisa dihindari misalnya kepada anak atau keluarga inti. Namun secara umum, orang-orang beruntung sangat selektif dalam menentukan kepada siapa mereka memberikan perhatian emosional. Ada istilah energy vampire, yaitu orang-orang yang tanpa sadar menguras energi kita melalui keluhan, drama, atau masalah yang tak berujung. Penulis Healthline, Kimberly Holland, menjelaskan bahwa penghisap energi ini bisa siapa saja seperti pasangan, sahabat, rekan kerja, bahkan tetangga. Orang beruntung paham bahwa membantu orang lain tidak boleh mengorbankan kesehatan mental dan emosional mereka sendiri. 2. Kredit dan Keuangan Mereka Meminjamkan uang mungkin masih bisa ditoleransi, tetapi meminjamkan kredit adalah risiko besar. Mengizinkan orang lain menggunakan kartu kredit, atau menjadi penjamin pinjaman, bisa membawa masalah serius di kemudian hari. Menurut Experian, menjadi penjamin berarti kamu bertanggung jawab penuh jika pihak yang meminjam gagal membayar. Bahkan orang terdekat pun bisa berubah menjadi sumber masalah finansial jika situasi tak berjalan sesuai rencana. Orang-orang beruntung tahu bahwa reputasi finansial, skor kredit, dan stabilitas ekonomi adalah fondasi masa depan dan itu bukan sesuatu yang layak dipertaruhkan demi rasa tidak enak hati. 3. Waktu Mereka Waktu adalah satu-satunya sumber daya yang tidak bisa diperbanyak. Begitu habis, ia tak akan kembali. James Clear, penulis Atomic Habits, menyebutkan bahwa tidak semua penggunaan waktu memiliki nilai yang sama. Cara kamu menghargai waktu akan menentukan seberapa besar kebebasan, kesuksesan, dan kebahagiaan yang bisa kamu raih. Orang yang terbiasa meminjam waktumu sering kali akan terus mengambil lebih banyak. Karena itu, orang-orang beruntung tidak ragu menetapkan batasan. Mereka tahu kapan harus berkata tidak, dan mereka menggunakan waktu untuk hal-hal yang benar-benar bermakna bagi hidup mereka. 4. Rumah dan Ruang Pribadi Mereka Rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga pusat energi. Setiap orang dan setiap peristiwa yang masuk ke dalam rumah membawa pengaruh tersendiri. Psikolog Katie Lear, LCMHC, menjelaskan bahwa memiliki kendali atas ruang pribadi adalah sesuatu yang sangat memberdayakan. Banyak kliennya merasakan ketenangan batin hanya dengan menata ulang rumah dan membatasi siapa saja yang boleh masuk ke dalamnya. Ini bukan berarti kamu tidak boleh menerima tamu. Namun orang-orang beruntung sadar bahwa rumah yang sehat secara energi akan menjaga keseimbangan emosi, ketenangan pikiran, dan keberuntungan jangka panjang. Menjadi orang beruntung bukan soal menemukan koin di jalan atau menghindari hal-hal mistis. Keberuntungan sejati tercipta dari keputusan sadar tentang apa yang layak dibagikan dan apa yang harus dijaga. Orang-orang beruntung memahami bahwa energi, uang, waktu, dan ruang pribadi adalah aset berharga. Dengan menjaga keempat hal ini, mereka bukan hanya mempertahankan keberuntungan tetapi juga menciptakannya. (Sri Wahyuni) ***
Editor: Novia Tri Astuti
Tag: #waspadalah #keberuntungan #bisa #hilang #perlahan #jika #kamu #terus #meminjamkan #orang #lain