Tak Semua Daging Tinggi Protein Baik untuk Kesehatan, Mana yang Terbaik Menurut Ahli Gizi?
Ilustrasi daging. Ahli gizi mengungkap jenis daging paling sehat yang tinggi protein, rendah lemak, dan lebih aman untuk kesehatan jantung.(Freepik/KamranAydinov)
10:15
10 Januari 2026

Tak Semua Daging Tinggi Protein Baik untuk Kesehatan, Mana yang Terbaik Menurut Ahli Gizi?

Tidak semua daging memberikan manfaat kesehatan yang sama, meski sama-sama tinggi protein, karena pilihan daging yang salah justru bisa meningkatkan asupan lemak jenuh dan berdampak pada kesehatan jantung.

Ahli gizi terdaftar sekaligus editor nutrisi TODAY, Natalie Rizzo, mengatakan ada jenis daging yang paling ideal karena tinggi protein, rendah lemak, dan mendukung pembentukan otot.

“Daging adalah salah satu sumber protein paling terkonsentrasi untuk membangun dan menjaga massa otot,” kata Rizzo, dikutip dari TODAY.

Kenapa lemak jenuh perlu diperhatikan

Meski kaya protein, daging juga bisa menjadi sumber lemak jenuh yang berlebihan. Rizzo menegaskan, konsumsi lemak jenuh tinggi berulang kali dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Ia menjelaskan lemak jenuh sebaiknya tidak melebihi 10 persen dari total kalori harian. Pada pola makan 2.000 kalori, batasnya sekitar 13 gram lemak jenuh per hari, sesuai rekomendasi American Heart Association.

Daging paling sehat versi ahli gizi

Ilustrasi daging ayam. Ahli gizi mengungkap jenis daging paling sehat yang tinggi protein, rendah lemak, dan lebih aman untuk kesehatan jantung.Shutterstock/Sergey Ryzhov Ilustrasi daging ayam. Ahli gizi mengungkap jenis daging paling sehat yang tinggi protein, rendah lemak, dan lebih aman untuk kesehatan jantung.

Menurut Rizzo, dada ayam tanpa tulang dan tanpa kulit menjadi pilihan daging paling sehat.

Dalam porsi sekitar 100 gram, dada ayam mengandung sekitar 23 gram protein dengan hanya 2 gram lemak dan kurang dari 1 gram lemak jenuh.

“Dada ayam adalah sumber protein yang sangat ramping dan padat nutrisi,” ujar Rizzo.

Ia menambahkan bagian ayam yang lebih gelap seperti paha tetap bergizi, tetapi kandungan lemaknya lebih tinggi, terutama jika dikonsumsi bersama kulit.

Dada kalkun juga termasuk daging sehat dengan profil nutrisi hampir identik dengan ayam. Rizzo menyebut, perbedaan ayam dan kalkun relatif kecil jika dikonsumsi pada bagian dada.

Daging babi tanpa lemak, khususnya pork tenderloin, juga tergolong sehat. Ahli gizi Patricia Bannan mengatakan, pork tenderloin termasuk salah satu sumber protein paling ramping.

Dalam porsi sekitar 85 gram, daging ini mengandung sekitar 22 gram protein dengan hanya 3 gram lemak.

Bagaimana dengan daging sapi?

Daging sapi tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika memilih potongan yang tepat. Rizzo menyarankan potongan rendah lemak seperti top sirloin atau round.

Dalam 85 gram top sirloin, terdapat sekitar 25 gram protein dan hanya 2 gram lemak jenuh. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan potongan berlemak seperti ribeye yang kandungan lemak jenuhnya lebih tinggi.

Ikan juga termasuk daging sehat

Rizzo mengingatkan, ikan sering luput dianggap sebagai sumber protein hewani utama. Ikan berlemak seperti salmon dan tuna memang mengandung lemak, tetapi kaya omega-3 yang baik untuk jantung dan otak.

Sementara itu, ikan putih seperti cod atau halibut lebih rendah lemak dan kalori.

“Ikan putih cukup sebanding dengan ayam dalam hal protein,” kata Rizzo.

Protein tidak harus selalu dari daging

Meski daging sehat bisa menjadi pilihan utama, Rizzo menekankan protein tidak harus selalu berasal dari daging.

Telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, biji-bijian, dan produk susu juga berkontribusi besar pada kebutuhan protein harian.

“Protein hewani efisien, tetapi variasi sumber makanan tetap penting untuk kesehatan jangka panjang,” ujar Rizzo.

Dengan kombinasi yang tepat, kebutuhan protein bisa terpenuhi tanpa meningkatkan risiko kesehatan.

Tag:  #semua #daging #tinggi #protein #baik #untuk #kesehatan #mana #yang #terbaik #menurut #ahli #gizi

KOMENTAR