Belajar dari Perceraian Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, Ini Tips Kembali Bahagia Menurut Psikolog
Perceraian Ridwan Kamil dan Atalia Praratya jadi refleksi. Psikolog membagikan tips bangkit, menata emosi, dan kembali bahagia setelah berpisah.(Instagram @ataliapr)
19:10
7 Januari 2026

Belajar dari Perceraian Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, Ini Tips Kembali Bahagia Menurut Psikolog

Perceraian Ridwan Kamil dan Atalia Praratya yang diputuskan pengadilan pada Rabu (7/1/2026) menjadi momen refleksi bagi banyak orang tentang cara menghadapi perubahan besar dalam hidup setelah hubungan berakhir.

Perceraian bukan hanya soal berpisah dari pasangan.

Bagi banyak orang, terutama mereka yang menikah lama, proses ini juga mengubah peran dan identitas yang selama ini melekat, seperti status sebagai “suami” atau “istri”.

Perubahan ini kerap memunculkan rasa hampa, sedih, hingga kebingungan arah hidup, hal yang wajar dialami setelah perpisahan.

Psikolog Klinis Winona Lalita R., M.Psi., Psikolog mengatakan, setiap orang yang bercerai perlu memberi waktu bagi diri sendiri untuk pulih dan menata kembali kehidupan.

Ia membagikan tiga pendekatan penting yang bisa membantu seseorang pulih secara psikologis setelah perceraian, termasuk pengelolaan emosi, dukungan sosial, dan strategi koping yang adaptif.

1. Mengelola stres dan kehilangan secara sehat

Langkah pertama untuk bangkit setelah perceraian adalah mempelajari cara mengelola stres dan rasa kehilangan secara sehat melalui coping yang adaptif.

Strategi ini membantu seseorang menghadapi perubahan besar tanpa mengabaikan kondisi emosionalnya.

Coping yang adaptif adalah bagaimana cara seseorang mengelola stres dan kehilangan setelah bercerai,” tutur Winona dikutip dari pemberitaan Kompas.com sebelumnya, Senin (27/10/2025).

Usai perpisahan, individu juga perlu menata ulang identitas diri.

Peran, kebiasaan, dan rutinitas yang sebelumnya dibangun bersama pasangan akan mengalami perubahan, sehingga proses penyesuaian menjadi hal yang tak terelakkan.

Melalui coping yang adaptif, seseorang diajak untuk menerima kenyataan tanpa menekan perasaan yang muncul.

Menangis, menulis jurnal, atau berkonsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi saluran aman untuk mengekspresikan emosi.

Coping yang adaptif ternyata sangat bisa menurunkan risiko depresi, apalagi kalau proses bercerainya sulit atau penuh konflik,” ungkap Winona.

Ia menegaskan, kemampuan mengelola stres dan emosi secara sehat berperan penting dalam menjaga kestabilan kesehatan mental di tengah fase hidup yang penuh tantangan.

2. Bangun jaringan dukungan sosial yang positif

Dukungan dari keluarga, sahabat, atau komunitas dapat menjadi “jangkar” emosional saat seseorang berusaha pulih dari luka hati.

Ketika hubungan intim berakhir, wajar jika seseorang merasa kehilangan jaringan sosial yang selama ini dibangun bersama pasangan. Berbagi perasaan dan pengalaman dengan orang-orang terpercaya dapat membantu:

  • Mengurangi rasa kesepian
  • Memberi perspektif baru
  • Meningkatkan perasaan aman dan dihargai
  • Mencari dukungan tidak berarti lemah, tetapi merupakan bagian dari proses adaptasi setelah perubahan besar dalam hidup.

3. Fokus pada proses pemulihan dan penataan kembali diri

Bangkit pascacerai juga berarti menerima perubahan dan menata ulang identitas pribadi.

Psikolog menyarankan agar seseorang mulai memikirkan kembali apa yang penting baginya, tujuan hidup, impian yang sempat tertunda, atau cita-cita yang lebih personal. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Menetapkan tujuan baru yang realistis
  • Mengeksplorasi hobi atau minat yang sempat terabaikan
  • Mengikuti aktivitas yang memberi energi positif
  • Dengan cara ini, individu tidak hanya pulih dari luka emosional, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan arah hidup yang baru.

Bangkit dari perceraian

Perceraian adalah pengalaman emosional yang kompleks, terutama ketika berakhirnya hubungan juga memengaruhi identitas diri.

Mengakui dan mengatur emosi, mencari dukungan sosial, serta menata ulang tujuan hidup adalah tiga strategi utama yang membantu seseorang menghadapi fase pascacerai dengan lebih bijak dan bangkit secara psikologis.

Tag:  #belajar #dari #perceraian #ridwan #kamil #atalia #praratya #tips #kembali #bahagia #menurut #psikolog

KOMENTAR