Tak Nyaman Dikomentari soal Tubuh? Ini 8 Cara Elegan Menanggapinya
- Komentar soal bentuk tubuh kerap muncul tanpa diminta, terutama saat momen berkumpul bersama keluarga besar.
Mulai dari pujian yang terdengar manis hingga komentar yang terasa menyudutkan. Meski sering dibungkus candaan atau kepedulian, obrolan soal tubuh bisa memicu rasa tidak nyaman, cemas, bahkan luka emosional.
Komentar tentang tubuh, baik positif maupun negatif, dapat mengganggu hubungan seseorang dengan makanan dan citra diri.
Oleh karena itu, penting untuk memiliki respon yang tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu mengarahkan percakapan ke arah yang lebih sehat.
Berikut 8 respon terbaik yang bisa kamu gunakan saat kerabat mulai mengomentari bentuk tubuh kamu, seperti dikutip dari SELF Magazine, Sabtu (3/1/2026).
1. “Aku sedang berusaha tidak terlalu fokus pada bentuk tubuh. Kita bahas hal lain saja, ya.”
Komentar seperti “kamu kelihatan makin kurus” sering dimaksudkan sebagai pujian. Namun, bagi sebagian orang, hal ini justru terasa sensitif.
Psikolog klinis Amber Stevens, PsyD menjelaskan, respon terbaik adalah mengakui niat baik tanpa membuka ruang diskusi lanjutan.
“Ada cara untuk menghargai maksud orang lain, sekaligus mengarahkan ulang pembicaraan dengan lembut,” ujarnya.
2. “Semua tubuh berubah seiring waktu, dan itu wajar.”
Saat kerabat mulai membicarakan perubahan tubuh orang lain, kamu bisa menggunakannya sebagai momen edukasi ringan.
Menurut Stevens, penting untuk menormalisasi fakta bahwa perubahan tubuh bukan sesuatu yang perlu dinilai baik atau buruk.
Respon ini membantu mematahkan budaya membandingkan tubuh tanpa terkesan menggurui.
3. “Aku enggak nyaman membahas soal tubuh hari ini. Kita nikmati waktu saja, yuk.”
Momen berkumpul seharusnya menjadi ruang aman untuk terkoneksi, bukan arena penilaian.
Terapis citra tubuh Julia Carter, LCSWA mengatakan, menetapkan batasan bukanlah sikap kasar.
“Batasan justru membantu orang lain memahami bagaimana cara berinteraksi dengan kita secara lebih sehat,” jelasnya.
4. “Iya, makanannya enak. Aku sudah cukup kenyang sekarang.”
Komentar seperti “kok enggak nambah?” atau “kok bisa berhenti makan?” sering muncul dari orang yang memiliki hubungan kurang damai dengan makanan.
Ahli gizi Kate Regan, RD menyarankan jawaban sederhana yang fokus pada kondisi diri sendiri, tanpa perlu pembenaran panjang.
5. “Aku suka ambil porsi banyak, tapi juga senang kalau masih ada sisa.”
Ketika komentar mulai menyentuh jumlah makanan di piringmu, kamu berhak memilih untuk menanggapi atau mengabaikannya.
Menurut ahli gizi Katy Gaston, RD, jawaban praktis seperti ini bisa meredam situasi tanpa memicu perdebatan.
“Kita tidak punya kewajiban menjelaskan pilihan makan kepada siapa pun,” tegasnya.
6. “Aku senang olahraga, tapi bukan untuk menghukum diri karena makanan.”
Usulan olahraga setelah hari raya sering dibingkai sebagai hukuman atas makan berlebih.
Carter menyarankan untuk menggeser makna olahraga menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan alat penebusan akibat makan berlebih. Pendekatan ini membantu membangun relasi yang lebih sehat dengan tubuh.
7. “Aku senang kalau itu cocok buatmu, tapi itu bukan pilihanku.”
Topik obat penurun berat badan seperti GLP-1 atau Ozempic kini makin sering muncul di meja makan.
Psikiater Debra Safer, MD menegaskan, keputusan medis adalah hal privat. Menjawab dengan netral dan tegas membantu menghentikan percakapan tanpa menyinggung lawan bicara.
8. “Aku bangga kok, sekarang lebih bisa mendengarkan kebutuhan tubuhku.”
Ketika komentar tentang tubuh terasa menyakitkan, mengalihkan fokus ke hubungan internal dengan tubuh bisa menjadi bentuk perlindungan diri.
Carter menyebut respon ini sebagai cara halus untuk menegaskan bahwa nilai seseorang tidak ditentukan oleh penampilan luar.
Menjaga percakapan tetap sehat
Komentar soal tubuh sering kali muncul karena kebiasaan sosial yang sudah mengakar.
Namun, dengan respon yang tepat, kamu bisa menjaga batasan tanpa harus menciptakan konflik.
Fokus pada koneksi, kenyamanan, dan rasa hormat akan membuat momen berkumpul terasa lebih hangat dan bermakna, tanpa harus mengorbankan kesehatan mentalmu.
Tag: #nyaman #dikomentari #soal #tubuh #cara #elegan #menanggapinya