Vitamin C Vs Vitamin E, Mana yang Lebih Baik untuk Perawatan Kulit?
- Vitamin C dan vitamin E menjadi dua kandungan yang paling sering ditemukan dalam produk perawatan kulit.
Keduanya dikenal sebagai antioksidan yang bermanfaat menjaga kesehatan kulit, tetapi masih banyak orang yang belum memahami perbedaan fungsi keduanya bagi kulit.
Ahli gizi Meridan Zerner menjelaskan bahwa vitamin C dan vitamin E sama-sama berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, baik jika dikonsumsi maupun digunakan secara topikal.
“Keduanya bertindak sebagai antioksidan yang membantu mengendalikan radikal bebas dalam tubuh yang dapat merusak sel,” ujar Zerner, dikutip dari Prevention, Sabtu (3/1/2026).
Meski memiliki fungsi yang sama sebagai antioksidan, manfaat vitamin C dan vitamin E untuk kulit tidak sepenuhnya identik.
Manfaat vitamin C untuk kulit
Vitamin C dikenal luas karena perannya dalam membantu produksi kolagen, protein penting yang menjaga struktur dan kekencangan kulit.
Ahli gizi Marissa Beck menjelaskan bahwa kolagen berperan besar dalam proses penyembuhan luka dan menjaga elastisitas kulit.
“Kolagen penting untuk struktur kulit, penyembuhan luka, dan kekencangan. Vitamin C juga membantu melindungi kulit dari stres oksidatif akibat sinar UV dan polusi,” kata Beck.
Selain itu, dokter kulit Marisa Garshick menyebut vitamin C dapat membantu mencerahkan kulit dan meratakan warna kulit.
“Vitamin C membantu mencerahkan kulit dan memperbaiki perubahan warna sehingga tampilan kulit lebih merata,” ujarnya.
Beberapa studi juga menunjukkan vitamin C dapat membantu mengurangi tampilan keriput, bekas luka, serta kulit yang mulai kendur.
Manfaat vitamin E untuk kulit
Berbeda dengan vitamin C, vitamin E secara alami sudah diproduksi oleh tubuh dan terdapat dalam sebum atau minyak alami kulit. Peran utamanya adalah menjaga kelembapan dan memperkuat lapisan pelindung kulit.
“Vitamin E merupakan vitamin larut lemak yang bekerja di dalam membran sel kulit untuk membantu mengurangi kerusakan akibat paparan sinar UV serta mendukung fungsi skin barrier,” jelas Beck.
Vitamin E juga dikenal bermanfaat untuk kulit kering dan sensitif, serta membantu meredakan peradangan. Karena sifatnya yang melembapkan, vitamin ini kerap digunakan dalam krim atau pelembap kulit.
Vitamin C atau vitamin E, mana yang lebih baik?
Menurut para ahli, tidak ada jawaban tunggal soal vitamin mana yang lebih baik untuk kulit. Keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi.
“Vitamin C dan vitamin E sama-sama antioksidan yang sangat baik dan sering bekerja lebih efektif jika digunakan bersama,” kata Garshick.
Ia menjelaskan, vitamin C cenderung lebih bermanfaat untuk kulit yang menua atau kulit dengan masalah kusam dan noda.
Sementara itu, vitamin E lebih fokus menjaga kelembapan dan memperkuat lapisan pelindung kulit.
Penelitian juga menunjukkan kombinasi vitamin C dan E dapat meningkatkan perlindungan kulit terhadap paparan sinar UV dan tanda-tanda penuaan.
“Ketika vitamin C dipadukan dengan vitamin E, manfaatnya meningkat, membantu meningkatkan stabilitas dan efektivitasnya,” ucap Garshick.
Cara mendapatkan vitamin C dan vitamin E
Asupan vitamin C dan E bisa diperoleh melalui makanan maupun produk perawatan kulit. Zerner menyarankan konsumsi buah dan sayur kaya vitamin C seperti jeruk, paprika, tomat, kiwi, stroberi, dan brokoli.
Sementara itu, vitamin E banyak ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, serta minyak nabati.
Beck menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan vitamin dari makanan terlebih dahulu dibandingkan dengan suplemen.
“Asupan makanan tetap menjadi prioritas karena penyerapan nutrisi lebih baik dan manfaat kesehatannya lebih luas,” ujarnya.
Untuk perawatan kulit, vitamin C umumnya direkomendasikan digunakan pada pagi hari karena membantu melindungi kulit dari paparan lingkungan. Vitamin E sering digunakan dalam pelembap atau produk untuk kulit kering.
Tag: #vitamin #vitamin #mana #yang #lebih #baik #untuk #perawatan #kulit