7 Tips Berkain Kekinian tanpa Kehilangan Nuansa Jawi, Gunakan Selendang Kecil
Kain tradisional kini tak lagi identik dengan acara formal atau pakem adat tertentu.
Dalam beberapa tahun terakhir, berkain justru semakin diminati generasi muda dan mulai dikenakan dalam berbagai aktivitas santai hingga semi-formal.
Tren ini menunjukkan bahwa busana tradisional bisa beradaptasi dengan gaya hidup modern.
Stylist Javanese Concept Travel and Event Planner, Remen Jawi, Alma Renoeli, mengatakan bahwa kunci utama berkain kekinian adalah keberanian memadukan unsur tradisional dengan kenyamanan.
“Yang paling penting itu percaya diri dulu. Setelah itu, kenali apa yang kita pakai dan tahu mau ke mana,” ujar Alma, saat ditemui Kompas.com, di sela acara Piknik Syeroe ’80 Nostalgia bersama Remen Jawi dan Swara Prambanan, Rabu (31/12/2025).
Menurut dia, berkain tak harus kaku selama tetap memahami karakter busana dan konteks acara.
Berikut tujuh tips berkain kekinian tanpa kehilangan nuansa Jawa.
Berkain kini bisa tampil santai dan modern. Stylist Remen Jawi membagikan 7 tips mix and match kain agar tetap nyaman tanpa kehilangan nuansa Jawa.
1. Percaya diri dan pahami konteks acara
Alma menegaskan bahwa kepercayaan diri adalah kunci utama saat berkain.
Selain itu, penting untuk mengetahui ke mana akan pergi dan agenda apa yang dihadiri.
Dengan memahami konteks acara, pemilihan kain, atasan, dan aksesori akan terasa lebih tepat.
Menurut dia, anggapan bahwa busana tradisional hanya bisa dikenakan di acara tertentu sudah mulai bergeser.
“Berkain itu enggak harus selalu pakem dan cuma dipakai di agenda tertentu saja,” kata dia.
Berkain bisa dipakai untuk pertemuan santai, nongkrong, hingga agenda luar ruang selama penataannya disesuaikan.
2. Berkain tak harus pakem dan bisa untuk aktivitas santai
Berkain tidak selalu harus mengikuti aturan adat yang ketat, selama tak berada dalam konteks formal.
Untuk kegiatan nonformal seperti datang ke konser, reuni, dan acara santai lainnya, kain bisa dipadukan agar lebih longgar dan nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Alma menyebut, penyesuaian ini penting agar pemakai tetap leluasa bergerak, baik saat menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
“Sekarang mobilitas orang beda-beda, ada yang naik motor, mobil, sampai transportasi umum, jadi pakai kain juga harus nyaman,” ujarnya.
3. Manfaatkan permainan warna agar lebih eye-catching
Permainan warna menjadi salah satu kunci tampilan berkain yang kekinian. Alma menyarankan untuk tidak ragu memadukan warna-warna kontras selama tetap terkontrol.
Ia menekankan pentingnya menentukan satu warna utama yang paling mencolok.
“Kalau sudah ada satu warna yang menonjol, warna lain cukup jadi pendamping supaya enggak terlalu ramai,” kata Alma.
Warna lain sebaiknya berfungsi sebagai penyeimbang agar tampilan tidak terlihat berlebihan.
Tips berkain kekinian
4. Gunakan selendang sebagai statement
Selain jarik dan kebaya, slendang bisa menjadi elemen penting dalam berkain.
“Slendang itu bisa jadi statement, sekaligus membantu membentuk siluet tubuh supaya kelihatan lebih fit,” ujar Alma.
Slendang tak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga dapat membentuk siluet tubuh agar terlihat lebih proporsional.
Slendang juga memberi ruang eksplorasi gaya karena bisa dikenakan dengan berbagai cara, tidak harus selalu disampirkan di satu sisi.
5. Atur lipatan jarik agar tetap rapi dan simpel
Lipatan atau layar pada jarik sering dianggap membuat tampilan terlihat ribet. Padahal, jika ditata dengan tepat, lipatan justru bisa menjadi daya tarik visual.
Alma menyarankan penggunaan warna gelap di bagian luar untuk menciptakan efek bayangan, sehingga tubuh terlihat lebih ramping dan rapi.
“Warna gelap di luar itu seperti bikin bayangan, jadi badan kelihatan lebih fit,” katanya.
6. Pilih bahan yang nyaman dan mudah dibentuk
Pemilihan bahan juga menentukan kenyamanan saat berkain. Untuk selendang, bahan satin atau sifon dinilai lebih mudah dibentuk dan jatuh dengan baik.
“Kalau mau yang gampang dibentuk dan nyaman, satin atau sifon itu paling aman,” ujar Alma.
Sementara untuk jarik, kain biasa lebih disarankan dibanding songket jika ingin tampilan yang praktis dan fleksibel.
7. Sesuaikan gaya berkain untuk hijab dan berbagai bentuk tubuh
Bagi perempuan berhijab, kini tersedia banyak kebaya dengan potongan leher tertutup dan tidak menerawang. Model seperti kebaya janggan menururnya bisa memberikan kesan rapi dan berkelas.
Untuk pemilik tubuh berisi, Alma menekankan pentingnya permainan warna.
“Bagian dalam justru dibuat lebih terang, sementara luarnya lebih gelap supaya siluetnya kelihatan lurus,” kata Alma.
Warna terang sebaiknya digunakan di bagian dalam, sementara warna gelap ditempatkan di bagian luar agar membentuk siluet yang lebih lurus.
Menurut Alma, berkain pada akhirnya adalah soal selera dan kenyamanan. Selama memahami karakter busana dan berani bereksplorasi, kain tradisional bisa tampil modern tanpa kehilangan identitas Jawa.
Berkain tetap relevan tanpa meninggalkan identitas
Menurut Alma, berkain pada akhirnya adalah soal selera dan kenyamanan.
Selama memahami karakter busana dan berani bereksplorasi, kain tradisional bisa tampil modern tanpa kehilangan identitas Jawa.
Ia menekankan bahwa adaptasi gaya justru membuat kain tetap hidup dan relevan di tengah perubahan tren, sekaligus memperluas ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai budaya Jawa melalui busana.
Tag: #tips #berkain #kekinian #tanpa #kehilangan #nuansa #jawi #gunakan #selendang #kecil