Menurut Psikologi, Orang yang Berbicara Seperti Bayi kepada Hewan Peliharaannya Biasanya Menunjukkan 9 Ciri Unik Ini
Pernah melihat seseorang berbicara kepada kucing atau anjingnya dengan suara melengking, kata-kata sederhana, bahkan penuh ekspresi layaknya berbicara kepada bayi? Bagi sebagian orang, kebiasaan ini terlihat lucu, bagi sebagian lain mungkin terasa berlebihan. Namun menurut psikologi, perilaku ini bukan sekadar kebiasaan manja tanpa makna.
Fenomena yang dikenal sebagai pet-directed speech ini ternyata menyimpan banyak petunjuk tentang kepribadian, cara seseorang membangun hubungan emosional, hingga tingkat empatinya. Orang yang berbicara seperti bayi kepada hewan peliharaannya sering kali memiliki karakteristik psikologis yang khas dan menarik untuk dipahami lebih dalam.
Dilansir dari Geediting, terdapat sembilan ciri unik yang umumnya dimiliki oleh mereka, menurut sudut pandang psikologi.
1. Memiliki Tingkat Empati yang Tinggi
Orang yang menggunakan nada lembut dan bahasa sederhana kepada hewan peliharaan biasanya sangat peka terhadap perasaan makhluk lain. Mereka cenderung membayangkan apa yang dirasakan hewan tersebut, meski tahu hewan itu tidak memahami kata-kata secara literal.
Empati ini tidak hanya terbatas pada hewan. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka sering menjadi pendengar yang baik, mudah memahami emosi orang lain, dan jarang bersikap dingin atau acuh tak acuh.
2. Memandang Hewan sebagai Anggota Keluarga
Dalam psikologi relasional, cara berbicara mencerminkan posisi emosional seseorang terhadap objek atau individu tertentu. Ketika seseorang berbicara kepada hewan seperti kepada bayi, itu menandakan adanya ikatan emosional yang kuat.
Bagi mereka, hewan peliharaan bukan sekadar “peliharaan”, melainkan bagian dari keluarga yang layak mendapat perhatian, perlindungan, dan kasih sayang penuh.
3. Nyaman Mengekspresikan Emosi Secara Terbuka
Tidak semua orang nyaman menunjukkan sisi lembutnya di depan umum. Namun orang yang berbicara manja kepada hewan biasanya tidak terlalu terikat pada penilaian sosial.
Mereka cenderung jujur terhadap perasaan sendiri dan tidak malu mengekspresikan kasih sayang, kegembiraan, atau bahkan kesedihan—sebuah tanda kesehatan emosional yang cukup baik.
4. Memiliki Naluri Mengasuh yang Kuat
Nada bicara seperti bayi sering muncul dari naluri pengasuhan (nurturing instinct). Ini adalah naluri yang sama yang muncul saat seseorang berbicara kepada anak kecil atau orang yang membutuhkan perlindungan.
Psikologi melihat ini sebagai tanda bahwa seseorang memiliki kecenderungan merawat, melindungi, dan bertanggung jawab terhadap makhluk yang dianggap lebih rentan.
5. Cenderung Lebih Sensitif terhadap Lingkungan Sekitar
Orang-orang ini biasanya peka terhadap perubahan kecil—baik pada suasana hati hewan peliharaannya maupun pada lingkungan sosialnya. Mereka cepat menyadari jika hewannya tampak gelisah, sedih, atau tidak nyaman.
Sensitivitas ini sering kali juga berlaku dalam hubungan antarmanusia, membuat mereka lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertutur kata.
6. Memiliki Imajinasi dan Dunia Batin yang Aktif
Berbicara seperti bayi kepada hewan sering disertai dengan dialog imajiner, seolah-olah hewan tersebut bisa merespons secara verbal. Ini menunjukkan kapasitas imajinasi yang cukup kuat.
Psikologi mengaitkan hal ini dengan kreativitas, kemampuan berfantasi, dan kecenderungan menikmati dunia batin yang kaya—ciri yang banyak ditemukan pada orang-orang kreatif.
7. Mencari Koneksi Emosional yang Aman
Hewan peliharaan menawarkan hubungan tanpa penghakiman. Orang yang berbicara manja kepada hewan sering kali merasa aman secara emosional saat berinteraksi dengan mereka.
Dalam beberapa kasus, ini bisa menjadi mekanisme sehat untuk mengisi kebutuhan afeksi, terutama bagi mereka yang lelah dengan konflik atau tekanan dalam hubungan sosial yang kompleks.
8. Memiliki Kepribadian Hangat dan Ramah
Nada bicara yang lembut dan penuh kasih biasanya mencerminkan kepribadian yang hangat. Orang-orang ini sering mudah didekati, ramah, dan menciptakan rasa nyaman bagi orang lain.
Dalam psikologi kepribadian, mereka sering masuk dalam kategori individu dengan tingkat agreeableness yang tinggi.
9. Mampu Menurunkan Stres dengan Cara Alami
Menariknya, berbicara dengan nada bayi kepada hewan peliharaan juga memberi efek menenangkan bagi si pembicara. Suara lembut dan interaksi penuh kasih dapat menurunkan hormon stres seperti kortisol.
Karena itu, orang dengan kebiasaan ini sering lebih mampu menenangkan diri dan menemukan ketenangan melalui hal-hal sederhana.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Lucu atau Manja
Menurut psikologi, kebiasaan berbicara seperti bayi kepada hewan peliharaan bukanlah tanda kekanak-kanakan atau berlebihan. Justru sebaliknya, perilaku ini sering mencerminkan empati yang tinggi, kedewasaan emosional, dan kemampuan membangun ikatan yang hangat.
Di balik suara melengking dan kata-kata sederhana itu, tersembunyi kebutuhan manusia yang paling mendasar: merasa terhubung, memberi kasih sayang, dan diterima tanpa syarat. Dan dalam hubungan dengan hewan peliharaan, banyak orang menemukan ruang aman untuk menjadi diri mereka yang paling tulus.
***
Tag: #menurut #psikologi #orang #yang #berbicara #seperti #bayi #kepada #hewan #peliharaannya #biasanya #menunjukkan #ciri #unik