Yani Panigoro Ungkap Peran Kader Perempuan dalam Tekan Kasus TBC
– Perempuan memegang peran penting dalam upaya menekan angka tuberkulosis (TBC) di Indonesia.
Hal ini diungkapkan Komisaris Utama MedcoEnergi sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Yani Panigorol. Ia menekankan, peran kader merupakan ujung tombak keberhasilan program pemberantasan TBC.
Menurut Yani, keberadaan kader yang tinggal dekat dengan pasien TBC memungkinkan pendampingan yang lebih intensif, sehingga proses pengobatan dan pencegahan penularan dapat berjalan efektif.
“Kalau bicara pemberantasan TBC, ujung tombaknya itu di para kader. Kader itu biasanya sebagian besar ibu-ibu, tapi ada juga laki-laki, yang memang tinggalnya tidak jauh dari yang terdeteksi TB,” jelas Yani saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025).
Peran perempuan dalam menekan angka TBC
Tantangan pendidikan dan ekonomi dalam pemberantasan TBC
Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro saat ditemui di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Rabu (17/12/2025)
Perempuan 74 tahun itu menekankan, tantangan utama dalam menghadapi TBC di Indonesia berkaitan dengan tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi masyarakat.
Masyarakat yang kurang paham mengenai penyakit ini cenderung terlambat memeriksakan diri, sementara keterbatasan ekonomi membuat pengobatan rutin menjadi sulit dijalani.
“Tantangan dalam menghadapi TB di Indonesia ini ada di pendidikan dan ekonomi. Tapi kewajiban PPTI untuk mendorong mereka juga semangat bekerja dalam kondisi keterbatasan seperti itu,” ujar Yani.
Oleh karena itu, peran para kader menjadi sangat penting untuk memberi edukasi serta pendampingan langsung dalam menangani TBC.
Kolaborasi PPTI dan Medco Foundation
Kolaborasi antara PPTI, MedcoEnergi, dan Medco Foundation turut memperluas jangkauan program eliminasi TBC hingga daerah terpencil.
Menurut catatan program, langkah ini telah menjangkau ribuan penerima manfaat di berbagai lokasi di Indonesia, termasuk wilayah yang sulit dijangkau fasilitas kesehatan.
Medco Foundation merupakan lembaga CSR yang telah menjalankan berbagai program berkelanjutan di bidang pemberdayaan sosial, pendidikan, kesehatan masyarakat, dan lingkungan.
Sejak awal didirikan pada 2003, lembaga ini berevolusi dari fokus pendidikan hingga mencakup layanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat luas.
Kepedulian Medco Foundation terhadap isu TBC juga tercermin dalam dukungan pelatihan dan pendampingan kader PPTI, yang membantu upaya deteksi dan penanganan kasus TBC lebih efektif bersama mitra lain seperti Stop TB Partnership Indonesia.
Kader PPTI bantu penanganan TBC
Yani mengungkap, PPTI memiliki sekitar 500 kader yang tersebar di seluruh wilayah kota Jakarta.
Kader-kader ini menjalankan peran vital dengan mendampingi pasien TBC selama proses pengobatan, memantau keluarga, serta memastikan pasien patuh pada regimen obat yang telah ditentukan.
“Maka pendidikan para kader ini harus terus ditingkatkan melalui pelatiihan. Sebelum kader terjun ke lapangan, mereka harus punya bekar yang penuh,” kata Yani.
Kader PPTI secara rutin mendatangi rumah pasien untuk mengajak mereka memeriksakan diri ke puskesmas dan memastikan seluruh anggota keluarga yang berisiko juga mendapatkan pemeriksaan.
Pendekatan ini memungkinkan deteksi dini serta mencegah penularan lebih luas di antara keluarga pasien.
Dampak positif pendampingan kader perempuan
Menurut Yani, pendampingan intensif oleh kader yang sabar dan berdedikasi membuahkan hasil signifikan.
Hingga tahun 2025, PPTI berhasil menurunkan sekitar 6.000 kasus TBC melalui strategi ini.
“Dengan bantuan kader yang memberi pendampingan hingga membantu periksa, akan dilihat perkembangannya setelah mengonsumsi obat rutin. Tahun 2025 ini, kami telah mengurangi angka 6 ribu kasus,” jelas dia.
Kader juga bertugas memantau pengobatan pasien selama enam bulan penuh. Tugas ini menuntut kesabaran tinggi, disiplin, dan ketekunan, karena setiap pasien membutuhkan perhatian dan pengawasan agar pengobatan berhasil.
“Tugas kader mendampingi pengobatan pasien selama 6 bulan, maka diperlukan kesabaran tinggi. Mereka harus memonitor kondisi pasien juga sampai pengobatan selesai,” ujarnya.
Mendorong perempuan sebagai agen perubahan kesehatan
Bagi Yani, keterlibatan perempuan dalam program pemberantasan TBC bukan sekadar memberikan kontribusi tenaga, tetapi juga menunjukkan bahwa perempuan dapat menjadi agen perubahan yang berdampak luas bagi kesehatan masyarakat.
Pendekatan berbasis komunitas yang dilakukan PPTI menjadi model efektif yang memperlihatkan bahwa strategi kesehatan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah.
Akan tetapi, partisipasi masyarakat secara langsung juga tak kalah penting, terutama perempuan yang memiliki peran penting dalam keluarga dan komunitas.
Tag: #yani #panigoro #ungkap #peran #kader #perempuan #dalam #tekan #kasus