Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan Pria
- Kesadaran pria terhadap perawatan kulit semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, tak sedikit pria yang mengira skincare cukup digunakan pada pagi atau siang hari saja.
Padahal, menurut dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.DVE., FINSDV., malam hari justru menjadi momen penting bagi kulit untuk melakukan regenerasi setelah seharian terpapar sinar matahari dan polusi.
Kebutuhan skincare pria di Indonesia dipengaruhi iklim
Berdasarkan penjelasan dr. Dhana, pria tidak perlu memulai dengan langkah yang terlalu rumit. Rutinitas cukup dimulai dari tiga tahap dasar yang dilakukan setiap hari.
“Cukup basic ya, jadi facial wash (sabun cuci muka), moisturizer (pelembap), SPF (tabir surya) ya,” tutur dr. Dhana saat ditemui usai acara Kahf Decode di Hotel InterContinental Jakarta Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (26/11/2025).
Namun, ia juga menjelaskan bahwa kondisi kulit pria di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik hingga iklim tropis yang panas dan lembap.
“Jadi kan kita di Indonesia ada perbedaan genetik ya dengan ras lain, tadi sudah disinggung tentang iklim ya, climate (iklim), tentunya berbeda gitu dengan teman-teman atau saudara kita yang tinggal di negara empat musim,” jelasnya.
Perbedaan ini membuat kulit pria Indonesia perlu mendapat perhatian lebih, dibandingkan kulit pria di negara beriklim dingin.
Pasalnya, paparan sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun, udara yang lembap, hingga polusi udara berkontribusi terhadap meningkatnya produksi minyak berlebih, munculnya jerawat, serta risiko penuaan dini pada kulit.
Manfaat skincare malam untuk kulit pria
Selain tiga langkah dasar tersebut, dr. Dhana menyebut pria juga bisa mempertimbangkan perawatan tambahan pada malam hari, yang ia sebut sebagai targeted therapy.
“And maybe you need the targeted therapy sometimes ya, for you to use during night times (mungkin sesekali kamu butuh terapi yang ditargetkan, untuk dipakai pada malam hari),” terangnya.
Dalam konteks perawatan kulit, targeted therapy yang dimaksud dr. Dhana merupakan perawatan topikal dengan kandungan aktif tertentu untuk menargetkan masalah kulit secara spesifik.
Menurut dr. Dhana, perawatan pada waktu malam menjadi pelengkap dari perawatan dasar yang telah dilakukan di siang hari.
“Memang sebenarnya kalau mau komplet ya, ada disebutnya targeted therapy, jadi menggunakan krim atau produk topikal, yang bisa untuk meregenerasi kulit atau menyehatkan kulit,” ucapnya lebih lanjut.
Berbeda dengan basic skincare, targeted therapy dirancang untuk bekerja lebih spesifik mengatasi masalah kulit, misalnya membantu regenerasi sel kulit, memperbaiki tekstur, serta mendukung kesehatan lapisan kulit yang sudah terpapar sinar UV dan polusi sepanjang hari.
Mencegah tanda penuaan pada wajah
Seiring bertambahnya usia, kulit akan mengalami berbagai perubahan alami, seperti menurunnya produksi kolagen, berkurangnya elastisitas, dan meningkatnya kekeringan kulit.
Menurut dr. Dhana, targeted therapy berperan dalam memperlambat serta membantu mencegah tanda-tanda penuaan tersebut.
“Karena kan makin kita usia, makin banyak tanda-tanda aging atau penuaan, kulit makin kering, makin kusam, makin kasar, makin kendur, nah itu kita bisa cegah kalau kita pakai topikal atau krim yang ada targeted therapy-nya untuk meregenerasi kulit atau menyehatkan kulit,” jelasnya.
Ia menambahkan, penuaan kulit bukan hanya persoalan estetika, tetapi juga berkaitan dengan fungsi perlindungan kulit itu sendiri.
Kulit yang tidak dirawat dengan baik akan lebih rentan mengalami gangguan, baik dari faktor lingkungan maupun faktor internal.
Tag: #skincare #malam #langkah #penting #perawatan #kulit #yang #sering #diabaikan #pria