Data KKP Ungkap Suhu Laut Naik 4 Kali Lipat, Ancam Biota dan Picu Banjir
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry (dua dari kiri) dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
13:12
28 Januari 2026

Data KKP Ungkap Suhu Laut Naik 4 Kali Lipat, Ancam Biota dan Picu Banjir

– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyoroti kenaikan suhu air laut. Data KKP menunjukkan suhu laut meningkat empat kali lipat dibandingkan 1985. Kondisi tersebut dinilai mengancam kelestarian biota laut.

Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Hendra Yusran Siry mengatakan, kenaikan suhu kecil saja sudah berdampak besar. Ekosistem laut langsung terganggu.

“Misalnya beberapa spesies yang kalau sangat tidak toleran terhadap suhu nanti mungkin akan dominan jantan atau dominan betinanya. Misal contohnya pada penyu itu,” kata Hendra saat konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (28/1/2025).

Baca juga: KKP Minta Dana Rp 25 M untuk Perbaikan Tambak Garam Aceh

Hendra menyebut isu kenaikan suhu laut dibahas dalam inisiatif Blue Davos. Forum tersebut berlangsung pada World Economic Forum atau WEF di Davos, Swiss.

Kenaikan suhu laut juga berisiko memicu banjir. Dampaknya dapat dirasakan hingga 1,8 miliar penduduk dunia.

Data lain menunjukkan 75 persen populasi global tinggal di negara dengan krisis air tawar yang memburuk. Kerusakan ekosistem perairan memicu kerugian ekonomi hingga 58 triliun dollar Amerika Serikat atau setara Rp 968,6 kuadriliun.

“Tapi investasinya baru sekitar 2 sampai 3 persen. Jadi ini memang harus ada lebih banyak fokus kepada air,” ujar Hendra.

Isu tata kelola dan akses air tawar ikut menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut. Hendra menilai pembahasan ke depan akan mengarah pada skema pendanaan dan kemitraan.

“Ada inovasi dalam keamanan air,” tutur Hendra.

Baca juga: KKP Luncurkan Program Konservasi Terumbu Karang Senilai Rp 586 M, Pelaksana Warga Lokal

Topik lain menyangkut pangan biru. Konsep ini menekankan perlindungan laut agar sumber protein tetap terjaga dan berkelanjutan.

Forum Davos juga mengangkat perlindungan laut dan ekonomi biru. Kedua isu tersebut menjadi agenda besar pembahasan global.

KKP berharap investasi ke depan masuk ke sektor ekonomi biru. Arah investasi diharapkan mendukung percepatan tanpa mengandalkan eksploitasi berlebihan.

“Tidak dilakukan dengan upaya pengaturan yang berlebihan tapi juga lebih mementingkan keseimbangan,” kata Hendra.

Forum yang sama juga dihadiri Ketua Tim Kerja Sama Multilateral KKP Desri Yanti. Ia menyebut Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah menandatangani letter of intent dengan WEF.

Desri menyebut WEF dikenal sebagai think tank global. Lembaga tersebut rutin menggelar berbagai forum internasional.

Kerja sama tersebut diharapkan mendongkrak Ocean Impact Summit di Bali pada Juni mendatang.

“Tentu saja kita dengan berkolaborasi dan menggunakan networking yang dimiliki oleh World Economic Forum ingin mendapatkan akses langsung kepada investor maupun pelaku bisnis global,” tutur Desri.

Tag:  #data #ungkap #suhu #laut #naik #kali #lipat #ancam #biota #picu #banjir

KOMENTAR